Batu Akik Langka Jepara Dijual, Separuh Hasilnya untuk Anak Yatim

Cincin batu akik buatan Bagong siap bersaing dengan batu akik dari daerah lain. Dia berkomitmen, dari hasil penjualan batu akik tersebut dibagikan ke yatim piatu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Cincin batu akik buatan Bagong siap bersaing dengan batu akik dari daerah lain. Dia berkomitmen, dari hasil penjualan batu akik tersebut dibagikan ke yatim piatu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tak ingin begitu saja mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari penjualan batu akik khas Jepara yang ditemukan. Warga Desa Krapyak Kecamatan Tahunan Jepara, Joko Pramono alias Bagong berkomitmen jika hasil dari penjualan batu akik yang berbuat dari batu mulai khas Jepara akan dibagikan dengan anak yatim piatu.

“Saya dan teman-teman saya sudah berniat dan berjanji jika separuh dari uang yang kami dapat dari penjualan batu akik khas Jepara ini akan kami bagi dengan anak yatim piatu,” ujar Bagong kepada MuriaNewsCom, Sabtu (8/8/2015).

Menurut Bagong, pembagian akan dilakukan 50 persen bagi anak yatim piatu, dan sisanya baru dibagi antara dirinya dengan teman-temannya yang ikut menemukan batu mulia khas Jepara.

Sebab, kata Bagong, sebagian dari harta yang diperoleh terdapat hak bagi anak yatim piatu.

“Itu sudah komitmen kami. Misalkan dari penjualan batu mulia seharga Rp1 juta, maka Rp500 ribu kami berikan ke anak yatim, dan sisanya baru saya bagi dengan teman-teman,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, penjualan batu mulia khas Jepara yang dia temukan cukup laris manis. Bahkan, setiap kali dia buat cincin akik, selalu langsung diambil oleh pembeli. Sehingga stok cicin akik yang siap pakai berbahan batu mulia khas Jepara sangat minim di kediamannya.

“Kalau yang masih bongkahan batu masih sangat banyak. Tapi kalau yang sudah jadi cincin sangat sedikit karena selalu langsung dibeli orang,” katanya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)