Begini Modus Polisi Gadungan Tipu Restoran di Pati

Udin, salah satu pengelola resto di Pati (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Udin, salah satu pengelola resto di Pati (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Pengelola rumah makan dan restoran di Pati saat ini resah dengan adanya penelepon yang mengaku dari pihak kepolisian, tetapi ternyata tidak. Padahal, layanan pesan antar dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi customer.

Hal ini dikeluhkan Udin, pengelola salah satu restoran di kawasan Simpang Lima Pati. Ia mengaku, sudah lima kali ditelepon dari orang yang mengaku dari pihak kepolisian untuk mengantarkan sejumlah makanan box.

“Beberapa waktu lalu, kami sempat tertipu. Saya sudah membuat banyak makanan box untuk saya antar ke Polres Pati. Setelah saya antar, ternyata pihak kepolisian mengaku tidak memesan. Akhirnya saya harus merugi. Barusan dapat telepon lagi yang mengaku Kapolres Pati,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (22/8/2015).

Ia menambahkan, biasanya pelaku pesan awal dalam jumlah yang sedikit, misalnya 10 hingga 25 kardus. Setelah selang 15 menit, pelaku kembali menelepon untuk minta tambahan makanan, sekaligus minta isi pulsa yang nantinya akan diganti waktu mengantar makanan.

“Pengelola rumah makan atau restoran harus hati-hati dan waspada agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ini nomor penelepon yang sempat menipu saya tadi, 082153489760. Dia pesan nasi box dengan lauk ayam sebanyak 25 box,” tandasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)