Ini Cerita Panas Modus Korupsi Pembangunan RSUD Rembang

Kasatreksrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Kasatreksrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – AKP Eko Adi Pramono, Kasatreskrim Polres Rembang membeberkan kepada publik tentang modus korupsi yang diduga dilakukan oleh tiga tersangka dalam kasus pembangunan ruang perawatan kelas VIP RSUD dr R Sutrasno Rembang.

Pengurangan volume pekerjaan diketahui dilakukan mulai dari pondasi hingga atap. Akibatnya kerugian negara sesuai hasil perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah mencapai Rp 997 juta.

“Modus korupsi yang diduga dilakukan ketiga tersangka adalah mengurangi volume pekerjaan, menyalahi spesifikasi, dan jumlah satuan pekerjaan. Pengurangan itu terjadi mulai dari pekerjaan pondasi sampai dengan atap. Kami berharap masyarakat bersabar dan memberikan dukungannya dalam memberentas kasus korupsi,” ujar Eko, Selasa (1/9/2015).

Seperti diketahui, tiga orang tersangka dalam kasus proyek senilai Rp7,7 miliar pada tahun 2012 ini adalah M Zuhri, Budi Harsono dan Mujiono. M Zuhri merupakan warga Sidoarjo sekaligus Direktur PT Dutarama asal Jawa Timur, sedangkan Mujiono merupakan warga Tireman Rembang dan Budi Harsono warga Pandean-Rembang. Kedua warga Rembang ini berperan sebagai kuasa direktur PT Dutarama.

“Proses penyidikan pidana khusus seperti korupsi membutuhkan waktu ekstra, sebab kami harus cermat agar tidak dimentahkan. Kami berharap masyarakat bersabar, sebab kemungkinan besar akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Target kami, berkas perkara ketiga tersangka beres dan akan dilimpahkan ke kejaksaan negeri pada tahun ini,” kata Eko. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)