Hi..!Ada Hantu Diarak di Makam Desa di Jepara

Warga mengarak Memeden Gadu di Desa Kepuk, Bangsri, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga mengarak Memeden Gadu di Desa Kepuk, Bangsri, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Untuk melestarikan tradisi nenek moyang, warga Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Jepara menggelar sedekah bumi dengan mengarak tumpeng hasil bumi dan memeden gadu, Senin (31/8/2015) sore tadi. Acara ini dimeriahkan ribuan warga setempat.

“Ini sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Serta dijauhkan dari serangan hama, warga Desa Kepuk, mengarak tumpeng raksasa hasil bumi dan ratusan memeden gadu. Acara ini dikemas dalam tema festival memeden gadu,” ujar Jatmiko, panitia kegiatan.

Menurutnya, arak-arakan tumpeng raksasa hasil bumi sebagai wujud syukur atas hasil bumi yang dipanen petani melimpah. Sedangkan, memeden gadu yang merupakan hantu-hantunan sawah yang biasa digunakan para petani untuk mengusir hama, dijadikan sebuah simbol agar dijauhkan dari hama.

“Ini sekaligus bentuk syukur warga atas hasil bumi yang melimpah. Diharapkan, pada masa-masa yang akan datang para petani dijauhkan dari berbagai bencana dan serangan hama,” tuturnya.

Seluruh rangkaian kegiatan Festival Memeden Gadu ini digelar di kompleks makam tokoh desa setempat, Mbah Bolem. Meski dilaksanakan di pemakaman desa, tak mengurangi niat masyarakat datang menyaksikan pentas tarian Memeden Gadu yang juga dipentaskan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)