Maksimalkan Pemantauan Koperasi, Disperinkop dan UMKM Usulkan Ada Penambahan Seksi Pengawasan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Banyaknya koperasi di Kudus, membuat tugas pengawasan juga semakin bertambah. Untuk itulah, Pemkab Kudus merencanakan bakal melakukan penambahan satu seksi lagi dalam bidang koperasi.

Hal itu dikatakan Plt Dinas Perinkop dan UMKM Kudus Bambang Tri Waluyo. Menurutnya, dalam waktu dekat segera diusulkan penambahan seksi, yang khusus menangani pengawasan koperasi di kudus.

“Ini merupakan keinginan Bapak Bupati Kudus. Jadi ditambah satu seksi lagi yang mengurus tentang pengawasan serta penindakan kepada koperasi yang kurang sesuai aturan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, di bidang koperasi, kini sudah terdapat dua seksi, yakni Seksi Kelembagaan Koperasi dan Seksi Pemberdayaan Koperasi. Namun hal itu dirasa kurang, sehingga diupayakan penambahan satu seksi lagi.

“Mudah- mudahan tahun depan sudah dapat berjalan satu seksi baru tersebut. Jadi, kinerja dalam pengawasan juga makin bagus,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Blaar! Rumah di Grobogan Terbakar gara-gara Masak Ditinggal

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Musibah kebakaran di wilayah Grobogan masih saja terjadi. Senin (31/8) siang tadi, peristiwa kebakaran terjadi di Desa Winong, Kecamatan Penawangan.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu menyebabkan dua rumah ludes dilalap api. Masing-masing milik Sukirman dan Suhari yang berlokasi di Dusun Pojok, Desa Winong.

Informasi yang didapat menyebutkan, kebakaran ini bermula saat istri Sukirman memasak dan ditinggal pergi belanja ke warung dekat rumah. Ketika kembali, rumah bagian belakang sudah terbakar.

Dalam waktu singkat, nyala api langsung membesar dan menjalar ke rumah di sebelahnya lantaran ada hembusan angin kencang. Meski warga sudah berupaya memadamkan api, namun kedua rumah itu gagal diselamatkan.

“Akibat peristiwa ini, tafsir kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Saat itu, pemilik rumah tengah memasak menggunakan kompor gas dan ditinggal pergi sebentar ke warung,” ungkap Camat Penawangan Ahmad Haryono.

Sehari sebelumnya, Minggu (30/8) peristiwa kebakaran terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi. Kebakaran yang terjadi pada waktu magrib ini menyebabkan satu rumah milik Wardiyo ludes. Diduga, kebakaran ini disebabkan hubungan arus pendek listrik.

“Kemungkinan besar ada korsleting listrik. Soalnya, rumah itu posisinya sedang kosong karena pemiliknya sedang pergi jualan di Kecamatan Brati,” kata Warni, warga setempat. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Urgen, Pembuatan Sumur Pantek Perlu Segera Diwujudkan

Sejumlah petani tengah memanen kedelai di areal persawahan di Desa Gabus, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petani tengah memanen kedelai di areal persawahan di Desa Gabus, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kekeringan masih menjadi momok bagi sejumlah petani di Pati. Karena, air menjadi penentu keberhasilan petani untuk panen.

Untuk itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Mochtar Effendi rencananya akan mengusulkan pembuatan sumur pantek atau sumur resapan pada 2016 mendatang. Hal itu diharapkan bisa menjadi andalan petani untuk mengairi sawah saat kekeringan melanda.

”Untuk meningkatkan hasil pertanian di Pati, termasuk kedelai, kami akan melakukan inventarisasi kendala. Kekeringan memang menjadi masalah serius bagi petani. Kami akan usulkan pembuatan sumur pantek pada tahun 2016 nanti,” kata Mochtar kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Selain masalah kekeringan, petani juga dihadapkan pada persoalan harga hasil panen yang tidak stabil. Karena itu, Mochtar saat ini berharap agar penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk kedelai segera diberlakukan secara efektif.

“Harga kedelai impor saat ini naik. Mestinya, kedelai lokal juga harus naik. Ini tidak lepas dari peran pemerintah untuk mematok HPP agar tidak ada tengkulak yang memainkan harga hasil panen petani,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Wow Menarik, Banyak Pemuda Diajarkan Peduli Desa di Jepara

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Pengurus Cabang (PC) Lakspesdam NU Jepara, mengelar Workshop Peduli Desa, di salah satu rumah makan di Jepara, Senin (31/8/2015). Agenda ini menghadirkan narasumber Kabag Humas Kabupaten Wonosobo, Tri Antoro bersama Wakil Bupati Jepara Subroto, Wakil Ketua DPRD Jepara Aris Isnandar dan seorang tokoh senior di Lakpesdam Jepara, Mayadina. Sedangkan pesertanya adalah pemuda karang taruna dan instansi terkait dari beberapa Desa di Kabupaten Jepara.

Panitia Kegiatan Lukman Hakim mengatakan, workshop ini mengangkat tema Mewujudkan Desa Inklusif, Mengawal Pelaksanaan Undang Undang Desa. Diharapkan masing-kader desa siap mengawal pelaksanaan UU dan program desa ke depan.

“Kami mengundang tokoh pemuda, karang taruna yang ada di beberapa desa. Diharapkan nantinya, muncul desa percontohan untuk mengawal UU desa tersebut,” ujar Lukman.

Dia mengemukakan, diharapkan masyarakat akan mendapat pengetahuan baru terkait tata kelola pemerintahan khususnya tentang UU desa. Selain itu juga mampu, memadukan kebijakan di level desa (petinggi) dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat terbuka (inklusif). “Ini akan menjadi penebar semangat tata kelola inklusif di Jepara,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya sengaja mengundang pembicara dari Kabupaten Wonosobo yang dinilai telah sukses dan berhasil mendapatkan penghargaan kabupaten inklusif dari pemerintah pusat. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ini Rahasia Biar Anakmu Berjiwa Sosial

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Pekan Peduli Sosial (PPS) dicanangkan di Kabupaten Jepara. Tahun ini, pencanangan tersebut digelar di SMK Islam Jepara, dengan ditandai secara simbolis memasukkan dana sumbangan ke kotak amal oleh Bupati Jepara diikuti jajaran pejabat dan pengajar di sekolah tersebut, Senin (31/8/2015).

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengemukakan, PPS ini merupakan ajang kegiatan yang positif. Utamanya dalam rangka menanamkan jiwa kepedulian sosial kepada anak-anak atau sejak dini.

Kebiasaan ini penting dan perlu sekali dilakukan di tengah- tengah era kehidupan materialistis yang dipacu nafsu dan egoisme saat ini, yang berimbas pada menurunnya semangat kebersamaan dan gotong-royong.

“Di samping itu kehadiran PPS juga sebagai wahana pendidikan dan pelatihan terhadap kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi serta membantu sesama. Sehingga harapannya kedepan akan lahir kesadaran dan kebiasaan semangat kepedulian sosial oleh setiap generasi bangsa,” ujar Marzuqi.

Dengan kata lain, lanjutnya, muncul generasi bangsa yang bersifat dermawan dan tidak mudah tergerus era globalisasi. Karena bagaimanapun dan kapanpun sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri. Bekerjasama serta tolong menolong adalah suatu keharusan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Sanksi Pencabutan Izin Sudah Menunggu Koperasi “Nakal”

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Terdapatnya beberapa koperasi yang dinilai kurang baik, membuat Pemkab Kudus bertambah waspada dalam mengawasinya. Untuk itu, ke depan bakal dilakukan pengawasan yang lebih ketat.

Plt Kepala Dinas Perinkop dan UMKM Kudus Bambang Tri Waluyo mengatakan, pengawasan terhadap koperasi harus dilakukan dengan cermat. Sebab penemuan kasus yang merugikan anggota beberapa waktu yang lalu membuat tragedi buruk bagi anggota.

Seperti halnya, koperasi besar yang hanya beranggotakan 11 orang saja dan koperasi yang tidak memasukkan nasabah menjadi anggota koperasi juga sempat terjadi.
“Kami sudah mengadakan pertemuan dengan anggota koperasi di Kudus, kami paparkan bahwa kami tidak main-main untuk memberikan teguran, mulai dari SP 1 hingga 3. Jika masih juga dilanggar, maka kami dapat mencabut izin,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kapolres Berharap Masyarakat Dapat Mengoreksi Polisi

(ketiga dari kiri) AKBP M Kurniawan Kapolres Kudus usai melakukan pelepasan jabatan untuk satu anggota kepolisian Kudus karena melanggar aturan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

(ketiga dari kiri) AKBP M Kurniawan Kapolres Kudus usai melakukan pelepasan jabatan untuk satu anggota kepolisian Kudus karena melanggar aturan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Majunya sebuah hal, tidak luput dari sebuah kritikan. Hal itu pula yang dirasakan pihak kepolisian Resort Kudus. Kritikan yang membangun diharapkan dapat dilakukan oleh masyarakat demi kemajuan sebuah pelayanan petugas.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, pihak kepolisian sangat membutuhkan peran dari masyarakat. Termasuk dalam hal kritikan juga sangat ditunggu petugas. Untuk itulah, masyarakat diminta aktif dalam memberikan masukan kepada petugas.

”Kami dari kepolisan dapat melayani dengan baik juga karena masukan dari masyarakat, kalau ada petugas yang tidak pas dapat langsung memberikan masukan kepada kami. Supaya menjadi bahan koreksi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak usah takut mengenai hal tersebut. Sebab pihaknya menjamin tidak ada apa-apa dengan memberikan sebuah kritikan. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ayo Sulap Barang Bekas jadi Kerajinan Berkualitas

Anggota Dharma Wanita Persatuan Grobogan saat berlatih memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan tangan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Dharma Wanita Persatuan Grobogan saat berlatih memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan tangan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Jika Anda punya banyak barang bekas di rumah, sebaiknya jangan dibiarkan saja atau dibuang ke tempat sampah. Soalnya, aneka barang bekas itu ternyata bisa diolah jadi sebuah produk yang berkualitas.

Banyaknya produk yang dibuat dari berbagai macam barang bekas ini setidaknya bisa dilihat dalam pelatihan daur ulang memanfaatkan barang bekas yang dilangsungkan di Ruang Riptaloka, Setda Grobogan siang tadi. Acara pelatihan sehari ini diikuti puluhan ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan Grobogan.

Dengan sedikit ketekunan, barang-barang bekas itu bisa disulap jadi beragam produk. Seperti, tempat tisu, vas bunga, hiasan dinding, tas, dan dompet. Para peserta terlihat dengan serius mengikuti pelatihan yang disampaikan oleh beberapa pembimbing.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita Grobogan Suryati Icek Baskoro mengatakan, hasil karya yang terbuat dari barang bekas cukup bagus. Bahkan, kualitasnya dinilai tidak kalah dengan produk sejenis yang dibuat dari bahan pabrikan.

“Terus terang, saya sempat tidak percaya kalau barang-barang ini dibuat dari bahan bekas pakai. Hasil karya barang-barang ini cukup istimewa,” ujarnya usai membuka pelatihan.

Menurutnya, pembuatan aneka barang dari bahan bekas itu perlu lebih diberdayakan. Sebab, hal itu merupakan salah satu peluang baik untuk mendapatkan penghasilan dengan modal yang kecil. Soalnya, sebagian besar bahan baku tidak perlu beli dan peralatan yang digunakan juga sederhana. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

1 Anggota Polisi Dicopot Dengan Tidak Hormat

(ketiga dari kiri) AKBP M Kurniawan Kapolres Kudus usai melakukan pelepasan jabatan untuk satu anggota kepolisian Kudus karena melanggar aturan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

(ketiga dari kiri) AKBP M Kurniawan Kapolres Kudus usai melakukan pelepasan jabatan untuk satu anggota kepolisian Kudus karena melanggar aturan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kepolisian Resort Kudus, memberikan hukuman yang tegas bagi anggota kepolisian yang melanggar aturan. Bahkan, kepolisian tidak segan menghentikan status polisi bagi anggota dengan tidak hormat.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan, menurutnya Senin (31/8/2015) pagi sudah dilakukan pelepasan jabatan untuk satu anggota kepolisian Kudus. Hal itu merupakan langkah terakhir yang dilakukan kepolisian, setelah beberapa tahapan dilakukan.

”Ipda Ahmad Sugianto sudah mangkir tugas selama dua tahun, kini sudah tidak menjabat sebagai anggota kepolisian. Sebab dari pihak yang bersangkutan sudah tidak dapat diajak menjadi petugas yang baik,” katanya didampingi Wakapolres Kompol Yunaldi kepada MuriaNewsCom saat ditemui.

Menurutnya, pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya dalam mempertahankan status kepolisian anggota. Namun yang bersangkutan sulit diajak komunikasi, sehingga langkah tersebutlah yang diperbuat.

Untuk melakukan tindakan tersebut, berbagai upaya juga sebelumnya sudah dilakukan. Mulai dari memanggil petugas yang mangkir selama dua tahun, hingga melakukan kordinasi dengan Polda.

”Hasil pembahasan dengan Polda, sepakat bahwa yang bersangkutan sudah tidak bisa dipertahankan. Bahkan keluarga juga tidak tahu keadaan mantan anggota polisi tersebut,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Butuh Keuletan dan Ketelitian Dalam Budidaya Lebah Madu

 

Peternak lebah madu sedang memeriksa sarang lebah pada saat menggembala lebah di wilayah Blora (MuriaNewsCom/Priyo)

Peternak lebah madu sedang memeriksa sarang lebah pada saat menggembala lebah di wilayah Blora (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Budidaya lebah madu hasilnya sangat menjanjikan. Namun demikian, untuk menekuni budidaya lebah madu, diperlukan keuletan dan ketelitian. Karena, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, banyak proses yang harus dilalui.

Setiyono, salah satu peternak lebah mengatakan, dalam budidaya lebah madu, terdapat beberapa kendala yang bisa membuat lebah tidak dapat memproduksi madu sesuai harapan. Seperti halnya, rendahnya tingkat populasi pada lebah karena kematian.

”Penyebabnya macam-macam. Bisa karena tanaman yang dihisap sari bunganya saat kita gembala mengandung pestisida atau air yang diminum tercemar. Begitupun dengan faktor alam,” katanya.

Untuk kali ini, dirinya sedang mengembangbiakkan lebah madu jenis Australia. Dalam satu tahun, madu yang dihasilkan lebah jenis ini bisa dipanen antara 10 hingga 12 kali.

Dirinya mengatakan, selain ke pabrik, hasil madu yang dipanen juga dijual ke konsumen secara perorangan. Untuk sekali panen, yakni berkisar 100 kotak, dirinya bisa meraupun hasil sekitar Rp 60 juta, bahkan lebih. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Pak Mandor Ini Tak Menyangka Bisa Bersalaman dengan Presiden

Budi Hartono, mandor tanam yang berhasil meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari 2015 bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo (Istimewa)

Budi Hartono, mandor tanam yang berhasil meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari 2015 bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo (Istimewa)

 

GROBOGAN – Keberhasilan LMDH Batur Wana Makmur, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo meraih juara II nasional dalam lomba Wana Lestari merupakan prestasi yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan Sakidin, selaku ketua LMDH tersebut. Tentu saja, Sakidin merasa sangat bangga karena kelompok yang dipimpinnya dapat penghargaan tingkat nasional.

“Saya bangga sekali karena dari prestasi ini, saya bisa bersalaman dengan Bapak Presiden di Istana Negara setelah menerima penghargaan. Ini menjadi pengalaman paling istimewa dalam hidup saya,” kata Sakidin, usai menghadiri acara penyerahan sharing produksi kayu di Kantor Perhutani KPH Purwodadi, pagi tadi.

Kebanggaan bisa bersalaman langsung dengan presiden juga dirasakan mandor tanam Budi Hartono yang juga meraih juara II nasional dalam lomba tahun 2015 ini. Menurutnya, selama ini yang dilakukan semata-mata adalah menjalankan tugas yang diberikan atasan.

Artinya, apa yang dilakukan itu bukan didasari niatan untuk menjadi pemenang lomba. Oleh sebab itu, dia sebelumnya juga tidak pernah memikirkan jika nantinya akan dapat juara atau tidak dalam lomba tingkat nasional tersebut.

“Saya selalu berupaya menjalankan tugas sebagai mandor tanam sebaik mungkin. Prestasi yang saya raih ini adalah berkat dukungan dari rekan-rekan semua,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

UMK Berhasil Raih Akreditasi Institusi B BAN-PT

Dr. Suparnyo SH. MS., Rektor Universitas Muria Kudus. (ISTIMEWA)

Dr. Suparnyo SH. MS., Rektor Universitas Muria Kudus. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Segenap civitas akademika Universitas Muria Kudus (UMK) patut berbahagia. Karena perguruan tinggi swasta (PTS) terbesar di Pantura Timur Jawa Tengah, ini berhasil meraih nilai B akreditasi institusi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Sebagaimana dilansir situs resmi BAN-PT di laman ban-pt.kemdiknas.go.id, raihan nilai B itu berdasarkan Surat Kebuputusan BAN-PT No. 821/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015 tertanggal 7 Agustus 2015 dan berlaku sampai dengan 7 Agustus 2020.

Rektor UMK, Dr. Suparnyo SH. MS., mengaku gembira dengan perolehan akreditasi institusi perguruan tinggi yang dipimpinnya. ”Perolehan nilai B akreditasi institusi ini berkat kerja keras pengurus yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan dan seluruh sivitas akademika,” katanya pada release yang diterima MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Suparnyo mengutarakan, hasil kerja keras yang mendapatkan raihan nilai akreditasi B ini, selayaknya disyukuri dan menjadi pelecut untuk memacu serta meningkatkan kualitas dan prestasi. ”Sarana dan prasarana perkuliahan serta lainnya, sudah sangat memadai di UMK ini. Tinggal bagaimana sekarang prestasi semakin ditingkatkan, khususnya prestasi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujarnya.

Wakil Rektor I UMK, Dr. A. Hilal Madjdi M.Pd., mengemukakan, UMK kini menjadi salah satu perguruan tinggi bergengsi di Jawa Tengah. ”Di pentas nasional, nama UMK juga diperhitungkan,” tuturnya.

Hilal menambahkan, UMK melangkah lebih jauh lagi, agar bisa bersaing dengan berbagai perguruan tinggi lain di level internasional, khususnya di ASEAN. Di level internasional, UMK sudah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan institusi lain di Malaysia, Thailand, dan Prancis.

”Ini dalam rangka mengukuhkan nama UMK di pentas global, meningkatkan kualitas akademik dalam kegiatan intership, students exchange, lucturer’s exchange, dan join research,” tutur Hilal. (TITIS W)

Selalu Berpindah Tempat Demi Mengembala Si Lebah

Peternak lebah madu sedang memeriksa kotak sarang lebah ketika menggembala di Dukuh Pakis, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Peternak lebah madu sedang memeriksa kotak sarang lebah ketika menggembala di Dukuh Pakis, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Bukan hanya ternak kambing, bebek, sapi, kerbau ataupun domba yang perlu digembalakan untuk mendapatkan makanan, ternyata peternak lebah juga menggembalakan piaraannya untuk mendapatkan makanan dari tanaman yang berbunga.

Bahkan peternak tersebut harus menggembalakan lebah hingga ke luar wilayah kabupaten atau bahkan provinsi selama waktu tertentu, selama masih banyak tanaman yang berbuah di tempat tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan peternak lebah asal Desa Gajihan, Kecamatan Gunungwungkal, Pati. Sumardi, bersama beberapa temanya rela “angon”(menggembala) lebah piarannya hingga ke wilayah Blora, tepatnya di Dukuh Pakis, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora.

Menurutnya, sebagai peternak lebah madu, menggembala lebah sudah menjadi rutinitas yang dilakukan. Tempatnya pun berpindah-pindah sesuai dengan musim tanaman yang ada di daerah tersebut.

”Untuk mengembala lebah, tidak ada batasan hari pada satu tempat. Bahkan, sebelum ke Blora, saya menggembalakan lebah ini hingga di Kabupaten Temanggung,” ungkapnya.

Ia datang ke Blora dengan membawa seratus kotak berisi ribuan lebah untuk digembalakan. Kotak yang berisi 9-18 sisir sarang lebah tersebut ditempatkan di tempat strategis yang dinilai tepat untuk pembiakan lebah madu.

”Lebah digembalakan untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Lokasinya kita cari yang sedang ada musim tanaman berbunga seperti jagung, kelengkeng, kopi, teh, karet, rambutan dan randu,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Pengecer Lebih Pilih Jual Premium Ketimbang Pertamax

Iin dibantu rekannya mengisi bensin ke dalam botol eceran. Setiap siang hari, stok bensinnya selalu habis dan harus diisi lagi. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Iin dibantu rekannya mengisi bensin ke dalam botol eceran. Setiap siang hari, stok bensinnya selalu habis dan harus diisi lagi. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Maraknya penjual bensin eceran di berbagai sudut wilayah Kudus ini ternyata tetap memiliki peminat. Masyarakat yang enggan mengantri di SPBU atau jarak tempat tinggal jauh dari SPBU, sering membeli bensin eceran. Rata-rata mereka membeli bensin eceran jenis premium yang mayoritas dijual pedagang.

Seperti Indah, atau yang akrab dipanggil Iin, pedagang bensin eceran di jalan Sunan Muria, Kudus. Setiap hari ia kulak bensin jenis premium di SPBU Panjang. Satu jerigen besar berukuran 25 liter dibawanya untuk diisi premium dan dijualnya kembali dalam bentuk botol berukuran satu liter.

”Saya pilih jualan premium saja, soalnya orang-orang lebih banyak beli bensin premium. Harganya juga stabil, tidak berubah-ubah. Ini per satu botol ukuran 1 liter saya jual dengan harga Rp 8.000. Harganya sama dengan para pedagang lainnya. Kalau saya jual Pertamax, harganya kan berubah-ubah,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Biasanya Iin berjualan mulai pukul tujuh pagi hingga sore hari. Dalam sehari ia bisa menjual mulai dari 25 hingga 50 botol. Berbeda dengan pedagang lainnya yang biasa menyimpan sisa bensin yang tidak laku, bensin yang dijual Iin tidak ada sisa.

”Buat antisipasi, saya tidak mau menyimpan bensin yang tidak laku. Untungnya, bensin yang saya jual selalu habis setiap hari. Kata orang-orang bensin yang saya jual awet buat perjalanan karena masih jernih,” tambah Iin.

Berbeda dengan Totok, pedagang eceran di Dersalam juga menjual bensin eceran jenis premium dengan harga yang sama. Dalam sehari, ia bisa menjual 25 botol dan berkulakan bensin hingga 35 liter. Namun, karena adanya perbaikan jalan di depan warungnya, dianggap menjadi kendala dua pekan terakhir ini.

”Sudah dua pekan ini mau kulakan saja repot. Bukan hanya bensin saja. Stok LPG 3 kg di warung juga menipis. Belum sempat kulakan ya karena perbaikan jalan ini,” keluhnya. (HANA RATRI/TITIS W)

Camera Pro Lumia, Buat Foto Layaknya DSLR

Counter Sentra Ponsel di Jalan Gatot Subroto, No 14, Kudus. Dengan menggunakan camera pro pada vendor Nokia Lumia pengguna ponsel dapat hasilkan foto setaraf DSLR. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Counter Sentra Ponsel di Jalan Gatot Subroto, No 14, Kudus. Dengan menggunakan camera pro pada vendor Nokia Lumia pengguna ponsel dapat hasilkan foto setaraf DSLR. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Untuk mendapatkan hasil jepretan yang sangat bagus, diperlukan kamera DSLR. Namun karena harganya cukup fantastis, banyak yang akhirnya menggunakan kamera smartphone. Bagi pengguna smartphone Microsoft Lumia, tidak perlu khawatir. Sebab Lumia menawarkan aplikasi camera pro yang bisa diinstal khusus untuk vendornya.

Muhammad A. Najib, salah satu IT di Sentra Ponsel Jalan Gatot Subroto, No 14, Kudus, mengatakan dengan menggunakan aplikasi ini, berbagai trik menggunakan kamera dapat dimiliki. ”Yaitu Smart Sequence, Motion Shot, Action Shot, Best Shot yang mampu menghasilkan gambar layaknya menggunakan kamera DSLR,” ujarnya.

Misalnya pada Smart Sequence, dapat memungkinkan pengguna mengambil foto berurutan dalam rentang waktu sekitar 5 hingga 10 detik. Sehingga menangkap momen sebuah gerakan obyek, mencari momen terbaiknya, atau unik dalam satu kali jepretan.

Sementara pada Motion Shot, pengambilan foto dimana pengguna mengambil gambar berfokus pada obyek, sedangkan pemandangan di sekeliling obyek blur seakan obyek melintas dengan cepat. ”Untuk yang ini sama dengan pengaturan speed pada kamera DSLR yang membuat obyek menjadi jelas dan obyek lain menjadi blur,” tambahnya.

Untuk mengambil Motion Shot yang bagus, pengguna perlu sedikit menggerakkan kamera mengikuti lintasan obyek dari jarak ideal lebih 4 meter dari tempat pengambilan foto. Ada pula Action Shot untuk pengambilan foto unik di mana obyek terlihat bergerak dalam urutan tertentu yang sebetulnya merupakan hasil dari beberapa gambar yang ditumpuk menjadi satu.

Dan fitur editing yang terdapat pada opsi Best Shot, di mana pengguna dapat memilih dari beberapa gambar, momen yang terbaik untuk disimpan. Menurut Najib, fitur ini sangat efektif untuk pengguna Lumia yang hobi berfoto.

Aplikasi ini dapat dimiliki oleh hampir semua seri Lumia. Seperti Nokia Lumia 822, 820, 810, Microsoft Lumia 735, Nokia Lumia 635, Nokia Lumia 630, Nokia Lumia 620, Microsoft Lumia 535 Dual SIM, Nokia Lumia 530, Nokia Lumia 521, Nokia Lumia 520, Microsoft Lumia 435.

”Untuk saat ini, Lumia keluaran terbaru sudah tersemat otomatis fitur camera pro untuk mempermudah penggunaan tanpa harus men-download sendiri,” pungkasnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Petani Kedelai Pati Desak Pemerintah Berlakukan HPP

f-kedelai (e)

Kepala Dispertannak Pati Mochtar Effendi, Babinsa, dan sejumlah petani panen kedelai di ubinan sawah Desa Gabus dengan hasil 1,8 ton per hektare. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Tulodho Tani” Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, mendesak agar pemerintah pusat segera memberlakukan harga pembelian pemerintah (HPP) secara efektif. Hal ini diharapkan untuk meningkatkan derajat petani yang selama ini kurang begitu mendapatkan perhatian.

Ketua Tulodho Tani Pardi kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015) mengatakan, harga kedelai yang dijual petani saat ini hanya dihargai Rp 6.300/kg. Ia mengaku, harga pembelian tersebut belum cukup untuk mengembalikan modal di sawah.

Sementara itu, Ketua Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Mochtar Effendi mengatakan, sebetulnya Menperindag sudah mengeluarkan HPP untuk kedelai, yakni Rp 7.700/kg. Karena itu, ia berharap agar harga kedelai yang diterima petani di Pati saat ini juga minimal seperti HPP.

“Saya sering mendapatkan keluhan dari petani kedelai di Pati mengelai harga. Karena itu, penetapan HPP kedelai Rp 7.700/kg diharapkan mulai berlaku secara efektif. Kasihan petani, melawan kekeringan saja berjibaku. Kalau hasil panennya dihargai rendah, ini memprihatinkan,” kata Mochtar. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Joss! LMDH Binaan KPH Purwodadi Raih Juara Nasional Wana Lestari 2015

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro memberikan ucapan selamat pada ketua LMDH Batur Wana Makmur Sakidin saat menyerahkan sharing produksi kayu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro memberikan ucapan selamat pada ketua LMDH Batur Wana Makmur Sakidin saat menyerahkan sharing produksi kayu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN- Salah satu LMDH binaan KPH Purwodadi berhasil meraih juara II tingkat nasional dalam lomba Wana Lestari 2015. Yakni, LMDH Batur Wana Makmur, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo.

Selain LMDH, salah satu mandor tanam KPH Purwodadi Budi Hartono juga dapat juara II tingkat nasional.Mandor tanam yang bertugas di RPH Karanggetas, BKPH Pojok itu meraih juara karena dinilai berhasil dalam merawat tanaman jati di wilayah kerjanya.

”Meski belum bisa meraih juara I tetapi yang dicapai mandor tanam dan LMDH ini sangat membanggakan. Meraih juara dilevel nasional tentu bukan prestasi yang gampang didapat,” ungkap Icek Baskoro, Wakil Bupati Grobogan.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih itu pantas mendapat apresiasi tersendiri. Sebab, prestasi itu secara tidak langsung ikut mengangkat nama Grobogan serta KPH Purwodadi.

Dia berharap, prestasi itu bisa memicu semangat LMDH maupun mandor tanam lainnya agar bisa meraih hasil yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.

Administratur Perhutani KPH Purwodadi Damanhuri menambahkan, baik LMDH dan mandor tanam tersebut sebelumnya menjadi juara I dalam lomba Wana Lestari tingkat Provinsi Jateng.

Atas prestasi ini, keduanya ditetapkan menjadi duta Jateng dalam lomba tingkat nasional. Penghargaan buat LMDH dan mandor tanam diserahkan langsung Presiden Joko Widodo saat upacara HUT ke-70 Kemderdekaan RI lalu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

19 LMDH Dapat Sharing Produksi Kayu Sejumlah Rp 275 Juta

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro serahkan sharing kepada LMDH di aula Kantor Perhutani KPH Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro serahkan sharing kepada LMDH di aula Kantor Perhutani KPH Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 19 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Perum Perhutani KPH Purwodadi dapat sharing produksi kayu tebangan tahun 2015. Besarnya dana bagi hasil yang didapat mitra Perhutani tersebut sebanyak Rp 275 juta lebih.

LMDH yang mendapat sharing tersebut berada di delapan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH). Masing-masing, BKPH Penganten, Jatipohon, Linduk, Pojok, Sambirejo, Tumpuk, Karangasem, dan Bandung.

Dalam penyerahan sharing itu, LMDH Sendang Wangi Agung mendapat bagian paling besar, yakni senilai Rp 101 juta. Disusul LMDH Batur Wana Makmur Rp 85 juta lebih, dan LMDH Jurang Jero Rp 49 juta lebih.

Penyerahan sharing buat 19 LMDH dilakukan Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro di aula Kantor Perhutani KPH Purwodadi siang tadi. Ikut mendampingi penyerahan sharing tersebut, Administratur KPH Purwodadi Damanhuri.

Menurut Damanhuri, jumlah LMDH di KPH Purwodadi ada 39. Pada tahun 2015 ini, hanya ada 19 desa yang mendapatkan sharing produksi kayu.

”Memang tidak semua LMDH dapat sharing karena hal ini disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kami harapkan, pembagian sharing ini bisa digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan anggota LMDH,” ujarnya.

Selain pembagian sharing, dalam kesempatan itu juga diserahkan dana CSR Perhutani untuk masyarakat di sekitar hutan. Yakni, bantuan renovasi musala di Dusun Widuri, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo senilai Rp 7,5 juta. Kemudian, bantuan untuk pembangunan sarana pendidikan PAUD di Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, senilai Rp 11,8 juta serta bantuan dana Rp 100 juta buat pinjaman lunak bagi mitra binaan Perhutani. (DANI AGUS/TITIS W)

Kata Nelayan, Ini Solusi Efektif Atasi Masalah Parkir di Sungai Juwana

Kondisi areal tambat kapal di Sungai Juwana yang dinilai perlu dinormalisasi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi areal tambat kapal di Sungai Juwana yang dinilai perlu dinormalisasi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Padatnya kapal yang parkir di sepanjang Sungai Juwana ternyata menimbulkan masalah baru. Selain arus lalu lintas kapal semrawut, nelayan tradisional pengguna perahu cukrik terancam tidak bisa melaut lantaran aksesnya tertutup kapal-kapal besar.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Pati Haryanto rencananya akan membangun kolam kapal seluas lima hektare. Ia juga akan membebaskan lahan yang akan dijadikan kolam kapal dan dipastikan rampung akhir 2015.

Haryanto menilai, pembuatan kolam kapal menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah menumpuknya kapal nelayan besar di alur sungai. Selain itu, kolam kapal dinilai bisa meningkatkan pendapatan daerah.

Namun, solusi tersebut dianggap tidak menjawab persoalan. Jamari, tokoh nelayan Juwana mengatakan, pembuatan dan perawatan kolam kapal akan menelan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, ia mengusulkan agar pembuatan kolam kapal mestinya dilakukan di pinggir laut dengan menyerupai teluk.

“Kolam ikan di pinggir laut harus disertai dengan bangunan penahan gelombang. Dengan cara ini, biaya perawatan mengatasi pendangkalan bisa ditekan,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Selain itu, ia juga mengusulkan, mestinya yang dilakukan pemkab adalah melakukan normalisasi Sungai Juwana sepanjang tujuh kilometer. Hal itu diharapkan bisa mengatasi pendangkalan, memperlancar aliran air, dan bisa digunakan untuk parkir kapal dengan baik. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Polwan Blora Bagi-bagi Cokelat untuk Pengendara Tertib Lalu Lintas

Polwan Blora Bagi-bagi Cokelat (e)

Salah satu Polwan saat menghadiahkan cokelat bagi pengendara yang tertib berkendara dan berlalu lintas. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Dalam HUT Polwan Ke 67 tahun sebanyak 32 Polwan ikut melakukan operasi rutin bagi pengendara motor roda dua dari Satlantas Polres Blora bersama Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kabupaten Blora, di jalan Mr Iskandar selatan Alun-alun Blora. Dalam operasi tersebut para Polwan memberikan cokelat, kepada pengendara yang tertib dan lengkap surat-surat kendaraan bermotornya.

”Kami bersama Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Blora menggelar operasi rutin bagi pengendara sepeda motor. Dalam operasi ini kami membagikan cokelat bagi pengendara yang tertib, serta lengkap pada surat-surat kendaraannya,” jelas Kaur Mintu Satlantas Polres Blora Ipda Lilik Widiyastuti, Senin (31/8/2015).

Hal ini dilakukan juga untuk memotivasi pengendara kendaraan agar selalu taat berlalu lintas. Pembagian cokelat tersebut merupakan bagian dari tindakan persuasif dalam operasi ini. ”Sehingga dalam rangka ulang tahun Polwan ke 67 ini, kami mengajak masyarakat selalu tertib berlalu lintas,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya mengungkapkan, peran polwan hampir sama dengan polki (polisi laki- laki). Sehingga Polwan juga ikut aktif dalam membantu untuk mengayomi masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman serta kondusif.

Sehingga nantinya kedepan kehadiran polwan bisa diterima masyarakat dengan baik serta memberi pengayoman bagi masyarat. Agar wilayah Blora khususnya, semakin kondusif dan terkendali. ”Kami berharap kedepan polwan semakin solid, kompak, dan sukses dalam menjalankan tugas untuk mengayomi masyarakat,” harapnya. (Priyo/TITIS W)

Pembuatan Kolam Tambat Kapal di Juwana Dinilai Tak Efektif

Kolam Tambat Kapal (e)

Sebuah kapal nelayan akan parkir di kawasan tambat kapal di Sungai Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati rencananya membuat kolam tambat kapal di Juwana. Hal tersebut untuk mengurangi tingkat kepadatan parkir kapal di Sungai Juwana yang sampai saat ini masih berpolemik.

Meski begitu, rencana pembangunan tersebut dinilai tidak efektif. Bahkan, pengadaan infrastruktur tersebut justru dikhawatirkan hanya menambah beban negara, lantaran butuh biaya pemeliharaan yang tidak sedikit.

”Solusi untuk mengatasi tingkat kepadatan kapal nelayan yang parkir di Sungai Juwana tidak harus membuat kolam tambat. Itu hanya menghabiskan anggaran negara, karena biaya perawatannya tidak murah,” ujar Jamari, salah seorang nelayan saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Rencananya, Pemkab Pati akan membangun kolam tambat kapal di sebelah utara Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Unit II Bajomulyo Juwana. Lokasi itu pun dinilai tidak sesuai dengan kondisi lingkungan, karena berupa tambak di dekat sungai.

”Normalisasi sungai dan penyadaran nelayan untuk menjaga sungai itu jauh lebih efektif, ketimbang membuat kolam tambat ikan di kawasan tambak,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Banyak Wajib Pajak Menunggak, Satlantas Polres Blora Gelar Operasi Gabungan

Kepala UP3AD bersama staf serta Satlantas Polres Blora saat melakukan operasi gabungan. (MuriaNewsCom/Priyo)

Kepala UP3AD bersama staf serta Satlantas Polres Blora saat melakukan operasi gabungan. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Blora bersama Polwan Polres Blora dan Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kabupaten Blora, menggelar operasi rutin bagi pengendara motor roda dua. Operasi itu digelar di jalan Mr Iskandar selatan Alun-alun Blora.

”Operasi rutin ini dalam rangka mengetahui wajib pajak yang dilakukan oleh para pengguna motor,” jelas Kaur Mintu Satlantas Polres Blora Ipda Lilik Widiyastuti, Senin (31/8/20215).

Menurutnya, operasi untuk menciptakan kondisi keamanan dalam berlalu lintas. Selain itu, agar para pengendara bisa mentaati peraturan serta mentaati kewajiban mereka sebagai pengendara sepeda motor. ”Pada operasi ini kami lakukan tindakan penilangan bagi mereka yang masih melanggar,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala UP3AD Kabupaten Blora, David Budi Hartono, operasi gabungan ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak wajib pajak yang belum memenuhi wajib pajak kendaraanya. ”Tujuan operasi gabungan ini kami lakukan untuk memberi shock terapi bagi para wajib pajak kendaraan bermotor di wilayah Blora,” jelas Kepala UP3AD Kabupaten Blora, David Budi Hartono.

Kegiatan ini juga memberikan himbauan bagi para wajib pajak kendaraan roda dua yang melintas. Sehingga hal ini untuk mengurangi penunggakan pajak, agar tertib dalam melakukan pembayaran wajib pajak kendaraannya.

”Kalau mereka tidak membayar wajib pajak tentu mereka kena tilang. Oleh karena itu kami berharap dengan adanya operasi gabungan ini, para wajib pajak kendaraan bermotor sadar untuk kewajibannya membayar pajak. Sehingga mereka bisa tertib pajak yang sudah menjadi tanggung jawab pemilik masing-masing wajib pajak,” terangnya. (PRIYO/TITIS W)

Lusa, Panwas Grobogan Tertibkan Angkot Bergambar Pasangan Calon

Rakor Panwaslu Grobogan yang di antaranya membahas tentang penertiban angkot dan kendaraan umum lainnya yang masih dipasangi atribut Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rakor Panwaslu Grobogan yang di antaranya membahas tentang penertiban angkot dan kendaraan umum lainnya yang masih dipasangi atribut Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Terkait masih maraknya angkot yang ditempeli atribut bergambar pasangan calon, pihak Panwaslu Grobogan akan segera mengambil langkah tegas. Rencananya, Rabu (2/9/2015) lusa, pihak Panwaslu bergerak menertibkan angkot dan kendaraan umum lainnya yang masih dipasangi atribut tersebut.

Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama menyatakan, sebelum melakukan tindakan pencopotan, pihaknya terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Yakni, dengan Satlantas Polres Grobogan, Dishubkominfo, dan Satpol PP.

”Beberapa instansi terkait kita libatkan untuk memudahkan upaya penertiban kendaraan umum, yang masih terpasang atribut pasangan calon. Dari hasil rapat koordinasi ini disepakati kalau penertiban dilakukan pada hari Rabu lusa,” jelasnya usai rakor pagi tadi di Kantor Panwaslu Grobogan.

Agus Purnama menyatakan, pemasangan gambar pasangan calon dalam kendaraan umum maupun pribadi termasuk kategori pelanggaran. Untuk itu, sebelum diambil tindakan pihaknya mengimbau agar pemilik kendaraan mencopot sendiri atribut bergambar pasangan calon tersebut.

Ditambahkan, upaya pencopotan atribut di kendaraan umum nanti rencananya dimulai pukul 08.00 WIB. Untuk lokasinya terbagi di beberapa titik yang tersebar di kota Purwodadi. (DANI AGUS/TITIS W)

Para Siswa Baru SMP 1 Jati Kudus Masih Dalam Taraf Adaptasi

Siswa Baru SMP 1 Jati (e)

Siswa yang tergabung dalam teater Jasmine SMP 1 Jati. Saat ini terdapat 282 siswa baru yang diterima di SMP 1 Jati Kudus sedang dalam taraf adaptasi dalam penerapan kurikulum 2013. (ISTIMEWA)

KUDUS – Sebanyak 282 siswa baru yang diterima di SMP 1 Jati Kudus sedang dalam taraf adaptasi. Penggunaan kurikulum KTSP 2006 masih diterapkan di sekolah ini untuk para peserta didik. Baik siswa baru maupun angkatan sebelumnya.

”Penerapan kurikulum 2013 belum siap dilaksanakan di sekolah ini. Alasannya, pertama sarana dan prasarana belum siap, seperti buku dan alat peraga. Kemudian, para guru belum mendapatkan pelatihan kurikulum 2013 sehingga ketika siswa mendapat tugas mereka belum siap, jadi kami masih gunakan kurikulum 2006,” kata Supriyanto, wakasek kurikulum SMP 1 Jati, saat ditemui MuriaNewsCom di tempat kerjanya.

Supriyanto mengatakan, para siswa masih dalam taraf adaptasi dalam menerima pelajaran. Namun, pihaknya tidak memberikan upaya apapun untuk para siswa. Namun pihaknya meyakini para siswa dapat melewati proses alami ini dan siswa baru aktif menerima materi yang disampaikan guru.

Supriyanto berharap, ke depannya wacana kurikulum 2013 dapat diberlakukan secara nasional. Agar setiap sekolah sejajar dalam penggunaan kurikulum. ”Yang kedua, sarana dan prasarana di antaranya buku dan alat peraga juga dilengkapi,” pungkasnya. (HANA RATRI/TITIS W)

Kuota Belum Terpenuhi, UFC League Kemungkinan Mundur Lagi

Poster UFC League. (MuriaNewsCom)

Poster UFC League. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Penyelenggaraan kompetisi futsal di Kudus, United Futsal Community (UFC) League musim 2015-2016 kemungkinan kembali mundur dari jadwal seperti yang terjadi di tahun lalu. Pasalnya, tim kontestan UFC League masih belum memenuhi kuota.

Hal itu disampaikan langsung oleh Event Manager United Stadium, Catur Anggoro Priyo kepada MuriaNewsCom. ”Harusnya bisa dimulai 5 September nanti. Untuk even ini membutuhkan kontestan sebanyak 16 tim. Sedangkan yang baru resmi mendaftar sebanyak 8 tim,” keluh Catur.

Dia mengakui kebanyakan tim mempertimbangkan permasalahan biaya pendaftaran yang cukup tinggi. Untuk tim yang sudah terdaftar masuk United Futsal Community, biaya pendaftaran sebesar Rp 1,5 juta. Sedangkan untuk tim non-anggota cukup tinggi, yaitu Rp 4 juta.

”Tapi dengan biaya segitu, kontestan bisa mengikuti tiga kompetisi futsal yang diselenggarakan United Stadium. Ada Sukun Executive League (SEL), SEL Cup, dan UFC Cup,” tutur Catur.

Dengan menggunakan sistem pre, full dan end season layaknya liga profesional Catur berharap olahraga futsal bisa berkembang di Kota Kretek. Namun, dengan melihat tren belakangan dia berpendapat pamor futsal agak menurun ketimbang sebelumnya.

”Database UFC League, ada 58 tim yang terdaftar. Kami akan coba terus sosialisasikan hal ini kepada mereka, hingga nantinya kompetisi bisa segera bergulir,” tutup Catur. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)