Jurus Aparat Kudus Biar Tak Ada Bentrok TNI-Polri

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Adanya perselisihan antara anggota TNI dengan petugas kepolisan di Indonesai, disikapi oleh pihak Kepolisian Resor Kudus. Bagi seorang polisi, hak tersebut jangan sampai terjadi di Kudus. Sebab TNI-lah yang membuat polisi menjadi kuat dan besar.

Hal itu dikatakan Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan. Menurutnya seorang polisi dan tentara harus melakukan kerja sama yang bagus. Tanpa itu, keduanya tidak akan mampu menjaga kudus lebih aman dan hanya menjadi petugas yang kurang maksimal.

“TNI atau Kodim di Kudus, merupakan kesatuan bagi polisi. Jadi tidak dapat dipisahkan. Kami tidak dapat bekerja dengan melindungi masyarakat jika tidak ada tentara yang melindungi keamanan, begitu pun sebaliknya,” kata Kapolres kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya tidak ada hal yang pantas untuk diributkan. Terlebih sampai diperdebatkan. Sebab bagi dia semuanya sama, dengan sama menjaga keutuhan indonesai dan mewujudkan keamanan bagi masyarakat.

Selain itu, komunikasi yang baik juga rutin dilakukan oleh anggota kepolisian dengan tentara. Selain itu saling mengadakan kegiatan bersama juga menjadi kekokohan hubungan mereka, selain itu, unsur pertemanan juga menjadi hal yang baik dalam menjaga kebersamaan.

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan mengatakan, baik polisi maupun tentara sama sama mengayomi masyrakat. Keduanya juga saling mengayomi baik dari tentara ke polisi maupun sebaliknya.

“Kita sama sama membutuhkan, dan kita juga mengayomi masyakat dengan tugas dan fungsinya masing masing,” katanya kepada MuriaNewsCom
Menurutnya, mengenai benturan yang terjadi, tidak diharapkan akan terjadi di Kudus. Sebab kerja sama selama ini sudah dilakukan jauh hari. Mulai dari membuat progam kerja bersama, apel bersama. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Begini Bocoran Audisi PB Djarum dan Cara Pendaftarannya di Kudus

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, 1-3 September 2015, dipastikan akan ramai.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin,di Kudus, Senin (31/8), mengatakan, audisi di Kudus akan dibagikan Super Tiket kepada pemain yang mampu menampilkan performa terbaik. Super Tiket itu hanya diperuntukkan bagi pemain lolos hingga babak semifinal untuk kategori U-15 putra dan U-13 Putra.

“Sementara untuk kategori U-15 putri dan U-13 putri, Super Tiket hanya diberikan kepada pemain yang lolos hingga babak final,” kata Yoppy dalam rilis persnya kepada MuriaNewsCom.

Seluruh peserta yang lolos nantinya akan mengikuti Final Audisi yang berlangsung 4-6 September 2015 di GOR Djarum, Jati, Kudus.

Bagi bibit muda yang ingin mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 seri kesembilan di Kudus, pendtaran bisa dilakukan secara online di www.pbdjarum.org. Atau dengan mendaftar langsung di GOR Djarum, Jati.
“Peserta wajib melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) atau pada tanggal 31 Agustus 2015,” kata Yoppy.

Dengan membawa berkas kelengkapan seperti poto berwarna ukuran 4×6, fotokopi akta kelahiran, fotokopi STTB SD, fotokopi rapor SD, dan fotokopi bukti prestasi.(MERIE/AKROM HAZAMI)

Biar Minim Atlet, Tinju Kudus Tak Gentar Tatap Kejurprov

Ro'uf (kaus hijau) ketika tengah melatih atlet tinju Kudus. (MuriaNewsCom/M Iqbal Na’imy)

Ro’uf (kaus hijau) ketika tengah melatih atlet tinju Kudus. (MuriaNewsCom/M Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Meski jumlah atlet tinju yang aktif berlatih tergolong minim, Pertina Kudus memantapkan persiapan menuju Kejurprov yang rencananya diselenggarakan Oktober nanti. Kini, atlet tinju yang aktif berlatih ada 5 orang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Binpres Pertina Kudus, Abdu Ro’uf kepada MuriaNewsCom.

“Sebisa mungkin kami tetap gelar latihan rutin, setiap Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Biasanya atlet latihan di halaman Masjid Baiturrahman Gondang Manis,” ujar Ro’uf.

Selain 5 atlet yang dipersiapkan untuk terjun di Kejurprov nanti, Pertina juga memiliki senjata rahasia berupa dua petinju jelita. Mereka adalah Yola dan Selvi.
“Untuk Yola sendiri masih sekolah. Dia pelajar kelas 2 di SMA NU Al-Ma’ruf,” imbuh Ro’uf.

Di tengah minimnya jumlah atlet yang tergabung dalam Pertani Kudus, Ro’uf mengajak segenap insan tinju Kudus untuk optimistis menatap masa depan. Mereka menggelar latihan rutin di bawah arahan Ruli, Sunarto dan Ro’uf sendiri.
“Tentu kami juga mengadakan sesi latihan fisik. Biasanya lari keliling di sekitar sini, di jalan Gondang Manis memutar kembali ke halaman masjid,” tutup Ro’uf.
(IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Pemain Legenda Bulu Tangkis Nasional Datangi Audisi PB Djarum, Ada Apa?

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, 1-3 September 2015, dipastikan akan mendatangkan legenda bulu tangkis nasional.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin,di Kudus, Senin (31/8), mengatakan, audisi di Kudus akan mendatangkan tim pencari bakat.
Ada 14 orang legenda yang akan hadir. Di antaranya Christian Hadinata, Lius Pongoh, Eddy Hartono, Hariyanto Arbi, Kartono Hari Atmanto, Heryanto Saputra, Liem Swie King, Denny Kantono, Bobby EK, Simbarsono Sutanto, Johan Wahyudi, Maria Kristin Y, Hastomo Arbi dan Fung Permadi.(MERIE/AKROM HAZAMI)

Audisi PB Djarum di Kudus Dipastikan Panas

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, 1-3 September 2015, dipastikan akan menjadi ajang yang tidak kalah panas dibanding kota lainnya.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin,di Kudus, Senin (31/8), mengatakan, audisi di Kudus lebih ketat dibanding seri lainnya. Karena selain Jateng banyak bibit handal, pemain yang tidak lolos audisi sebelumnya pasti akan kembali bersaing.

“Kami masih memberi kesempatan kepada para pemain muda yang sebelumnya tidak lolos seleksi di audisi kota lainnya,” kata Yoppy.

Audisi menjadi kesempatan terakhir kepada bibit yang berasal dari Jateng dan sekitarnya. Untuk mendapatkan beasiswa dan dibina di PB Djarum.
(MERIE/AKROM HAZAMI)

Siapa Minat, PB Djarum Buka Audisi Penjaringan Atlet di Kudus

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

Mantan pebulutangkis handal nasional tampak hadir dalam audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Kudus menjadi kota kesembilan ajang penjaringan bibit muda bulu tangkis muda berbakat. Ajang itu bertajuk Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, 1-3 September 2015.

Audisi menjadi kesempatan terakhir kepada bibit yang berasal dari Jateng dan sekitarnya. Untuk mendapatkan beasiswa dan dibina di PB Djarum.

Beberapa kota di Jateng kemungkinan besar akan mendatangi audisi. Seperti dari Pekalongan, Pemalang, Tegal, Semarang, Pati, Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Jepara, Banyumas, hingga Purwokerto.

“Kami masih memberikan kesempatan kepada para pebulutangkis muda dari berbagai pelosok tanah aor untuk ikut audisi kembali di Kudus,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin,di Kudus, Senin (31/8). (MERIE/AKROM HAZAMI)

Pentolan Persiku Ini Siap Bela Tim Pra PON Kalimantan Tengah

Ilyas, Adit Wafa dan Sholikul saat mengenakan seragam Persirangga (MuriaNewsCom/M Iqbal Na'imy)

Ilyas, Adit Wafa dan Sholikul saat mengenakan seragam Persirangga (MuriaNewsCom/M Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Striker muda Persiku Sholikul ingin hidup lebih mandiri. Pasca carutmaruutnya persepakbolaan Indonesia yang menyebabkan diliburkannya Persiku, hingga kini dia berada diombang-ambing kebimbangan.

“Ya begini kalau tidak ikut klub, kalau ada tarkam ya ikut tarkam. Kalau tidak ada ya sehari-harinya latihan,” curhat Sholikul kepada MuriaNewsCOm beberapa waktu lalu.

Tercatat kompetisi tarkam terakhir yang dia ikuti adalah Gribig Cup 2015 yang diselenggarakan di Lapangan sepak bola Gribig, Kudus. Ketika itu dia berhasil membawa klub yang dibelanya, Persirangga keluar sebagai juara.

Pernahkah seorang Sholikul kepikiran mencari kerja diluar keahliannya sebagai seorang pesepak bola?

“Kadang orang tua saya menasihati dan meminta saya cari kerja. Namun saya kadung jatuh cinta dengan si kulit bundar ini, jadi saya masih enggan kerja,” aku anak kedua dari empat bersaudara ini.

Jadilah hari-harinya diisi dengan berbagai macam kegiatan yang masih seputar sepak bola. “Pagi dan sore saya tetap jaga kondisi fisik dengan jogging, sit up, push up dan back up. Seminggu tiga kali saya ikut gim di lapangan sepak bola Getas Pejaten,” imbuh Sholikul.

Selain itu, dia masih menunggu kesempatan datangnya tawaran untuk main tarkam. “Tiap pemain beda-beda, ada yang giat cari-cari info dan ada yang diam menunggu. Saya termasuk tipe yang kedua,” lanjutnya sembari tersipu.

Salah satu agenda besar yang paling dinantinya adalah panggilan dari Tim Pra PON Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada dirinya, Ilyas dan Adit Wafa. Ya, berkat Ilyas, mereka bertiga punya kesempatan untuk unjuk kemampuan dan membela Kalimantan Tengah di Pra PON nanti. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Kapolres Kudus Angkat Bicara soal Kuswanto

Kuswanto (duduk paling kiri) saat menjalani kasus penganiayaan oknum polisi. (MuriaNewsCom)

Kuswanto (duduk paling kiri) saat menjalani kasus penganiayaan oknum polisi. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Kapolres Kudus, AKBP M Kurniawan, tidak mau diam begitu saja atas Kuswanto. Sebagaimana diketahui, Kuswanto merupakan korban penganiayaan polisi, beberapa waktu lalu.

Tapi kini, Kuswanto malah melakukan penganiayaan terhadap korbannya adalah Sofi’i. Korban merupakan warga Karanganyar RT 03 / RW 02, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus.

Kurniawan menyatakan dengan tegas bahwa penangkapan Kuswanto adalah murni kasus kriminal biasa. Tak ada hubungannya dengan perkara, yang telah lalu.
“Ini murni perkara kriminal biasa, jangan dikait-kaitkan dengan yang itu,” tegas Kapolres. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Ini Lho Kasus Kuswanto yang Sebenarnya

Kuswanto (duduk paling kiri) saat menjalani kasus penganiayaan oknum polisi. (MuriaNewsCom)

Kuswanto (duduk paling kiri) saat menjalani kasus penganiayaan oknum polisi. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Kapolsek Mejobo, AKP Suharyanto, mengatakan Kuswanto, mantan korban penganiayaan oknum polisi, diketahui menganiaya korban dua kali, dalam waktu yang berbeda.

Korbannya adalah Sofi’i, warga Karanganyar RT 03 / RW 02, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus.

Penganiayaan pertama, saat korban berada di halaman gudang rosok, di Desa Jepang RT 03 / RW 01, Kecamatan Mejobo. “Saat itu, tersangka Kuswanto membenturkan kepalanya ke kepala korban berkali-kali. Lalu, kepala bagian belakang korban dipukul menggunakan tangan kosong,” kata Suharyanto.

Tak lama kemudian, ucap Kapolsek, di tempat yang sama tersangka kembali menganiaya korban di tempat yang sama. “Tersangka kembali memukul korban menggunakan tangan kosong, dan mengenai bagian kepala. Kejadiannya pada awal Mei 2015 silam,” ucap perwira polisi berpangkat tiga balok di pundak itu.

Diterangkan, sebelumnya pihak kepolisian sudah memediasi antara korban dan pelaku, agar kasus tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Tapi ndak ada titik temu, hingga akhirnya kasus tersebut diproses secara hukum,” terang dia.

Disampaikan, berkas perkara Kuswanto sudah P-21 sejak tanggal 11 Agustus silam. Namun, saat dipanggil untuk dimintai keterangan, Kuswanto tak pernah hadir.
“Ia kemudian ditangkap anggota saat melanggar rambu lalulintas di perempatan Jepang, pada Rabu (36/8) siang kemarin. Kala itu, Kuswanto mengendarai motor tanpa memakai helm dan menerobos lampu merah,” ujar dia.

Disinggung mengenai motif perkara, menurut Suharyanto, Kuswanto tersinggung lantaran korban menawar murah barang bekas, yang hendak dijual. “Jadi, awalnya tersangka bersama seorang teman menawarkan besi bekas ke korban. Karena dirasa korban menawar terlalu rendah tersangka tersinggung, merasa dihinakan,” urainya.
Kuswanto merupakan korban salah tangkap dan penganiayaan oknum Polres Kudus, Bripka Lulus Rahardi, pada akhir November 2011. Kendati sebelumnya ada kesepakan damai, kasus ini kembali mencuat setelah Kuswanto melapor ke KontraS dan LPSK. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Hati-Hati Wajahmu Kena Kuman Gara-gara Barang Ini

Dokter Kamu.Com

Dokter Kamu.Com

 

KUDUS – Aktivitas di luar ruangan memang penuh dengan kotoran dan polusi. Banyak orang yang menghindarinya karena akan berpengaruh pada kesehatan kulit terutama pada wajah.

Akan tetapi, kuman penyebab penyakit kulit tersebut tidak hanya berkembang di luar ruangan. Dalam ruangan yang tertutup, kuman juga banyak ditemukan. Bahkan di tempat tersembunyi yang tidak bersinggungan langsung dengan udara dan dunia luar. Seperti di dalam tempat tidur. Tempat paling nyaman di dalam rumah tersebut juga bisa menjadi sarang kuman yang berbahaya bagi kulit wajah.

Mila Ledya salah satu dokter kecantikan di Derma Skin Care Kudus mengatakan pada tempat tertutup juga dapat menyalurkan berbagai kuman. Hal tersebut bisa disebabkan karena kurangnya menjaga kebersihan tubuh. “Saat dari aktivitas di luar ruangan, kemudian masuk ke dalam kamar tanpa membersihkan diri,” ujarnya.

Kuman yang tertempel akan mengendap di berbagai sudut dan benda yang ada dalam ruangan seperti kamar. Terlalu banyaknya kuman tersebut entah akibat dari faktor kebiasaan atau karena perkembangan kuman yang terlalu cepat yang akan membuat kamar menjadi sumber penyakit.

Selain kebersihan diri, kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan. “Saat seseorang mengalami masalah kulit padahal sudah menjaga pola makan serta rutin kontrol, bisa jadi yang menjadi sumber masalah adalah kebersihan benda yang digunakan, ” jelasnya.

Yang menjadi salah satu sarang penyakit yang tidak disadari ada pada sarung yang digunakan untuk membungkus bantal atau guling yang digunakan terlalu lama. Saat tidur, sisa rias yang tidak dibersihkan, kotoran di rambut yang menempel, dan keringat serta udara lembab di bantal dan menjadi sarang yang nyaman bagi kuman. “Hal ini yang sangat jarang disadari bahwa melalui sarung bantal bisa menjadi tempat penyaluran kuman yang sangat banyak, ” jelasnya.

Alat riasan yang tidak diganti dalam jangka waktu lama, juga bisa menyebabkan kuman yang menempel pada kulit. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Kuswanto, Mantan Korban Penganiayaan Oknum Polisi, Telah Aniaya Warga

 

Kuswanto (duduk paling kiri) saat menjalani kasus penganiayaan oknum polisi. (MuriaNewsCom)

Kuswanto (duduk paling kiri) saat menjalani kasus penganiayaan oknum polisi. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Kuswanto. Nama ini ramai beberapa waktu lalu. Warga Pendem Wetan RT 04 RW 12, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, mencuat namanya lantaran menjadi korban penganiayaan oknum Polres Kudus.

Tapi rupanya, Kuswanto kini malam menganiaya orang lain. Akibatnya, Kuswanto harus mendekam di tahanan Polres Kudus. Kuswanto terlibat kasus penganiayaan, terhadap Sofi’i, warga Karanganyar RT 03 / RW 02, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus.

Wakapolres Kudus, Kompol Yunaldi, Senin (31/8) mengatakan, polisi saat ini menahannya.

“Saat ini dia (Kuswanto,red) ditahan. Kasusnya sudah P-21, dan segera dilakukan pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti, ke kejaksaan. Kasus detailnya seperti apa, yang menangani Polsek Mejobo,” kata Yunaldi. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Rupiah Merosot, Dinsosnakertran Klaim Jepara Aman dari PHK

Kasi Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara Hidayat (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kasi Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara Hidayat (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Mata uang rupiah melemah sejak beberapa pekan terakhir ini. Akibatnya, sejumlah perusahaan di beberapa daerah di Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja.

Sedangkan untuk di Jepara, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara mengklaim pekerja Jepara aman dari ancaman PHK.

”Meskipun di Jepara sudah banyak berdiri industri besar non mebel, tapi sejauh ini belum ada ancaman PHK,” ujar Kepala Dinsosnakertrans melalui Kasi Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Hidayat kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Katanya, sampai saat ini memang belum ada laporan soal tenaga kerja di Jepara yang mendapatkan PHK dari perusahaannya terkait dengan imbas pelemahan rupiah. Beberapa kasus PHK yang terjadi, justru disebabkan oleh masalah internal perusahaan, di antaranya indisipliner.

Sejumlah perusahaan besar non mebel tersebut, diakuinya memang banyak mengimpor bahan baku. Hanya saja, produk yang dihasilkan juga diekspor. Sehingga kemungkinan besar perusahaan masih relatif aman dalam hal biaya produksi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Tim Khusus Pembangunan Pungkruk Disiapkan

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Selain menyiapkan perencanaan untuk alokasi dana, Pemkab Jepara juga akan membentuk tim khusus untuk mengurusi pembangunan Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, sebagai kawasan wisata kuliner. Hal itu dikatakan Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Menurut Hadi, tim tersebut akan dibentuk agar kegiatan pembangunan bisa fokus dan tidak serampangan.

Keputusan tersebut berdasarkan rapat kordinasi dengan instansi terkait yang dipimpin oleh Wakil Bupati itu diikuti Asisten Pemerintahan, Kepala Disparbud Jepara, Kepala Bina Marga, Pengairan dan ESDM, Kepala Dinas Ciptaruk, Kepala Satpol PP, sejumlah kepala bagian, dan Camat Mlonggo.

“Dalam waktu dekat, Pemkab Jepara melalui Satpol PP akan melakukan sosialisasi dan cipta kondisi sebelum pembongkaran tahap kedua dilakukan. Pemkab memberikan jangka waktu sepekan usai sosialisasi dilakukan. Teknis sosialisasi sepenuhnya diserahkan Satpol PP. Baik jadwal dan tata caranya,” terang Hadi.

Dia juga menambahkan, rapat itu juga menghasilkan kepastian jika bangunan karaoke dan kuliner di Pungkruk tetap akan dibongkar sebagai tindak lanjut pembongkaran pada 19 Agustus lalu yang hanya berhasil membongkar penuh dua bangunan karaoke. Serta hanya menyentuh sedikit dua bangunan karaoke lainnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Bupati Grobogan Tak Lagi Ngantor, Ada Masalah?

Bupati Grobogan Bambang P (mengenakan jaket) disalami oleh PNS jelang keberangkatannya berhaji. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang P (mengenakan jaket) disalami oleh PNS jelang keberangkatannya berhaji. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Bupati Grobogan Bambang Pudjiono mulai hari ini tidak akan berkantor hingga satu bulan mendatang. Soalnya, orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu akan menunaikan ibadah haji.

Senin (31/8) sekitar pukul 14.30 WIB tadi, Bambang beserta istri berangkat menuju Semarang dan besok pagi, Selasa (1/9) akan terbang Jakarta dan berlanjut menuju tanah suci.

Bupati menunaikan ibadah haji melalui layanan ONH plus dan rencananya akan kembali ke tanah air pada akhir September mendatang.

“Berangkat ke tanah suci memang masih besok pagi. Tetapi saya pilih nginap dulu di Semarang biar gak terburu-buru daripada berangkat dari Purwodadi,” katanya.

Meski tidak ada acara khusus, namun sejumlah pejabat terlihat hadir di rumah dinas untuk melepas keberangkatan bupati. Selain itu, beberapa kerabat dan tetangga di sekitar rumah dinas bupati juga terlihat dalam kesempatan itu.

“Saya sangat lega karena sebelum lengser sebagai bupati masih dapat kesempatan lagi menunaikan ibadah haji. Saya mohon doanya agar bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar,” ungkap bupati sesaat sebelum masuk ke dalam mobil. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Ini Indikasi Jepara Aman dari PHK ketika Rupiah Melemah

Kasi Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara Hidayat (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kasi Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinsosnakertrans Jepara Hidayat (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Laba perusahaan di Kabupaten Jepara diklaim relatif stabil sehingga dianggap tidak memberikan ancaman PHK terhadap pekerja di Jepara. Apalagi, biaya produksi dinilai masih normal.

Faktor Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang rendah dibanding beberapa daerah lain, dinilai menjadi salah satu faktor efesiensinya biaya produksi tersebut.

“UMK di Jepara jika dibanding dengan daerah lain masih terbilang rendah. Sehingga jika dikalkulasi, perusahaan masih mendapatkan laba yang relatif stabil,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Jepara melalui Kasi Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Hidayat kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Menurutnya, alasan lain amannya industri di Jepara dari ancaman merumahkan karyawannya itu juga ditandai dengan kebijakan perusahaan yang terus merekrut karyawan baru.

Tiap bulannya, katanya, selalu ada perekrutan karyawan baru. Dia menilai, justru industri mebel yang memiliki kerawanan akibat pelemahan rupiah. Sebab tak semua pembeli melakukan transaksi dengan mata uang dollar AS.

“Saat ini mulai banyak yang melakukan transaksi dengan mata uang rupiah. Padahal, peralatan industri mebel serta sejumlah bahan baku penunjang lainnya impor. Harga kayu juga terus naik,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Bangun Pungkruk Jepara Minta Bantuan Pemprov

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara telah berkomitmen untuk membangun Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, menjadi kawasan wisata kuliner. Jika sebelumnya Pemkab menyatakan telah menyiapkan alokasi dana dari APBD, kali ini Pemkab Jepara menyatakan meminta bantuan Provinsi.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto usai mengikuti rapat terkait masalah Pungkruk dengan Forkopinda dan instansi terkait, Senin (31/8/2015). Menurutnya, dari hasil rapat tersebut, Pemkab Jepara tahun ini menyiapkan anggaran Rp 1,2 miliar untuk membangun kawasan Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo. Anggaran itu diambilkan dari APBD Jepara dan Bantuan Provinsi.

“Dalam pembangunan Pungkruk nanti, Pemkab Jepara akan menganggarkan Rp 200 juta untuk pengembangan kawasan kuliner. Adapun Banprov juga akan diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas yang sama, serta pembangunan fasilitas lainnya,” ungkap Hadi kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, pembangunan Pungkruk tersebut membutuhkan dana yang sangat besar. Sehingga Pemkab Jepara membutuhkan bantuan baik dari Provinsi maupun pusat. Untuk rencana sendiri, pembangunan dilakukan bertahap.
“Kalau dari APBD sendiri paling tidak butuh sekitar tiga atau empat kali penganggaran,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Hi..!Ada Hantu Diarak di Makam Desa di Jepara

Warga mengarak Memeden Gadu di Desa Kepuk, Bangsri, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga mengarak Memeden Gadu di Desa Kepuk, Bangsri, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Untuk melestarikan tradisi nenek moyang, warga Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Jepara menggelar sedekah bumi dengan mengarak tumpeng hasil bumi dan memeden gadu, Senin (31/8/2015) sore tadi. Acara ini dimeriahkan ribuan warga setempat.

“Ini sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Serta dijauhkan dari serangan hama, warga Desa Kepuk, mengarak tumpeng raksasa hasil bumi dan ratusan memeden gadu. Acara ini dikemas dalam tema festival memeden gadu,” ujar Jatmiko, panitia kegiatan.

Menurutnya, arak-arakan tumpeng raksasa hasil bumi sebagai wujud syukur atas hasil bumi yang dipanen petani melimpah. Sedangkan, memeden gadu yang merupakan hantu-hantunan sawah yang biasa digunakan para petani untuk mengusir hama, dijadikan sebuah simbol agar dijauhkan dari hama.

“Ini sekaligus bentuk syukur warga atas hasil bumi yang melimpah. Diharapkan, pada masa-masa yang akan datang para petani dijauhkan dari berbagai bencana dan serangan hama,” tuturnya.

Seluruh rangkaian kegiatan Festival Memeden Gadu ini digelar di kompleks makam tokoh desa setempat, Mbah Bolem. Meski dilaksanakan di pemakaman desa, tak mengurangi niat masyarakat datang menyaksikan pentas tarian Memeden Gadu yang juga dipentaskan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Jangan Bilang Siapa-Siapa, Ini Bocoran Biar dapat Rumah

Salah satu perumahan di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu perumahan di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Membeli rumah memang membutuhkan budget yang sangat banyak, bahkan untuk tipe rumah standar sekalipun. Namun karena kebutuhan, banyak orang yang melakukan banyak cara seperti mencari pinjaman hingga menggadaikan barang pribadi agar tidak kehabisan unit rumah yang diinginkan.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, perumahan Candi Asri Regency Kudus memberikan kemudahan dengan tanda jadi hanya Rp 2 juta untuk rumah tipe 36. “Agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan rumah tersebut dapat sedikit lega dengan telah memberikan tanda jadi rumah. Selanjutkan akan dimulai dengan proses pembangunan setelah DP,” ujar Fathur Riza salah satu marketing Candi Asri Regency.

Tanda jadi tersebut menjadi bukti kesungguhan pembeli. Sehingga saat ada konsumen lain yang menginginkan pada unit serta lokasi yang sama, maka pengelola akan memberikan pada konsumen yang telah memberikan tanda jadi terlebih dahulu. Namun jika dibatalkan maka tanda jadi tersebut tidak dapat ditarik kembali.
Ditemui di lokasi perumahan jalan KH. Muhammad Arwani Singocandi, dirinya mengatakan untuk DP, masyarakat cukup dengan membayar 20 persen saja. “Setelah DP nanti kita langsung bangun rumahnya jika konsumen memiliki rumah siap bangun, ” jelasnya.

Setelah tanda jadi dan DP sudah selesai maka konsumen tinggal menunggu rumah jadi dengan menyelesaikan sisa administrasi dan pembayaran dengan KPR. ” Untuk KPR juga kami bantu pengurusannya agar lebih mudah,” tambahnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Lho Kok Arjuna, Petruk, dan Temannya Gojek di Gebog, Ada Apa?

Pertunjukan Wayang Gojek dalam memeriahkan HUT RI ke 70 di Desa Gribig, Kecamatan Gebog Minggu (30/8/2015) malam lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pertunjukan Wayang Gojek dalam memeriahkan HUT RI ke 70 di Desa Gribig, Kecamatan Gebog Minggu (30/8/2015) malam lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pementasan Wayang Gojek menghibur masyarakat Desa Gribig, Kecamatan Gebog Minggu malam (28/8/2015). Kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke 70 dan peluncuran salah satu perumahan.
Pemimpin Wayang Gojek Ki Waryoto Giok, menjelaskan, dalam pertunjukan tersebut sangat ramai. Diceritakan naskah yang diangkat dari perdagangan namun diadaptasi dengan kehidupan sekarang dan dikemas humor.

“Kita agak humor, namun tetap memiliki pesan yang penting terhadap masyarakat,” katanya .

Menurutnya, dalam pementasan Srikandi meminta pendapat Punokawan. Sejumlah saran diberikan oleh Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Akhirnya dengan sejumlah pertimbangan yang matang, Arjuna pun memutuskan untuk pindah tempat tinggal di Desa Gribig, Kecamatan Gebog.

Giok mengatakan, pertunjukan Wayang Gojek dalam memeriahkan HUT RI baru kali pertama dilakukan. Melalui pementasan yang dibawakan juga mengandung pesan-pesan untuk masyarakat.

”Kalau biasanya dalam peringatan HUT RI, masyarakat mementaskan Wayang Kulit atau kethoprak. Namun, kali ini ada Wayang Gojek yang dikemas lebih dinamis dan menarik. Ini sebagai alternatif baru untuk hiburan masyarakat,” katanya.

Dalam pertunjukan tersebut, sejumlah pesan untuk menjaga kerukunan antar tetangga, menjaga kebersihan lingkungan dan tata cara bermasyarakat dengan baik disampaikan dengan lugas dan menarik.

Camat Gebog Saiful Huda mengungkapkan cukup mengapresiasi dengan pertunjukan yang diselenggarakan. Karena, selama ini banyak tontonan televisi yang kurang mendidik. Dengan adanya pertunjukan wayang yang dikemas berbeda tentu menjadi hiburan alternatif bagi masyarakat terutama anak-anak.
”Kami berharap, kegiatan-kegiatan positif terus dilakukan,” harapnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Polisi Pati Tiba-Tiba Terlibat Bentrok di Kantornya

Sejumlah demonstan terlibat bentrok dengan pasukan keamanan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah demonstan terlibat bentrok dengan pasukan keamanan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Puluhan demonstran mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Pati, Senin (31/8/2015). Mereka ingin menemui anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati yang tengah dimintai keterangan pihak kepolisian.

Lantaran negosiasi antara pihak demonstran dan polisi tak ada kata sepakat, demonstran memaksa masuk ke halaman Mapolres Pati. Bentrok antara demonstran dan petugas kepolisian pun terjadi.

Akhirnya, aksi dorong dan baku hantam turut mewarnai aksi tersebut. Melihat kondisi tersebut, puluhan personel dari Satuan Sabhara dan Brimob Polres Pati diterjunkan.

Untuk meredakan aksi massa, polisi terpaksa melepaskan tembakan air dari armada watercanon. Anjing pelacak juga dikerahkan untuk meredam aksi unjuk rasa yang brutal.

Kapolres Pati AKBP Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom mengatakan, simulasi tersebut untuk memantapkan keahlian personel dalam menghadapi demonstran. “Menjelang Pilkada, pasukan keamanan akan kami gembleng sehingga simulasi ini penting untuk diagendakan,” ujarnya.

Aksi tersebut bukan aksi demonstrasi yang sebenarnya, tetapi simulasi kerusuhan yang digelar Polres Pati untuk mematangkan personel dalam menghadapi kemungkinan aksi demo dalam Pilkada di kota-kota tetangg. Yaitu Blora, Rembang, dan Grobogan. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

KPU Blora Mulai Capek Dibuat Menunggu oleh Cabup, Hmm!

Komisioner KPU Blora bagian Divisi Hukum Kampanye dan Pencalonan, M Khamdun. (MuriaNewsCom/Priyo)

Komisioner KPU Blora bagian Divisi Hukum Kampanye dan Pencalonan, M Khamdun. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Komisioner KPU Blora bagian Divisi Hukum Kampanye dan Pencalonan, M Khamdun menyatakan, para calon bupati yang sebelumnya menjadi anggota DPRD, harus melampirkan surat keputusan (SK) pemberhentian sebagai anggota DPRD. SK tersebut sudah harus diserahkan ke KPU maksimal 60 hari setelah masa penetapan pasangan calon, 24 Agustus kemarin.

“Batas akhir penyerahan SK pemberhentian sebagai anggota DPRD itu adalah 23 Oktober. Jika tidak diserahkan, maka bisa menggugurkan pasangan calon. Dan jika jumlah pasangan calon kurang dari dua pasang, Pilkada akan ditunda pada 2017,” terangnya.

Di Pilkada Blora, tiga anggota DPRD mendaftar menjadi calon bupati dan wakil bupati. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Blora M Kusnanto dan M Dasum serta anggota DPRD Jateng Arief Rohman. M Kusnanto sebagai calon bupati berpasangan dengan Sutrisno. M Dasum menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan calon bupati Abu Nafi dan Arief Rohman mendampingi calon bupati Djoko Nugroho. Saat pendaftaran dan perbaikan berkas pendaftaran, ketiganya menyertakan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota DPRD.

Surat pengunduran diri tersebut harus diproses lebih lanjut untuk mendapatkan SK pemberhentian sebagai anggota DPRD yang ditandatangani pejabat yang berwenang. Selain SK pemberhentian sebagai anggota DPRD, hal lainnya yang bisa menggugurkan pasangan calon adalah melanggar aturan kampanye dan aturan lainnya yang terkait dengan pilkada. Aturan kampanye yang harus ditaati adalah seperti pelaporan dana kampanye.

”Penggunaan dana kampanye harus dilaporkan ke KPU, 6 Desember. Jika tidak lapor, kami akan coret pencalonannya, “ tegasnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Libas Gibol A, BRI Purwodadi Juarai Turnamen FCC II

Tim BRI Purwodadi saat menerima piala Juara FCC II(MuriaNewsCom/Priyo)

Tim BRI Purwodadi saat menerima piala Juara FCC II(MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Pada Turnamen Futsal Corner Competition (FCC) II Blora 2015, BRI Purwodadi mampu kandaskan impian Gibol A Jepon pada laga final, dengan skor 5-0.

Dengan hasil ini, BRI Purwodadi berhak angkat trophi juara I dan sejumlah uang pembinaan. Kemudian, pada perebutan juara III, US-A mampu kandaskan NCO-Amature, setelah melewati drama adu pinalti, dengan hasil 3-2.

R Kresnandito Irawan, Panitia FCC II Blora 2015 mengatakan,untuk Juara I, mendapat uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Juara II Rp 3 juta dan Juara III mendapat uang pembinaan sebesar Rp 2 juta.

”Semoga even ini bisa memotivasi atlet futsal lokal Blora untuk terus mengasah kemampuan, agar bisa lebih berprestasi. Harapannya, tentunya bisa bersaing dengan atlet di luar wilayah Blora,” katanya.

Sementara itu, Camat Blora Kota Kunto Aji mengaku bangga dengan prestasi dan sportifitas anak-anak muda Blora.

”Selamat kepada para pemenang, semoga prestasi bidang olahraga seperti ini bisa terus ditingkatkan. Saya bangga sekaligus terimakasih kepada para pemuda Blora yang mau menggelar kegiatan olahraga futsal,” ujarnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Cabup Blora ‘Diancam’ Panwaskab

Ketua Panwaskab Blora  Lulus Mariyonan. (MuriaNewsCom/Priyo)

Ketua Panwaskab Blora Lulus Mariyonan. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Para kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Blora belum bisa duduk tenang meski sudah mendapatkan nomor undian beberapa waktu lalu. Sebab, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Blora telah mewanti-wanti tiga pasangan calon tidak boleh santai.

“Para pasangan calon yang telah ditetapkan secara otomatis akan melekat kosekuensi yang harus diterima oleh pasangan tersebut. Termasuk aturan-aturan dalam pilkada. Pasangan calon meski sudah punya nomor urut jangan santai sebab ada beberapa regulasi yang bisa mengugurkan pasangan calon,” kata Ketua Panwaskab Blora Lulus Mariyonan, Senin(31/8/2015).

Pihaknya meminta semua tim kampenye dan pasangan calon bisa memahami aturan-aturan tentang Pemilukada 9 Desember mendatang. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh tim kampenye dan pasangan calon.
“Kalau mereka melanggara regulasi pada aturan- aturan yang sudah tertera maka mereka akan gugur pada Pemilukada 9 Desember mendatang “ imbuhnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Ssstt… Lakpesdam NU Jepara Siapkan Kader Kawal Desa

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Suasana dalam acara Workshop Peduli Desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Jepara, di salah satu rumah makan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Pengurus Cabang (PC) Lakspesdam NU Jepara menyatakan telah menyiapkan sedikitnya 20 kader untuk mengawal pelaksanaan Undang-Undang tentang Desa. Mereka diberi bekal berbagai hal, termasuk pengetahuan tentang desa inklusif.

Hal itu dikatakan Direktur Lakpesdam NU Jepara Lukman Hakim di sela-sela Workshop Peduli Desa di salah satu rumah makan di Jepara, Senin (31/8/2015). Menurutnya, melalui workshop tersebut diharapkan mereka akan mendapat pengetahuan baru terkait tata kelola pemerintahan khususnya tentang UU Desa.
Selain itu juga mampu, memadukan kebijakan di level desa (petinggi) dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat terbuka (inklusif).

“Ini akan menjadi penebar semangat tata kelola inklusif di Jepara,” ujarnya.
Dia mengemukakan, tata kelola pemerintahan inklusif datang dari pemerintahan daerah atau inisiatif lokal beserta peran pemimpinnya. Seperti halnya pada kasus Bupati Wonosobo, yang telah menunjukkan kearifan untuk memberikan tempat kepada semua minoritas baik dalam masyarakat maupun dalam pelayanan pemerintahan formal. Meskipun secara hukum mungkin bertentangan dengan aturan atau hukum pusat. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Siswa Jepara Bantu Kawan Miskin dengan Sisihkan Uang Rp 500 Per Hari

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

JEPARA – Setiap siswa diharapkan dapat menyisihkan sebagian uang saku Rp 500 setiap hari dan selanjutnya dikumpulkan bersama.

Hal itu dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pekan Peduli Sosial (PPS) tahun 2015 oleh Pemkab Jepara dalam hal ini Baznas Kabupaten Jepara selama sepekan (6 hari).
Yakni terhitung mulai 31 Agustus 2015-Sabtu-05 September 2015. “Hasilnya untuk membantu kawan sekolah yang membutuhkan, membantu usaha para fakir miskin dan anak-anak panti asuhan di seluruh Kabupaten Jepara,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

PPS merupakan ajang kegiatan yang positif. Utamanya dalam rangka menanamkan jiwa kepedulian sosial kepada anak-anak atau sejak dini..

“Di samping itu kehadiran PPS juga sebagai wahana pendidikan dan pelatihan terhadap kepedulian dan keiklasan dalam berbagi serta membantu sesama. Sehingga harapannya ke depan akan lahir kesadaran dan kebiasaan semangat kepedulian sosial oleh setiap generasi bangsa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)