Pengusaha Kembali Diberi Waktu untuk Bongkar Bangunan Sendiri

Sejumlah pengusaha melakukan penghadangan dan perlawanan pada eksekusi pembongkaran. Oleh sebab itu Pemkab Jepara memberikan waktu pada mereka untuk membongkar sendiri bangunan karaokenya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pengusaha melakukan penghadangan dan perlawanan pada eksekusi pembongkaran. Oleh sebab itu Pemkab Jepara memberikan waktu pada mereka untuk membongkar sendiri bangunan karaokenya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pengusaha karaoke Pungkruk Desa Mororejo, Mlonggo, Jepara, kembali diberi waktu oleh Pemkab Jepara untuk melakukan pembongkaran sendiri terhadap bangunan-bangunan mereka. Hal itu “terpaksa” dilakukan lantaran ada perlawanan dari para pengusaha pada eksekusi pembogkaran yang digelar Rabu (19/8/2015).

Wakil Ketua DPRD Jepara Imam Yusdi Ghazali yang turut hadir pada momen tersebut mengatakan, sudah ada kesepakatan antara pengusaha karaoke dengan Pemkab Jepara agar untuk sementara waktu bangunan yang dibongkar hanya bangunan yang kosong. Sebab, sampai saat ini Pemkab Jepara belum memberikan lahan atau tempat pengungsian bagi para pengusaha yang tinggal di bangunan usaha mereka di Pungkruk tersebut.

”Ini yang saya maksud. Harus ada solusi bagi mereka. Pemkab harus menyediakan tempat bagi pengusaha yang menjadi korban pembongkaran,” kata Imam kepada MuriaNewsCom.

Menurut Imam, bagaimanapun juga, pengusaha maupun karyawan di tempat karaoke merupakan warga negara Indonesia yang harus dilindungi hak-hak mereka. Terutama hak untuk mendapatkan keadilan. Setidaknya, menurut dia, harus ada dialog untuk mencarikan solusi terbaik bagi masalah Pungkruk tersebut.

”Jangan menggunakan kekuasaan saja. Tapi gunakan langkah-langkah yang baik dan bijaksana,” kata Imam. (WAHYU KZ/TITIS W)