Iritasi Kulit Karena Alergi Kosmetik? Ini Beberapa Tandanya

www.pinterest.com

www.pinterest.com

 

KUDUS – Dalam penggunaan kosmetik, tidak semua seseorang cocok menggunakannya. Karena jenis kulit setiap orang berbeda, tentunya tidak semua cocok dengan produk yang dipakai.

”Dan reaksi penolakan, biasanya dalam bentuk alergi, di area kulit yang terkena produk tersebut,” ujar Yooshy Kartika Sari salah satu dokter estetika di Muntira Skincare Kudus.

Alergi yang ditimbulkan oleh ketidak cocokan kosmetik bisa bermacam-macam. Menurut Yooshy, yang paling terlihat jika kulit mengalami alergi adalah timbulnya kemerahan, rasa panas, dan gatal serta timbul bentol. Bahkan dalam kondisi parah menyebabkan kulit mengeluarkan cairan. Untuk itu, sebelum membeli usahakan untuk mencobanya terlebih dahulu.

”Untuk produk kosmetik di pasaran biasanya diberi tester. Manfaatkanlah tester tersebut,” ungkapnya.

Namun saat mencoba tester, jangan langsung mengambil keputusan ditempat. Sebab pada beberapa kulit baru dapat merespon alergi dalam waktu yang lama. ”Tunggu hingga maksimal 30 jam atau satu hari sebelum memutuskan untuk menggunakannya,” imbuhnya.

Bahkan untuk produk alamipun dapat berpotensi membuat kulit alergi. Karena bahan alami juga merupakan suatu zat yang mungkin saja tidak cocok dengan kulit. Meskipun tingkat kecocokannya rendah.

Selain kosmetik, penggunaan produk lain juga dapat diketahui cocok atau tidaknya setelah kurang lebih 1 hari. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Peserta Sail Indonesia Bakal Disambut Tarian dan Makanan Khas Jepara

www.educare.co.id

www.educare.co.id

 

JEPARA – Guna menyambut peserta Sail Indonesia yang dijadwalkan singgah di Karimunjawa pada 5-8 Oktober nanti. Pemkab Jepara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara bakal memberikan berbagai suguhan khas.

Kepala Disparbud Jepara Mulyaji mengatakan, sejumlah sajian kesenian dan makanan tradisional siap disuguhkan bagi para pelaut kapal layar tersebut. Di antaranya, tarian tradisional dan makanan khas Jepara.

Menurut dia, persiapan dilakukan jauh-jauh hari dengan koordinasi bersama Dinas Pariwisata Provinsi Jateng serta pihak Kecamatan Karimunjawa. ”Selain bekerja sama dengan Dinas, kami juga bekerja sama dengan masyarakat Karimunjawa. Nantinya akan ada rentetan agenda acara. Yang jelas nanti para peserta Sail Indonesia ini tiba, akan disambut dengan kesenian dan penampilan kebudayaan khas Karimunjawa,” ujar Mulyaji kepada MuriaNewsCom.

Mengingat kondisi cuaca laut yang tengah memasuki musim timuran, kondisi tersebut dapat mempengaruhi niat peserta Sail untuk singgah di Karimunjawa. Seperti pengalaman tahun sebelum-sebelumnya, jumlah kapal yacht yang singgah di Karimunjawa meleset dari harapan semula.

”Mudah-mudahan minimal 16 kapal itu singgah semua, karena saat ini memang sedang memasuki musim timuran yang cuacanya juga tidak baik,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Siswa SMP 1 Undaan Siap Bantu Atur Lalu Lintas dan Keamanan di Sekolahnya

Tim PKS SMP 1 Undaan saat dilatih oleh pihak kepolisian setempat dalam mengatur lalu lintas di depan sekolahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tim PKS SMP 1 Undaan saat dilatih oleh pihak kepolisian setempat dalam mengatur lalu lintas di depan sekolahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu tugas dari Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SMP 1 Undaan ialah membantu sesama siswa menyeberang jalan di lingkungan sekolahnya. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian latihan yang diberikan oleh kepolisian setempat sebagai materi pendidikan PKS.

Salah satu anggota PKS SMP 1 Undaan Anita Nuraini mengatakan, dalam tugas ini, pengetahuan pengaturan lalu lintas (Turlantas) yang diberikan polisi harus dimanfaatkan.

”Yang namanya patroli keamanan sekolah harus bisa membantu menjaga ketertiban di sekolah. Yaitu dengan cara membantu guru untuk mengoperasi siswa yang tidak memakai kaus kaki, seragam, dan membantu menyeberangkan jalan,” terangnya.

Nuraini melanjutkan, pihaknya juga selalu memberikan apa yang dibutuhkan oleh siswa lainnya. Yaitu ikut memabantu memberikan arahan kelengkapan seragam, serta memberikan pentingnya keselamatan mengendarai sepeda saat di jalan raya.

Dengan adanya kegiatan PKS ini, menjadi sarana pendidikan disiplin dari siswa untuk siswa. ”Pendidikan PKS juga mempelajari banyak hal. Yaitu pengetahuan pengaturan lalu lintas, kesigapan, kejujuran, dan ketangkasan. Yang tentunya bermanfaat bagi diri sendiri dan banyak orang,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Diperkuat Jawara Kapolres Cup, Klub Ini Berambisi Juarai Bupati Cup 2015

www.conaxe.com

www.conaxe.com

 

KUDUS – Perhelatan Bupati Cup 2015 dipastikan akan berlangsung seru dari babak kualifikasi hingga akhir kompetisi. Terlebih, sejumlah pemain dan tim-tim yang berjaya di Kapolres Cup 2015 beberapa lalu dipastikan akan turun.

Salah satunya adalah Mustika. Klub voli yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu ini akan diisi oleh beberapa nama yang menjadi juara bersama Polsek Bae di Kapolres Cup 2015 kemarin.

Mustika akan mengandalkan kemampuan dan pengalaman pemain voli pantai Jawa Tengah, Bagus. Bersama beberapa nama lainnya, seperti Wawan, Totok, Fauzi dan Samboja, dia akan bersatu padu untuk membawa Mustika keluar sebagai jawara Bupati Cup 2015.

“Target ya tetap juara, meski tanpa pelatih. Semoga nanti kami bisamengatasi perlawanan klub-klub sejak babak kualifikasi hingga akhir,” ujar Bagus.

Jika ada sebuah klub yang dipandangnya bisa mencegah timnya meraih target tersebut, katanya, adalah Porvit. Dimana klub tersebut diperkuat pemain-pemain yang sukses mencapai final Kapolres Cup bersama Polsek Jati, meski harus mengakui keunggulan Polsek Bae dengan skor 3-2.

Menjelang bergulirnya even, Bagus mengaku dirinya dan rekan-rekan tidak mengadakan persiapan khusus.”Tidak perlu dipersiapkan apa-apa. Latihan bersama di Lapangan Voli Pantai Ivojo saja sudah lebih dari cukup,” ungkapnya. (M IQBAL NA’IMY/KHOLISTIONO)

Sanksi Sudah Menunggu Anggota TNI yang Tidak Netral Dalam Pilkada

Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa saat tiba di Makodim 0717/Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa saat tiba di Makodim 0717/Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Komandan Korem (Danrem) 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa mengingatkan semua anggota TNI agar bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada.

Hal itu dilontarkan Danrem saat melangsungkan kunjungan ke Makodim 0717/ Purwodadi untuk memberikan pengarahan sekaligus memperkenalkan diri.

”Anggota harus bersikap netral. Tugas mereka hanya mengamankan jalannya Pilkada serentak nanti. Kalau ada anggota yang tidak netral, pasti akan ada sanksi berat,” tegasnya.

Sejumlah pejabat hadir menyambut kunjungan Danrem. Antara lain, Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto dan pimpinan SKPD lainnya serta sejumlah pejabat.

Sementara itu, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Parningotan Gurning menambahkan, dalam pengamanan Pilkada nanti, pihaknya mengerahkan 130 anggota. Mereka nantinya akan membantu petugas pengamanan dari Polres Grobogan.
“Anggota nanti ada yang membantu pengamanan di tempat pemungutan suara, Kantor KPU Grobogan maupun tempat-tempat rawan terjadinya gesekan. Kami minta semua pasukan fokus melakukan pengamanan,” jelasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Kali Ke-Delapan, Karimunjawa Bakal Jadi Tujuan Sail Indonesia

 

www.educare.co.id

www.educare.co.id

 

JEPARA – Setelah tahun 2014 lalu Karimunjawa menjadi tujuan Sail Indonesia ke-tujuh. Tahun ini direncanakan belasan kapal yacht dari berbagai Negara di dunia akan kembali singgah di Karimunjawa untuk ke-delapan kali, pada 5-8 Oktober nanti.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Mulyaji kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, sedikitnya 16 kapal yacht dari berbagai negara di belahan dunia dikabarkan bakal singgah di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

”Direncanakan, akan ada 16 kapal yang bakal singgah di Karimunjawa setelah berlayar dari Pantai Lovina Buleleng Bali,” kata Mulyaji.

Menurut dia, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak negara yang datang ke Karimunjawa, namun diharapkan bisa datang banyak. Apalagi, even tersebut sangat potensial dijadikan ajang promosi, sehingga diharapkan ke depan dapat semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Karimunjawa.

Mulyaji mengungkapkan, persiapan sendiri sudah dilakukan jauh-jauh hari dengan koordinasi bersama Dinas Pariwisata Provinsi Jateng serta pihak Kecamatan Karimunjawa.

”Selain bekerja sama dengan Dinas, kami juga bekerja sama dengan masyarakat Karimunjawa. Nantinya akan ada rentetan agenda acara. Yang jelas nanti para peserta Sail Indonesia ini tiba akan disambut dengan kesenian dan penampilan kebudayaan khas Karimunjawa,” ungkapnya.

Dia berharap even ini akan berjalan sukses dan lancar. Karena seperti tujuan utamanya adalah mempromosikan objek wisata yang dimiliki Jepara, yakni Taman Nasional Karimunjawa. (WAHYU KZ/TITIS W)

Anak Disekolahkan untuk Dididik, Bukan Dianiaya

Keluarga Sony Permadi membawa poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Keluarga Sony Permadi membawa poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Anak disekolahkan untuk dididik, bukan dianiaya. Mohon keadilan, hukum harus ditegakkan. Pelaku kekerasan anak wajib dihukum.

Begitu sederet poster yang dibawa keluarga Sony Permadi di depan pintu Ruang Sidang Pengadilan Negeri (PN) Pati, Rabu (30/9/2015). Mereka menuntut agar WS, guru kesenian dan kebudayaan SMP Negeri 1 Tambakromo yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sony, dihukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

”Kami menyekolahkan anak itu untuk dididik, diajari ilmu pengetahuan, dan budi pekerti yang baik, bukannya malah dianiaya. Kami berharap pelaku diganjar sesuai dengan perbuatannya,” ujar Siswati, ibu korban kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Nasional Maskuri mengatakan akan mendampingi kasus tersebut hingga selesai. ”Kami akan dampingi hingga selesai. Ini menjadi peringatan kepada guru agar tidak lagi menggunakan cara kekerasan dalam mendidik siswa. Bagaimana pun juga, kekerasan bertentangan dengan hukum,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Gara-gara Nyanyi Fals, Siswa SMP 1 Tambakromo Ditonjok Guru

Keluarga Sony Permadi membawa poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Keluarga Sony Permadi membawa poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Gara-gara tidak bisa bernyanyi dengan suara merdu dan fals, Sony Permadi, siswa SMP Negeri 1 Tambakromo mendapatkan hadiah bogem mentah dari WS, guru kesenian dan kebudayaan. Kasus tersebut terjadi pada Selasa (28/4/2015) lalu.

Akibat perbuatannya, WS diadili di meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Pati, Rabu (30/9/2015). Sedikitnya ada 80 warga yang mengawal kasus tersebut hingga membawa poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap guru yang melakukan aksi pemukulan itu.

Saat ditanya MuriaNewsCom, Sony mengaku ditonjok berkali-kali. ”Guru bilang suara saya fals. Lalu saya dijewer dan ditarik ke depan untuk nyanyi. Di situlah saya ditonjok. Saya diminta menambah daftar skor pelanggaran di ruang Bimbingan Konseling. Setelahnya, saya ditonjok lagi,” tuturnya.

Tak hanya mendapatkan perlakuan kasar, Sony juga dinilai tidak naik kelas karena skor pelanggaran yang dilakukan mencapai 64 poin. Padahal, sebelum peristiwa tersebut, angka pelanggarannya hanya 12 poin.

”Kami mengajukan tuntutan agar pelaku dijerat dengan Pasal 76 C junto Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam dengan hukuman maksimal tiga tahun enam bulan atau denda Rp 72 juta,” kata Maskuri, Direktur LBH Advokasi Nasional yang mendampingi kasus tersebut.

Ia berharap, kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi guru agar tidak lagi menggunakan cara kekerasan dan mendidik anak. ”Anak-anak Indonesia saat ini dilindungi Undang-undang. Jadi, jangan asal main kekerasan,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Relawan: BPBD Kurang Maksimal dalam Penanggulangan Kebakaran di Argo Wiloso

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu relawan dari Wilayah Cranggang, Kecamatan Dawe Toro mengutarakan aksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus terhadap kebakaran hutan belum maksimal.

”Yang kami lihat kurang aktifnya BPBD memberikan fasilitas terhadap pemadaman api ini. Seperti halnya tidak menyediakan obat-obatan, peralatan gergaji mesin (senso) untuk memotong kayu yang terbakar, masker dan lainnya untuk relawan dan warga,” katanya.

Ia menambahkan, sehingga peralatan membantu dalam pemadaman api tersebut, tidak begitu diperhatikan oleh BPBD untuk keselamatan serta kelancaran pemadaman api di hutan Desa Japan tersebut.

”Selain fasilitas, logistik atau konsumsi nasi bungkus selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu ini masih berasal dari warga setempat. Setidaknya pimpinan BPBD juga ikut naik ke pos yaitu di petilasan Syech Subakir, supaya mengetahui jelas keadaannya serta memberikan arahan bagi relawan yang ada di atas,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Kudus Bergas Catur yang juga sebagai Kasi Penanggulangan mengatakan, bukan berarti BPBD kurang aktif, namun pihaknya mengkalkulasi terlebih dahulu peralatan apa saja yang perlu dibawa naik.

”Misalkan membawa senso atau gergaji mesin, karena itu berat sekali. Malah nanti menimbulkan bahaya dalam perjalanan, sebab jalannya sempit berupa setapak. Untuk obat-obatan kami menitipkan kepada relawan lain,” terangnya.

Bergas melanjutkan, pihaknya juga mengakui konsumsi itu memang dari masyarakat. Akan tetapi pihaknya juga menyediakan personel relawan, hasil dari koordinasi pihak BPBD dan pihak kecamatan setempat. ”Setiap desa yang ada di Kecamatan Dawe mengirimkan 10 personel relawan. Dan itupun hari ini terlaksana dengan baik, bahkan ada sekitar 200 personel,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Putusan MK Buat Was-was KPU Jepara

kpu

kpu

 

JEPARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara mulai mengkhawatirkan validitas Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu yang akan datang. Karena, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dasar prosentase DPT bagi calon kepala daerah yang maju melalui jalur independen, bukan lagi jumlah penduduk.

“Alasan yang melatarbelakangi  kebijakan itu, karena tidak semua warga daerah memilik hak suara. Pada aturan sebelumnya, disyaratkan harus mendapat dukungan sebanyak 6,5 persen dari jumlah penduduk. Tapi saat ini hanya 6,5 persen dari DPT pada pemilu terakhir,” ujar Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/9/2015).

Menurutnya, jika diperhatikan, maka pemilu terakhir yang terselenggara adalah pemilihan presiden (Pilpres). Yang menjadi masalah, katanya, adalah terkait dengan validitas DPT yang dimaksud. Sebab dalam Pilpres lalu, banyak warga Jepara yang memiliki hak suara berpindah TPS. Baik TPS yang masih di lingkup kabupaten, maupun di daerah lain. Demikian pula warga daerah lain yang mencoblos di TPS yang ada di Jepara.

“Belum lagi masalah banyaknya pemilih baru. Apalagi laju pertumbuhan penduduk Jepara meningkat,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Kobaran Api di Argo Wiloso Tinggal 5%, Petugas Tetap Lakukan Pemadaman Ekstra

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi terakhir sebagian wilayah hutan Argo Wiloso yang berangsur padam hanya tinggal asap yang masih mengepul, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Kepala polisi sektor Dawe Akp. Sunar mengungkapkan, kebakaran lahan hutan di Argo Wiloso, Desa Japan, Kecamatan Dawe saat ini tinggal 5% saja. Titik api tersebut berada area curam menuju Sungai Montel. Meski begitu, proses pemadaman api masih membutuhkan tenaga ekstra.

Alhamdulillah titik api berangsur padam, dan masih sekitar 5%. Meski titik api tersebut berada di jurang, semoga besok bisa padam,” katanya.

Pihaknya beserta TNI, dan tokoh masyarakat lainnya terus memantau perkembangan yang ada. Sehingga api bisa dipadamkan total.

Hal senada diungkapkan Komandan Koramil Dawe Kapten Infantri Mansur. Api berangsur bisa dikendalikan, namun sisanya berada di area curam. Sehingga tim pemadam harus bisa ekstra hati-hati.

”Yang menjadi api awet menyala ialah tanaman pakis tanah. Tanaman tersebut mempunyai akar berserabut seperti tembakau. Sehingga jika terkena percikan api sangat mudah terbakar,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan polusi asap atau abu yang ditimbulkan oleh musibah tersebut, saat ini ada beberapa wilayah yang terkena imbasnya. Salah satu relawan pemadam kebakaran yang berasal dari perangkat Desa Cranggang, Kecamatan Dawe Toro mengatakan, untuk polusi asap dan abu itu menyebar ke arah barat dan utara.

”Jika kerah utara itu diperkirakan sampai ke Jepara yakni Keling Kelet dan Bangsri. Sedangkan arah barat akan menyasar ke Desa Ternadi Kecamatan Dawe, dan Desa Rahtawu Kecamatan Gebog. Akan tetapi itupun tidak menimbulkan bahaya, sebab asap serta debu yang mengepul hanya sedikit tidak seperti bencana kebakaran di Kalimantan,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Disbudpar Kudus Janjikan Berikan Uang Bagi Warga yang Temukan Fosil

Salah satu fosil gading yang berhasil ditemukan dan kini ditempatkan di museum Patiayam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu fosil gading yang berhasil ditemukan dan kini ditempatkan di museum Patiayam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Mencari fosil tidaklah mudah. Bahkan untuk menemukannya juga membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Untuk itulah pihak dinas menjanjikan kepada masyarakat untuk mendapatkan ganti biaya untuk fosil yang ditemukan.

Kepala Disbudpar Sunardi mengatakan, pihak dinas mengakui sulitnya mengumpulkan fosil yang ada. Untuk itu, pihaknya bakal mengganti bagi warga yang menemukannya.

”Seperti halnya kemarin yang menemukan gading. Itu juga kami ganti. Ya meski jumlahnya tidak banyak karena ganti tenaga saja,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya juga mengatakan, nantinya jika ada yang menemukan kembali bakal diganti dengan dinas. Meskipun tidak ada dalam anggaran namun masih diupayakan.

”Selama satu pekan, di Patiayam juga pernah dilakukan pemeriksaan pencairan fosil dan tim ahli. Namun selama itu juga tidak menemukan apapun,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Disbudpar Kudus Belum Miliki Tenaga Ahli untuk Gabungkan Fosil Gading Temuan

Salah satu fosil gading yang berhasil ditemukan dan kini ditempatkan di museum Patiayam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu fosil gading yang berhasil ditemukan dan kini ditempatkan di museum Patiayam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus nampaknya memiliki kesulitan dalam mengumpulkan kembali fosil gading yang ditemukan. Hal itu disebabkan Disbudpar Kudus tidak memiliki tenaga ahli dalam bidang tersebut.

Hal itu diungkapkan kepala Disbudpar Kudus Sunardi. Menurutnya pihak Disbudpar Kudus memiliki kendala dalam tenaga ahli, untuk menyatukan kembali gading yang ditemukan.

”Kalau tenaga ahli kami tidak memilikinya. Kami hanya memiliki tenaga yang pernah kami sekolahkan dalam menyusun kembali tulang tersbeut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kesulitan dalam menggabungkan fosil tersebut bukan hanya terletak pada SDM saja. Melainkan juga pada kondisi gading yang ditemukan. Sebab kondisinya sangat parah sehingga sampai 23 potong gading.

”Kalau dikerjakan secara terus, maka membutuhkan waktu sampai satu bulan. Namun melihat kondisi tenaga kita, dapat diselesaikan hingga tiga bulan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Belajar Bareng di Ponpes Daarusy Syifa Ploso Kudus

saksi mata ponpes (e)

 

Aktifitas belajar bersama yang menjadi sebuah kewajiban bagi santri MTs Daarusy Syifa Ploso Kudus serta santri Ponpes Daarusy Syifa Ploso Kudus yang didirikan oleh Alm KH Abdullah Shonhadji. Kegiatan tersebut diawasi secara langsung oleh ustadz-ustadznya.

Di zaman sekarang, memang mulai jarang ditemui sebuah pemandangan seperti gambaran di atas. Yang ada, kebanyakan anak-anak seusia mereka menghabiskan waktunya dng main PS atau game online. Hal yang berbeda di Ponpes Daarusy Syifa yang segala sesuatunya terjadwal, diharapkan kelak mereka mampu menjadi generasi penerus bangsa yang bermutu, berkualitas, serta mandiri dengan dilandasi dengan Iman,Taqwa, serta Akhlakul Karimah.

(Pengirim : Nor Huda (Santri Ponpes Daarusy Syifa, Ploso – Kudus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan Mendadak Jadi Tukang Pijat

Beberapa anggota Satlantas Grobogan sedang jadi tukang pijat dadakan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa anggota Satlantas Grobogan sedang jadi tukang pijat dadakan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sejumlah warga yang siang tadi kebetulan berada di Mapolres Grobogan sempat heran dengan aktivitas yang dilakukan belasan anggota satlantas. Pasalnya, para anggota pengamanan lalu lintas itu saling memijat rekannya dalam formasi barisan.

“Saya kira tadi mereka mau apel atau latihan. Ternyata anggota Satlantas itu saling pijat-pijatan dengan rekannya,” ujar beberapa warga sambil mengabadikan momen yang jarang dijumpai tersebut menggunakan kamera handponenya.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Parno menyatakan, kegiatan itu sebenarnya adalah olahraga serta merupakan salah satu cara untuk menjaga kebugaran anggotanya.

Formatnya, anggota harus membentuk baris tiga banjar. Lalu, ketika diminta balik kanan, mereka memijat temannya. Sebaliknya ketika balik kiri mereka gantian dipijat.

Menurutnya, kegiatan itu sebetulnya rutin dilakukan seminggu sekali, setiap hari Sabtu. Namun, agenda itu seringkali tidak dapat dilaksanakan karena banyaknya kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polres Grobogan yang menyerap anggota satlantas untuk melakukan pengamanan.

“Karena banyaknya kegiatan masyarakat, kegiatan ini tidak bisa rutin dilakukan tiap Sabtu tetapi kita lakukan ketika ada kesempatan. Melalui olahraga ini bisa memunculkan kekompakan dan kebersamaan antarsesama anggota,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Dituding Ada Oknum Polisi yang Bermain Dibalik Alotnya Penegakan Perda Karaoke, Ini Komentar Kapolres Pati

 

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Bupati Pati Haryanto sudah berulang kali menginstruksikan kepada penegak Perda untuk menertibkan tempat karaoke yang tidak sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2013.

Instruksi terakhir dilakukan di hadapan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati bersama dengan Ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah lengkap dengan badan otonomnya, serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Kamis (10/9/2015) lalu.

Hasil dari pertemuan tersebut, Ormas Islam dan Forkopimda sepakat untuk tidak lagi melihat tempat karaoke yang bertentangan dengan Perda, usai Idul Adha. Namun, sejumlah tempat karaoke masih saja buka karena menilai Perda tidak berlaku surut.

Hal ini memicu kecurigaan masyarakat terkait dengan alotnya penegakan Perda karaoke. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Pati, misalnya. Ormas Islam ini sempat menaruh curiga ada oknum dari aparat penegak hukum yang bermain di balik alotnya penegakan Perda.

Namun, Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menegaskan, penegakan Perda bukan menjadi wilayah polisi. “Kalau di tempat karaoke itu ada kekerasan, prostitusi, perdagangan perempuan di bawah umur dan hal-hal yang berkaitan dengan tindak pidana, itu baru wilayah tugas kami,” ujar Setijo saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Rabu (30/9/2015).

Tetapi jika soal penegakan Perda, lanjutnya, itu sudah ada pihak yang berwenang, yaitu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Karena itu, ia berharap agar masyarakat tahu tugas, wewenang dan peran masing-masing lembaga. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

DisdikporaKudus “Girang” Dapat Aplikasi Perhitungan Cepat, Mudahkan Mendata Tenaga Pendidik Hingga Ke Pelosok Daerah

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus bersama USAID Prioritas mengadakan kegiatan bersama untuk perbaikan pendidikan di Aula Disdikpora hari ini, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus bersama USAID Prioritas mengadakan kegiatan bersama untuk perbaikan pendidikan di Aula Disdikpora hari ini, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Dalam setiap daerah terdapat ratusan bahkan hingga ribuan tenaga pendidik yang tersebar dalam beberapa jenjang pendidikan. Untuk itu perlu adanya monitoring, agar kualitas peserta pendidikan mengalami peningkatan. Selain dari peserta didik tentunya tenaga pendidik juga perlu memperbaiki diri.

Pastinya hal tersebut tidaklah mudah, karena ada banyak sekali tenaga pendidik disuatu daerah. Diperlukan data valid untuk mengetahui kondisi tenaga pendidik terkini.

Witono Budi Utomo, Kasie PTK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus mengatakan pihaknya menerima aplikasi dari USAID Prioritas untuk mengetahui berbagai analisis dari data tenaga pendidik di Kabupaten Kudus. ”Pada dasarnya aplikasi ini sangat diperlukan Dinas dalam menangani tenaga pendidik, untuk pengembangan kompetensi,” ujarnya.

Ditemui disela kegiatan, Witono menambahkan aplikasi ini terhitung sangat cepat. Hanya dengan memasukkan data ke aplikasi akan muncul beberapa analisis. ”Seperti jumlah persebaran masing-masing daerah, apakah sudah memenuhi kuota atau tidak, serta tingkat kompetensinya. Sehingga dari dinas dengan mudah memperbaiki disektor mana saja yang belum tercukupi,” lanjutnya.

Menurutnya, aplikasi tersebut juga sangat mudah digunakan mengingat kesulitan dilapangan jika harus membentuk tim analisis sendiri, dengan menghabiskan banyak tenaga dan dana. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Disdikpora Kudus Atur Strategi Bantu Guru Kembangkan Karir

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus bersama USAID Prioritas mengadakan kegiatan bersama untuk perbaikan pendidikan di Aula Disdikpora hari ini, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kudus bersama USAID Prioritas mengadakan kegiatan bersama untuk perbaikan pendidikan di Aula Disdikpora hari ini, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan daerah dan bangsa pada umumnya. Nasib negara akan ditentukan juga oleh peran serta pendidikan dalam membangun karakter. Untuk itu, tenaga pendidik juga berperan sebagai faktor penentu kualitas pendidikan juga perlu ditingkatan.

Hari Riyadi, USAID Prioritas Semarang mengatakan perlunya setiap daerah melakukan monitoring kepada tenaga pendidiknya. ”Pihak yang berwenang untuk tingkat dasar ya dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, USAID Prioritas bersama dengan pemerintah Kabupaten yang diwakili oleh Disdikpora melakukan pemahaman melalui agenda yang diadakan sejak Selasa lalu (29/09/2015) hingga hari ini Rabu (30/09/2015) di Aula Disdikpora.

Dalam kegiatan tersebut, membahas mengenai penyusunan perencanaan strategis melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). ”Harapannya dinas untuk kedepannya bisa membantu guru mengembangkan karir  yang harus seiring dengan peningkatan kompetensi,” imbuhnya.

Kegiatan utama sebelum PKB, Dinas harus mampu mengumpulkan semua data pendidik. Sehingga kegiatan ini juga sebagai pendampingan pendataan dan analisis untuk mengetahui kondisi pendidikan Kudus lewat tenaga pendidik saat ini. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Kaligrafi dari Pelepah Pisang Tembus Pasar Luar Blora

Sri Mulyanto sedang menyelesaikan pekerjaannya membuat lukisan kaligrafi dari pelepah pisang (MuriaNewsCom/Priyo)

Sri Mulyanto sedang menyelesaikan pekerjaannya membuat lukisan kaligrafi dari pelepah pisang (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kerajinan kaligrafi dari pelepah pisang yang dibuat perajin asal Desa Keser RT 01/02, Kecamatan Tujungan, Blora, Sri Muyanto telah menembus pasar luar Jawa, seperti Bangka Belitung, Jakarta, Gresik, Bali dan beberapa daerah lainnya.

Usaha kecil menengah kerajinan tangan yang dibangun Mulyanto sejak 2013 itu, kini sudah memiliki pelanggan tetap dari luar Blora. Biasanya, pembeli dari luar Blora tersebut memesan kaligrafi dari pelepah pisang ini dalam bentuk lukisan.

Sebelum menggeluti usahanya ini, Mulyanto dahulunya sempat bekerja di Jakarta. Namun, karena sesuatu hal, dirinya kembali lagi ke kampung halaman, dan ternyata pada tahun 2010, dirinya mengalami musibah jatuh dari pohon. Akibat insiden itu, dirinya mengalami cacat kaki.

”Sebelum menjadi penrajin kaligrafi, saya sempat kerja di Jakarta dan pulang lagi ke rumah.Namun, pada tahun 2010 lalu saya kecelakaan, bahkan sempat dua tahun tak bisa jalan.Pada 2012, saya sudah mulai membaik dan mencobaikut kerja jadi tukang las.Tapi, karena fisik kurang, sehingga  mencoba untuk berkreasi membuat kerajinan dari pelepah pisang,” ungkapnya.

Menurutnya, karya kaligrafinya ini dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari harga Rp 100 ribu hingga jutaan. “Tergantung ukuran dan tingkat kesulitan,” imbuhnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Ratusan PNS Grobogan Ini Sumringah Karena Naik Pangkat

Sekda Grobogan Sugiyanto menyerahkan SK kenaikan pada anggota PNS, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekda Grobogan Sugiyanto menyerahkan SK kenaikan pada anggota PNS, Rabu (30/9/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 350 PNS di lingkup Pemkab Grobogan pagi tadi Rabu (30/9/2015) menerima SK kenaikan pangkat. Penyerahan SK dilakukan Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto, didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Suhadi.

Menurut Suhadi, PNS yang naik pangkat ini sebanyak 41 orang dari lingkup guru dan sisanya 309 orang dari lingkup non guru. Dilihat dari golongan, sebanyak 3 orang dari golongan I, golongan II (89 orang), golongan III (230 orang) dan golongan IV (28 orang). SK kenaikan pangkat tersebut terhitung mulai berlaku periode 1 Oktober 2015.

”Dari 350 PNS yang dapat kenaikan pangkat, baru 229 orang yang SK nya sudah terealisasi. Sementara SK 119 PNS masih dalam proses di Kanreg I BKN Yogyakarta dan dua lagi masih berada di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Sugiyanto menegaskan, kenaikan pangkat saat ini berbeda dengan dulu yang dilakukan secara otomatis. Dengan aturan sekarang, mereka yang naik pangkat terlebih dahulu harus melalui proses penilaian prestasi kerja. Oleh sebab itu, kesempatan mendapatkan kenaikan pangkat itu tergantung dari kinerja para PNS.

”Jadi kalau prestasi kerjanya tidak bagus maka kenaikan pangkat PNS itu bisa tertunda. Saya berharap agar hal ini bisa dipahami dan para PNS. Dan diharapkan makin meningkatkan kinerja setelah mendapat kenaikan pangkat tersebut,” ujarnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Produksi Kerajinan Pelepah Pisang di Blora Terkendala Pemasaran

 

Sri Mulyanto menunjukkan lukisan kaligrafi dari pelepah pisang hasil karyanya (MuriaNewsCom/Priyo)

Sri Mulyanto menunjukkan lukisan kaligrafi dari pelepah pisang hasil karyanya (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kreatifitas Sri Mulyanto, warga Desa Keser RT 01/02, Kecamatan Tujungan, Blora, yang memanfaatkan limbah pelepah pisang menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai ekonomi tinggi, ternyata belum sepenuhnya bisa berjalan lancar.

Bukan persoalan kesulitan bahan baku ataupun produksinya, namun, kerajinan dari pelepah pisang ini masih terkendala dengan pemasaran.

”Saat ini baru melalui via online saja untuk para pembelinya. Terkadang saya titip sama teman saya, kadang juga ada yang pesan lewat facebook, karena ada beberapa produk saya upload dan ada yang respon minta dibuatkannya,” katanya.

Meski demikian, dirinya tetap optimis jika kerajinan dari bahan pelepah pisang, seperti kaligrafi, tisu maupun tas, akan mendapatkan tempat di hati masyarakat. Ke depan, dirinya bakal lebih gencar mempromosikan produknya, khususnya melalui via online.

Ia mengaku dalam membuat sebuah kaligrafi bisa memakan waktu mencapai 4 hari bahkan dua minggu, tergantung kesulitan dalam pembuataanya.

“Cepat atau tidaknya dalam pengerjaan tergantung besar kecil dan mudah sulitnya pada karya yang diminta. Selain itu, dalam pengerjaan ini harus teliti dan dengan pikiran yang fresh. Kalau lagi suntuk ya lama mengerjakannya,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Pedagang Inginkan Ada Pengembangan Kualitas Pasar Tradisional

Pasar tradisional pusat kerajinan Kalinyamatan yang mangkrak akibat tidak ada pengembangan dan keseriusan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pasar tradisional pusat kerajinan Kalinyamatan yang mangkrak akibat tidak ada pengembangan dan keseriusan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejumlah pedagang pasar tradisional di Kabupaten Jepara berharap agar pemerintah melakukan pengembangan dan perbaikan yang optimal pada pasar tradisional. Agar dapat bersaing dengan pasar maupun toko modern yang merebak di sejumlah wilayah di Jepara.

Hal itu diungkapkan Ketua Paguyuban Pasar Kalinyamatan Jepara, Masri. Menurut dia, selama ini pengembangan pasar tradisional cenderung mandek. Sehingga para pedagang berharap agar ada pengembangan dan perbaikan yang berkelanjutan.

”Harapannya juga pemerintah harus cepat merespon gejala masyarakat. Perilaku masyarakat yang sudah banyak beralih kepada pasar atau toko modern itu, menandakan pasar tradisional sudah harus dilakukan revitalisasi,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, pemerintah serta stakeholder yang ada harus mampu menciptakan inovasi dalam pasar tradisional, agar tak kalah bersaing dengan pasar modern yang kini merebak. Namun demikian, pihaknya tak menyepakati terlalu menjamurnya minimarket di Jepara. Pemerintah harus dapat mengatur dan membatasi.

”Makanya, dalam pembahasan terkait Ranperda tentang pasar di DPRD Jepara, kami berharap ada upaya yang serius untuk melindungi pasar tradisional,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pemeliharaan Jalan Nasional Baru di Jepara Dimulai Tahun Depan

Jalan bundaran Ngabul yang turun menjadi jalan yang telah menjadi jalan nasional sesuai SK yang turun dari kementerian terkait. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jalan bundaran Ngabul yang turun menjadi jalan yang telah menjadi jalan nasional sesuai SK yang turun dari kementerian terkait. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meski Surat Keputusan (SK) penetapan jalan provinsi menjadi jalan nasional di Kabupaten Jepara sudah turun. Namun untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan belum dapat segera dilakukan.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (DBMP-ESDM) Kabupaten Jepara, Budiarto menjelaskan bahwa untuk pemeliharaan jalan nasional yang baru dari Kecamatan Welahan hingga Kecamatan Keling baru dapat dilakukan pada tahun 2016 nanti. Sedangkan untuk pembangunannya, pihaknya belum dapat memastikan.

“Hal itu sesuai dengan yang kami dapat usai melakukan kunjungan ke Kementerian PU-PERA sekitar dua pekan lalu,” ujar Budiarto kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, untuk pemeliharaan jalan nasional itu juga direncanakan hanya dilakukan untuk 26 kilometer saja. Jadi, belum secara keseluruhan jalan provinsi yang menjadi jalan nasional.

“Kalau mengenai anggarannya sendiri, kami belum tahu. Sebab, dalam kunjungan kemarin pihak Kementerian tidak menyinggung soal anggaran. Yang jelas, jalan yang berstatus sebagai jalan nasional anggarannya dari APBN, bukan APBD,” ungkapnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Alasan Kenapa Bus Kini Dijauhi Masyarakat

Bus tampak melintas di jalan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Bus tampak melintas di jalan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Terminal Jetak yang terletak di Kecamatan Kaliwungu Kudus menjadi salah satu pemberhentian bus dan angkot perbatasan Kudus-Jepara. Terminal yang tergolong vital tersebut saat ini sepi. Hal tersebut dapat terlihat dari sedikitnya bus yang masuk ke area terminal.

Bejo Sutrisno, staf retribusi terminal Jetak mengatakan saat ini banyak dari kondektur dan sopir bus yang mengeluh semakin berkurangnya jumlah penumpang setiap harinya. “Sehingga berpengaruh pula pada omzet retribusi yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kudus, ” ungkapnya.

Hal tersebut sudah berlangsung lama. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah budaya masyarakat yang lebih memilih membawa kendaraan pribadi.

“Setelah diamati memang karena kebiasaan masyarakat yang kini sudah bergeser dengan membawa kendaraan seperti motor sendiri yang dianggap lebih praktis, ” imbuhnya.

Suhartini,salah satu karyawan pabrik di Kudus mengatakan dulunya memang dirinya bersama teman-teman lebih mengandalkan bus. “Sekarang harga motor bisa dicicil murah dan untuk sehari-harinya sudah terbiasa membawa motor. Jadi lebih praktis, ” ungkapnya.

Apalagi dengan kredit kendaraan saat ini yang tergolong murah dan mudah sehingga banyak orang yang lebih memilih untuk membeli kendaraan pribadi ke manapun. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Masa Berlaku Label Halal Buatan Pemkab Kudus Hanya 2 Tahun

Seorang pembeli membeli produk makanan ringan dari sebuah toko. Dalam membeli, diharapkan dapat mengecek label halal yang ada dalam kemasan produk makanan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang pembeli membeli produk makanan ringan dari sebuah toko. Dalam membeli, diharapkan dapat mengecek label halal yang ada dalam kemasan produk makanan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Jika sebuah perusahaan makanan dan minuman telah mendapatkan label halal. Maka sebuah perusahaan harus turun melakukan pengecekan. Sebab label halal yang dapat digunakan hanya dalan.kurun waktu dua tahun saja.

Kabid UMKM pada Dinas Perinkop dan UMKM Kudus Abi Wibowo, mengatakan masa berlaku sertifikat halal dua tahun. Hal ini dikarenakan untuk menjaga konsistensi produksi produsen selama berlakunya sertifikat.

Selain itu, masa yang terbatas juga untuk memberikan kepastian status halal suatu produk, sehingga dapat menentramkan batin konsumen.

”Tapi, ketidaktahuan seringkali berakibat minimnya pengusaha memiliki kesadaran untuk mendaftarkan diri guna memperoleh sertifikat halal. Ini ada kesempatan baik, pengurusan sertifikat halal semakin mudah dan difasilitasi dinas, diharapkan pelaku usaha bisa mendaftarkan diri,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar dapat memilih produk yang ada label halal. Sebab dengan tersebut lebih dapat menjamin bahwa produknya aman dikonsumsi.

“Yang memeriksa langsung dari MUI. Baik dari MUI Kudus maupun dari MUI Jateng. Dan sebenarnya MUI tidak berbelit belit dalam menetukan informasi dan pengecekan,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)