Di Kudus, Kades dan Perangkatnya Bingung Ikuti BPJS

MuriaNewsCom

 

KUDUS – Terkait dengan imbauan Pemerintah Kabupaten Kudus kepada seluruh perangkat desa agar  terdaftar dalam Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial (BPJS), mendapat tanggapan beragam.

Misalnya saja, salah satu Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko. Dia berpendapat  keikutsertaan kepala desa dan perangkatnya ikut BPJS nantinya akan menimbulkan pro dan kontra. “Akan pro kontra,” katanya.

Dia  juga menuturkan, bila ada salah satu perangkat desa atau sanak famili yang sudah terdaftar di Askes atau BPJS secara mandiri, apakah nantinya bisa menimbulkan klaim dobel atau dobel data.

Sebab sebelum diadakannya kewajiban mendaftar di BPJS tersebut, rata rata perangkat desa yang ada di Kudus telah mendaftar iuran BPJS secara mandiri.

Selain itu, bila perangkat desa yang sudah tergabung dalam BPJS kelas I. Sekarang malah disuruh mendaftar lagi secara kolektif dengan perangkat desa lainnya di kelas II .

”Apakah itu namanya tidak turun kelas? Nah itu yang menjadi pertanyaan kita? Sebab MOU dengan BPJS tersebut juga belum sampai ke kami. Dan kami juga masih bertanya tanya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pendaftaran BPJS tersebut persyaratan yang paling mutlak ialah menggunakan E-KTP. Namun E-KTP tersebut harus digunakan satu kali dalam penginputan data.

Bila mereka diharapkan untuk ikut serta BPJS secara kolektif, apakah nantinya akan dobel dalam penginputan menggunakan E-KTP tersebut.

Selain itu, dalam pembayaran BPJS itu nantinya akan diambilkan dari APBDes di Sub Bagi hasil pajak daerah yang sudah di transfer ke rekening desa.

“Meskipun nantinya akan di ambilkan dari APBDes di sub Bagi hasil pajak daerah, akan tetapi rata rata kades dan perangkat pasti mempunyai pandangan yang berbeda tentang hal itu,” paparnya.

Hal tersebut juga diutarakan oleh Perangkat Desa Barongan Bagian Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bangun Mulyo Wibowo. Dia mengatakan, keluarganya selama ini sudah terdaftar dalam Askes istrinya yang jadi PNS. Kondisi itu membuatnya bingung. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)