Jurus Aparat Kudus Biar Tak Ada Bentrok TNI-Polri

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Adanya perselisihan antara anggota TNI dengan petugas kepolisan di Indonesai, disikapi oleh pihak Kepolisian Resor Kudus. Bagi seorang polisi, hak tersebut jangan sampai terjadi di Kudus. Sebab TNI-lah yang membuat polisi menjadi kuat dan besar.

Hal itu dikatakan Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan. Menurutnya seorang polisi dan tentara harus melakukan kerja sama yang bagus. Tanpa itu, keduanya tidak akan mampu menjaga kudus lebih aman dan hanya menjadi petugas yang kurang maksimal.

“TNI atau Kodim di Kudus, merupakan kesatuan bagi polisi. Jadi tidak dapat dipisahkan. Kami tidak dapat bekerja dengan melindungi masyarakat jika tidak ada tentara yang melindungi keamanan, begitu pun sebaliknya,” kata Kapolres kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya tidak ada hal yang pantas untuk diributkan. Terlebih sampai diperdebatkan. Sebab bagi dia semuanya sama, dengan sama menjaga keutuhan indonesai dan mewujudkan keamanan bagi masyarakat.

Selain itu, komunikasi yang baik juga rutin dilakukan oleh anggota kepolisian dengan tentara. Selain itu saling mengadakan kegiatan bersama juga menjadi kekokohan hubungan mereka, selain itu, unsur pertemanan juga menjadi hal yang baik dalam menjaga kebersamaan.

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan mengatakan, baik polisi maupun tentara sama sama mengayomi masyrakat. Keduanya juga saling mengayomi baik dari tentara ke polisi maupun sebaliknya.

“Kita sama sama membutuhkan, dan kita juga mengayomi masyakat dengan tugas dan fungsinya masing masing,” katanya kepada MuriaNewsCom
Menurutnya, mengenai benturan yang terjadi, tidak diharapkan akan terjadi di Kudus. Sebab kerja sama selama ini sudah dilakukan jauh hari. Mulai dari membuat progam kerja bersama, apel bersama. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)