‘Berondong’ Bisa Tergoda PSK Pati dan Terancam Ikut ‘Jajan’

Sejumlah pegiat hukum dan sosial menunjukkan papan imbauan anak di bawah umur dilarang masuk lokalisasi, sebelum ditanam secara permanen menggunakan semen. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pegiat hukum dan sosial menunjukkan papan imbauan anak di bawah umur dilarang masuk lokalisasi, sebelum ditanam secara permanen menggunakan semen. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Sikap iseng untuk memasuki kawasan lokalisasi di Pati dan sekadar menonton pekerja seks komersial (PSK) dikhawatirkan menjadi kebablasan yang berujung pada “jajan” PSK. Hal ini mulai lumrah menjangkiti kalangan anak di bawah usia 18 tahun atau akrab disebut ‘berondong’.

Jika sudah terjerumus, mereka akan ketagihan. Padahal, mereka belum punya pekerjaan yang berpotensi menghalalkan segala cara untuk jajan PSK. Ini yang kemudian meraih simpati sejumlah pegiat sosial.

Sekretaris LSM Penegakan Hukum Bhakti Anak Negeri Bambang Suherman mengatakan, anak di bawah umur sekarang sudah banyak yang mulai mencoba untuk mengenal kawasan prostitusi. Padahal, lokalisasi biasanya identik dengan HIV/AIDS dan penyimpangan moral yang berpotensi merusak masa depan anak.

Karena itu, pihaknya mencoba untuk mengingatkan masalah tersebut dengan memasang papan peringatan di lokalisasi Lorong Indah dan Kampung Baru, Kecamatan Margorejo.

”Anak muda saat ini harus bisa menjadi generasi emas yang memajukan negeri, bukan terlibat dengan seks bebas, pergaulan malam, termasuk mencoba jajan PSK,” katanya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)