Yuk, Timba Ilmu Budidaya Lele di Komunitas Peternak Lele Sangkuriang

 

Lele sangkurian yang berada di kolam sedang diberi makan (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Lele sangkurian yang berada di kolam sedang diberi makan (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Salah satu varietas lele, yakni lele sangkuriang, menjadi tren hingga sekarang. Di berbagai kota di Indonesia, termasuk di wilayah Kudus, juga diperkenalkan lele sangkuriang. Fitrahuddin, ketua Komunitas Lele Sangkuriang Kudus, bersama 15 anggotanya bergerak cepat memperkenalkan lele sangkuriang sejak tahun 2011. Mereka mengawalinya dengan modal minim dan terbentuklah komunitas tersebut hingga sekarang.

“Komunitas ini kumpulan dari para petani lele sangkuriang. Saya tidak menamai paguyuban seperti halnya perkumpulan atau paguyuban tani. Karena memang berdiri untuk berkumpulnya para pecinta lele sangkuriang,” ungkap Fitrah, saat ditemui di rumahnya di desa Blimbing Kidul, Kaliwungu, Kudus.

Fitrah menjelaskan, pemberian nama lele sangkuriang didasarkan cara pembudidayaan ikan air tawar ini. Secara singkat, lele jenis ini dikawin silang antara lele betina generasi F2 dengan lele jantan generasi F6. Sama halnya dengan legenda cerita Sangkuriang dari Jawa Barat, yakni anak laki-laki ingin menikahi ibunya sendiri tetapi tidak terpenuhi. Sedangkan untuk lele sangkuriang ini diperbolehkan terjadi perkawinan silang antara induk (lele betina) dengan anaknya sendiri.

Menurut Fitrah, di wilayah Kudus sendiri belum terdapat komunitas lele sangkuriang. Untuk itu, ia memilih mengumpulkan para petani yang berminat membudidayakan lele sangkuriang. Selama empat tahun berjalan, 15 orang terlibat sebagai anggota aktif. Masing-masing anggota memiliki tugas. Seperti Fitrah, yang setiap harinya mengawinkan lele sangkuriang. Sedangkan teman-temannya memasarkan lele sangkuriang ke berbagai pelanggan atau pasar-pasar.

“Selain itu juga kami sealu berkumpul untuk sharing, berbagi cerita tentang lele sangkuriang ini. Rata-rata para anggota adalah orang awam yang tidak mengetahui terlalu detail tentang lele sangkuriang ini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, anggotanya pun tidak hanya dari wilayah Kabupaten Kudus sendiri, tetapi juga dari berbagai wilayah seperti Pati, Grobogan, Jepara, dan sebagainya.

Fitrah berharap, lele sangkuriang ini dapat lebih dikenal masyarakat Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Terutama di wilayah eks Karesidenan Pati.”Ternak lele sangkuriang lebih mudah. Panen setiap dua bulan sekali,” pungkasnya. (HANA RATRI/KHOLISTIONO)