Atasi Persaingan Sengit, Pemdes Peganjaran Bentuk Kelompok UMKM

Juwariyah salah satu pedagang toko kelontong di Peganjaran. Baginya yang terpenting adalah usaha dapat berjalan lancar dan mendapat bantuan modal untuk memperbesar usaha. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Juwariyah salah satu pedagang toko kelontong di Peganjaran. Baginya yang terpenting adalah usaha dapat berjalan lancar dan mendapat bantuan modal untuk memperbesar usaha. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Untuk mengurangi persaingan negatif diantara pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), maka pemerintah Desa Peganjaran, Kecamatan Bae memberlakukan pengelompokan pengusaha. Hal itu dilakukan untuk memantau, serta mendata usaha tersebut. Supaya tercipta pertumbuhan ekonomi warga yang baik tanpa adanya persaingan tidak sehat.

Kepala Desa Peganjaran Munaji menjelaskan, di desanya terdapat 115 UMKM, mulai toko kelontong, pedagang kecil, dan usaha konveksi. Itu yang terlihat secara kasat mata, karena masih banyak lagi usaha kecil yang baru bermunculan. Namun untuk meredam persaingan negatif diantara mereka, pemdes membuat kelompok usaha dan mendatangkan dinas terkait untuk melakukan pembinaan.

”Kami hanya sekadar mewadahi atau menengahi saja. Namun untuk pembinaannya, nanti kita datangkan dinas terakait supaya pelaku UMKM bisa diarahakan, dibina, dan dibantu permodalannya,” paparnya.

Selain itu, jika dibentuk kelmpok usaha, maka mereka bisa saling berkomunikasi dan bekerja sama memasarkan produknya. Mereka juga bisa memperbesar kinerja mereka dalam berorganisasi. Sehingga terbentuk sebuah usaha yang besar.

Dengan pengelompokkan UMKM yang disesuaikan dengan jenis usaha dan besar kecilnya usaha tersebut. Diaharapkan membuat pertumbuhan usaha kecil di wilyah Peganjaran berjalan maksimal. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)