Musibah Kecelakaan Tinggalkan Luka Mendalam Bagi Keluarga

Jenazah Sukoco (50), warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang akan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Jumat (31/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jenazah Sukoco (50), warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang akan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Jumat (31/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Musibah kecelakaan yang menimpa Siti Mujaenab (50) dan Sukoco (50) meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Keduanya meninggal dunia, setelah mobil yang dikendarai tertindih truk di Jalan Raya Ungaran-Gunungpati, Semarang, Kamis (30/7/2015) malam. Lanjutkan membaca

Pertalite Diklaim Menghemat BBM Hingga 12 Persen 

Mobil tangki Pertamina saat menurunkan BBM di salah satu SPBU (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi)

Mobil tangki Pertamina saat menurunkan BBM di salah satu SPBU (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi)

KUDUS – BBM jenis baru pertalite, dinilai lebih menguntungkan jika digunakan. Bukan hanya bagi penjualnya saja, melainkan bagi pengguna BBM jenis baru tersebut.

Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah Muhammad mengatakan, penggunaan pertalite dapat menghemat BBM hingga 12 persen. Hal itu, karena pertalite memiliki ron diatas 90 atau diatas BBM jenis premium.

“Dengan lebih hemat 12 persen, maka akan membuat masyrakat beralih dari premium. Terlebih, harga pertalite yang tidak terpaut jauh dari premium, yakni seharga Rp 8.400 per liter,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dengan selisih tersebut, maka masyarakat akan menggunakannya sebagai pengganti premium. Selain itu, meyakinkannya juga berkaca pada pengguna pertamax yang meningkat karena kualitas yang bagus dan harga yang tidak terpaut jauh.

“Bagi penjual, atau SPBU, menjual pertalite juga lebih untung. Sebab, satu liternya penjual dapat meraup untung Rp 300 . Berbeda degan premium yang untung Rp 275 tiap liternya,” ujarnya (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kasihan! Untuk Mendapatkan Air Bersih, Warga Blora Harus Turuni Tebing yang Curam

WargaDukuhNgrawut, DesaPlosorejo, KecamatanRandublatung mengambil air daribelik (MuriaNewsCom/Priyo)

WargaDukuhNgrawut, DesaPlosorejo, KecamatanRandublatung mengambil air daribelik (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Dampak kekeringan akibat datangnya musim kemarau benar-benar dirasakan warga Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Dari lima dukuh yang ada di desa tersebut, hampir seluruhnya mengalami kesulitan air bersih. Dampak paling parah dirasakan di dua dukuh, yakni Tlogo dan Ngrawut.

”Ambil air di belik seperti ini sudah sejak bulan Juni lalu, sebab sumur sudah mulai mengering. Untuk mendapatkan air harus mengambil dari belik,” ujar Suyanto, salah seorang warga Dukuh Tlogo, Jumat (31/5/2015).

Menurutnya, hal ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir, sumur yang selama ini menjadi tumpuan air bersih di Dukuh Tlogo dan Ngrawut mengering. Akibatnya, warga di kedua dukuh ini pun terpaksa mencari air ke belik atau lubang kecil yang ada mata airnya.

Selain itu, mereka harus rela menempuh perjalanan ratusan meter, dan harus berjuang menuruni tebing untuk menuju lokasi belik yang berada di dasar Sungai Plosorejo.

“Setiap hari, warga di dukuh ini harus bolak-balik hingga puluhan kali menuju belik untuk mendapatkan air bersih. Dengan menggunakan berbagai alat seperti jeriken, ember, tong dan klenthing (gerabah), warga mengais sedikit demi sedikit air dari dalam belik dengan menggunakan gayung,” imbuhnya.

Untuk mengambil air di belik, katanya, mulai dilakukan sejak subuh hingga malam hari. Secara bergantian, warga mendatangi belik yang dibuat secara swadaya dan berkelompok. Tak jarang, warga mandi dan mencuci di sekitar belik.

“Karena tidak ada pilihan lain, air tersebut tetap digunakan. Asalkan sudah punya air di rumah untuk memasak, minum dan MCK, kita sudah merasa tenang,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Plosorejo, Teguh Saptono membenarkan adanya kesulitan air bersih di desanya. Warga lanjutnya, berharap pemerintah dalam hal ini Pemkab Blora atau pihak lain yang bisa membantu pengadaan sumur. Sehingga, kekeringan yang setiap tahun terjadi dapat teratasi.

“Sebenarnya di sini ada sumber mata air yang besar. Tapi harus dibor dengan dalam dan dibutuhkan biaya yang besar. Sehingga, sebagian warga banyak yang memanfaatkan sumur gali di area persawahan yang biasanya digunakan untuk menyirami tanaman palawija, seperti jagung. Namun, saat ini sumur-sumur tersebut juga telah mengering,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Hebat, Belum Dilaunching Grand New Avanza Banyak Diinden

Ilustrasi

Ilustrasi

KUDUS – Perusahaan mobil ternama di dunia, Toyota, kembali mempersembahkan produk terbarunya. Kali ini Toyota akan mempersembahkan Grand New Avanza yang rencananya akan dilaunching di Indonesia pada bulan Agustus mendatang.

Cahyo Pranoto, supervisor diler Toyota SIM Kudus mengatakan akan meluncurkan mobil kelas MPV tersebut. Rencananya, tanggal 22 Agustus nanti, Grand New Avanza akan diperkenalkan kepada masyarakat eks Karesidenan Pati. Kendati belum diluncurkan, Cahyo menjelaskan pelanggannya sudah inden mobil Grand New Avanza ini.

”Belum diluncurkan sudah banyak yang inden. Tapi saya belum cek totalnya berapa yang sudah inden sampai sekarang,” ungkap Cahyo.

Menurut Cahyo, ada perubahan mesin yang dipakai pada Grand New Avanza ini. Mesin Dual VVT-i disebut-sebut menjadi keunggulan dari mobil ini. Dengan kapasitas mesin 1.2L dan 1.5L, performa Grand New Avanza ini nantinya akan menjadi lebih unggul daripada Avanza keluaran sebelumnya.

Dari segi harga, Cahyo belum memberikan kepastian mengenai harga mobil tersebut. Namun, pihaknya mengakui banyaknya yang menyukai produk Avanza. Selain itu harganya terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah.

”Saya optimistis sekali Grand New Avanza pasti akan sukses seperti Avanza seri lama. Stok mobil Avanza tipe lama sudah habis terjual. Kemarin ada yang mencari Avanza yang seri lama. Tapi karena stoknya habis, kami arahkan pada jenis yang baru. Dan ternyata sudah ada yang inden,” pungkas Cahyo. (HANA RATRI/SUPRIYADI)

Lebih 700 SPBU di Jateng Disiapkan Jual Pertalite, Alokasi untuk Kudus Belum Diketahui

Muhammad, Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Muhammad, Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Sekitar 700 SPBU di Jateng, tahun ini disiapkan untuk menambah BBM jenis baru pertalite. BBM teranyar dari Pertamina tersebut, dipastikan dapat dinikmati pengguna kendaraan tahun ini juga.

Anggota Hiswana Migas Jawa Tengah Muhammad mengatakan, jumlah SPBU di Jateng sekitar 700 an. Meski pihaknya tidak dapat memastikan semuanya diperbolehkan menjual pertalite, namun secara bisnis semua SPBU pasti menjualnya.

“Untuk jateng masuk uji coba kali kedua setelah kwartal tiga kota besar Jakarta, Bandung dan Surabaya. Meski belum tahu kapan dimulainya, namun dipastikan tahun ini SPBU menjual pertalite,” katanya kepada MuriaNewsCom,Jumat (31/7/2015).

Menurutnya, syarat SPBU yang diperbolehkan menjual pertalite dan harus melayani penjualan pertalite adalah SPBU yang memiliki dua tangki timbun di tiap SPBU. Hal itu dijelaskan lantaran satu tangki yang terdapat akan digunakan untuk pertalite.

Dia menambahkan, meski belum mengetahui SPBU mana saja yang memiliki tangki lebih untuk premium, namun pihaknya meyakini jika SPBU nantinya akan mengikuti pasaran. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Oalah! Lima Pemburu Akik di Grobogan Ini Dikeroyok Warga, Apa Penyebabnya?

Ilustrasi pemukulan

GROBOGAN – Nasib nahas menimpa lima warga Babat, Kebonagung, Demak. Bermaksud mencari batu akik di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, justru disangka kawanan pencuri. Akibatnya, mereka sempat dikeroyok warga di depan balaidesa, Kamis (20/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Amukan warga ini menyebabkan dua orang mengalami luka dan dilarikan ke RS Yakkum Purwodadi. Adalah, Bustari yang mengalami luka dibagian kepala dan bisa menjalani rawat jalan. Satu lagi, Sunardi terpaksa harus menjalani rawat inap karena luka yang dideritanya cukup parah. Sementara tiga orang lainnya berhasil diselamatkan polisi sebelum kena amukan warga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejak sore, kelima orang itu sudah tiba di desa tersebut dan menuju ke salah satu sumur tua di pinggiran desa. Di tempat itu mereka melakukan ritual untuk mengambil batu akik merah delima yang dikabarkan ada di dasar sumur.

Setelah selesai melakukan ritual, kelima orang itu bermaksud pulang. Sunardi dan Bustari pulang lebih dulu. Sementara tiga rekannya akan menyusul belakangan.

Dalam perjalanan pulang, Sunardi dan Bustari tiba-tiba dicegah warga setempat dan diajak ke balaidesa. Namun, sesampai di tempat itu mereka justru dipukuli warga, kendati sebelumnya sudah menjelaskan identitas dan tujuannya berada di Desa Termas. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Tarung Derajat Kudus Bertekad Pertahankan Gelar Juara di Kejurda Solo 2015

Para atlet Tarung Derajat berfoto bareng di depan Kantor KONI Kudus sebelum berangkat ke Kejurda. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Pelatih Tarung Derajat Kudus Sugiono menargetkan anak asuhnya bisa mempertahankan gelar juara umum di Kejurda yang akan dihelat di Kota Surakarta. Yakni, tujuh emas dari total semua medali yang diperebutkan.

Di Kejurda Solo 2015 akan mempertandingkan 14 kelas tarung pemula dan senior dan 2 kelas seni gerak. Sementara dalam kejurda tahun lalu, Kudus keluar sebagai juara umum dengan raihan 4 emas dan 2 perak.

“Untuk kali ini, saya kuran tahu pasti jumlah total lawan berapa. Yang pasti, Temanggung dan Solo akan jadi lawan berat Kudus,” kata Sugiono.

Sugiono yakin meski semua atlet yang dibawanya masih pemula. “Tujuannya ya kasih jam terbang dan persiapkan untuk Pra-Porprov,” imbuh Sugiono.

Diantara atlet yang dibawa, ada Jaya Retriansyah yang beberapa waktu lalu dapat emas di POM Rayon ketika mewakili UMK dan akan melaju ke POMNAS di Aceh, November mendatang.

Sedangkan, beberapa rekannya justru baru akan merasakan pertandingan pertama mereka di Solo nanti. Mereka adalah Kasan, La, Vinda, Vinka, Rokhim, Salafi dan Pradana. (IQBAL NA’IMY/SUPRIYADI)

13 Pemain Lokal Persiku Ikuti Tarkam di Pemalang

Persiku saat melakukan latihan. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Lama tak terdengar gaungnya, sejumlah pemain Persiku yang berasal dari Kudus memutuskan untuk kembali mengenakan jersey Macan Muria dan kembali beraksi di lapangan hijau.

“Kami akan mengikuti kompetisi sepak bola tarkam Bodeh Cup 2015 yang diadakan di Bodeh, Pemalang. Ada 32 tim kontestan dengan sistem gugur,” ujar bek Persiku Ilyas kepada MuriaNewsCom.

Ilyas dan 12 pemain lainnya bertolak menuju venue pada Jumat pagi. Mereka sedianya memainkan pertandingan pada Jum’at pukul 16.00 WIB melawan Sukesi FC.

Pelatih Persiku Hidayat yang mengarsiteki Persiku mengkornfirmasi hal tersebut. “RUmor yang saya dengar, lawan akan gunakan materi pemain dari klub Jakarta,” tandas pria yang diakrab Yayat tersebut.

Selain itu, untuk memeriahkan turnamen, tim tuan rumah juga akan menggunakan sejumlah pemain dari QNB League. “Cukup ramai ya, ada PSCS dan Persela juga,” kata Yayat.

Turnamen ini akan berlangsung hingga pertengahan Agustus. Itu artinya, Yayat harus pintar-pintar membagi waktu karena PS Diklat yang diasuhnya juga masih bertahan di HW Cup XIII yang diadakan di Pekalongan.

Di Bodeh Cup tahun lalu, Persiku harus puas sebagai runner up setelah dikalahkan Persibat 2-1 di partai puncak. Oleh karena itu, Ilyas bertekad membawa timnya juara kali ini. (IQBAL NA’IMY/SUPRIYADI)

 

Skuad Persiku untuk Bodeh Cup 2015:

  • Prahita
  • Ilyas
  • Idris
  • Dadan
  • Medy
  • Adit
  • Sugeng
  • Irvan
  • Deny
  • Joko
  • Sholikul
  • Mukamad
  • Edwin

Awas! Dinding Basah Dapat Mempercepat Pelapukan

Salah satu perumahan. Waspada dengan dinding basah, karena dapat mempercepat pelapukan (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Rumah yang kuat dan tahan lama bergantung dipengaruhi banyak hal. Dimulai dari proses pengerjaan, ketepatan pemilihan material dan profesional pekerja. Ketiganya dapat direncanakan dengan baik sebelum pembangunan rumah agar dapat menikmati hunian dengan nyaman bersama keluarga dalam jangka waktu lama.

Namun, terkadang masih banyak ditemukan kendala lain meski sudah mempersiapkan ketiga hal tersebut, seperti masalah perawatan rumah. Pada rumah yang telah lama dihuni akan mulai muncul jamur pada dinding bagian luar.

“Penyebabnya adalah kelembaban udara dan perubahan cuaca yang membuatnya basah pada musim penghujan. Sehingga dinding menjadi basah ,” ujar Noor Chaeron Pemilik Perumahan Candi Cluster.

Dinding yang basah merupakan penyebab utama timbulnya berbagai macam jenis jamur. Jika dibiarkan, maka jamur akan berkembang semakin banyak hingga menutupi dinding.

Pada dasarnya, jamur yang menempel akan merusak struktur bata dan semen. “Sebab akar jamur akan menembus pondasi dinding sehingga membuat dinding menjadi rapuh,” jelasnya.

Hal tersebut masuk dalam peristiwa ilmiah, yaitu pelapukan yang disebabkan karena makhluk hidup. Sehingga, untuk mengurangi resiko pelapukan, pemilik rumah harus selalu melakukan perawatan.

Dalam jangka waktu lama, lanjutnya, dinding akan mengalami keropos dan rentan ambruk. Jika hanya salah satu sisi dinding yang ambruk, maka bagian lain seperti atap juga akan runtuh.

“Dan itu bisa membahayakan seluruh orang didalam rumah. Untuk itu perawatan juga sangat penting agar rumah tetap nyaman dihuni, “pungkasnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Momentum HUT RI Diharapkan Dapat Tingkatan Budaya Kerja

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat memberikan sambutan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat memberikan sambutan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Dalam menyongsong peringatan HUT RI ke-70 tahun ini, nilai-nilai kemerdekaan harus diimplementasikan dalam sikap, tindakan dan perbuatan sehari-hari. Caranya, yaitu dengan mengisi kemerdekaan sesuai dengan bidang masing-masing dengan diikuti keinsyafan akan budaya kerja dan persatuan Indonesia. Hal itu disampaikan Bupati Jepara pada saat pencanangan kegiatan HUT RI ke – 70 di Alun-alun Jepara, Jumat ( 31/07/2015).

Ahmad Marzuqi berharap, peringatan HUT RI  Tahun 2015 ini dapat menjadi momentum gerakan dan keinsyafan gotong-royong dari seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Mengingat, gotong royong bukan hanya urusan rakyat tetapi para pemimpin juga harus mampu memberi contoh bergotong royong dalam kerja.

”Karena kita yakin tantangan besar dihadapi bangsa, baik lokal, nasional, regional maupun global memerlukan upaya bersama yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gotong royong ini sudah seharusnya menjadi jiwa gerakan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Utamanya dalam kerangka mengentaskan kemiskinan dan pemasalahan sosial maupun perekonomian,” terang Marzuqi.

Dia juga mengemukakan, konteks lokal Jepara saja angka kemiskinan tercatat 9,23 %, tingkat pengangguran terbuka 6,28 %. Belum lagi dalam rangka kesiapan menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), pembangunan Infrastruktur, kemandirian desa melalui UU Desa dan lainnya. Terkait hal inilah pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa berfikir, bersikap dan bertindak positif dan bekerja keras.

”Semuanya ini semata-mata demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jepara. Sikap inilah yang kita butuhkan dan menjadi modal dalam mengisi kemerdekaan dan membangun Jepara mendatang,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ketua KONI Kudus Janjikan Bonus Selangit bagi Peraih Medali di Kejurda Tarung Derajat

Para atlet Tarung Derajat berfoto bareng di depan Kantor KONI Kudus sebelum berangkat ke Kejurda. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

KUDUS – Kontingen Tarung Derajat Kudus yang akan bertanding di Kejurda Solo 2015 berangkat Jumat (31/7/2015), hari ini. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Ketua KONI Kudus M. RIdwan.

Dalam pidato yang disampiakannya, Ridwan menjanjikan akan memberikan tali asih bagi atlet yang mampu berprestasi pada even ini. “Semoga para atlet yang bertandinga bisa memberikan yang terbaik. Untuk tali asih, sudah kami siapkan,” ujar Ridwan.

Pria yang dikenal gila prestasi olahraga itu mencoba membakar semangat anak asuhan duet pelatih Sugiono dan Rustama dengan cara mempertanyakan kualitas mereka.

“Saat ini saya tidak bisa kasih uang saku, tapi kalian bisa berprestasi tidak? Kalau ya, sepulang nanti fotokopi piagam dan cairkan bonus kalian,” kata Ridwan. (IQBAL NA’IMY/SUPRIYADI)

Pencanangan HUT RI ke-70 di Jepara Bertabur Hadiah

Peserta jalan santai saat dilepas dari Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Peserta jalan santai saat dilepas dari Alun-alun Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar pencanangan kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70, di Alun-alun Jepara, Jumat (31/7/2015). Kegiatan pencanangan di tingkat Kabupaten ini sendiri diawali dengan Apel Pencanganan.

Acara dilanjutkan dengan senam dan jalan sehat bersama dan diakhiri dengan pengundian doorprize. Rute yang diambil start Jalan Kartini (alun-alun)- perempatan tugu PKK, Jl Dr. Sutomo,  Jl. Kolonel Sugiyono, Pasar Jepara I, SCJ dan Finish di Halman Setda.

Panitia Kegiatan, Trisno Santoso menyatakan panitia dalam hal menyediakan berbagai hadiah hiburan, berupa 4 buah sepeda dari bupati, wabup, sekda dan BPR -BKK, 2 mesin cuci serta banyak lagi hadiah hiburan.

Selanjutnya berbagai kegiatan pokok, juga akan mengikutinya. Kegiatan pokok mendengarkan pidato kenegaraan pada tanggal 15 Agustus 2015, apel kehormatan dan renungan suci di TMP Giri Dharma tanggal 16 Agustus, upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan dan pengibaran bendera merah putih 17 Agustus 2015, upacara penurunan bendera dan diakhiri resepsi pada tanggal 18 Agustus 2015.

“Disamping kegiatan pokok juga dilaksanakan beberapa kegiatan penunjang berupa lomba, hiburan dan karnaval,” ujar Trisno Santosa.

Dia menambahkan, kegiatan lomba, meliputi sepak bola kapuk, balap karung antar kepala SKPD dan camat, lomba catur, gerak jalan, pencak silat dan nyanyi lagu perjuangan SD hingga SMA sederajat, lomba antar organisasi, cipta pelayanan publik, mural, futsal antarklub, bola volley dan bola basket.

Karnaval, berupa karnaval jalan kaki untuk TK/SD serta untuk SLTP, SLTA sederajat, umum dan SKPD. Hiburan berupa pagelaran wayang kulit, pentas ketoprak dan pentas musik campuran. Karnaval berupa pawai jalan kaki untuk TK/SD serta pawai jalan kaki untuk SLTP, SLTA sederajat, umum dan SKPD. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Diduga Selewengkan ADD, Petinggi dan Perangkat Desa Papasan Jalani Proses Hukum

Kepala Seksi Tindak Pindana Khusus pada Kejari Jepara, Sunarno (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Seksi Tindak Pindana Khusus pada Kejari Jepara, Sunarno (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Dituduh selewengkan Alokasi Dana Desa (ADD)tahun 2011, Petinggi atau Kepala Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, Zaenal Arifin dan perangkatnya, Surahman harus menjalani serangkaian proses hukum.

Kasus yang awalnya ditangani Polres Jepara, kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, dan terakhir, Kejari melimpahkan kasus itu ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Tindak Pindana Khusus pada Kejari Jepara, Sunarno. Menurutnya,  berkas dinyatakan P-21 dan dilimpah penyidik Polres Jepara ke Kejari. Pihaknya tidak melakukan penahanan kepada tersangka karena yang bersangkutan kooperatif.

”Proses awalnya di Polres, kemudian di Kejari. Kasus dilimpahkan kejari ke Pengadilan Tipikor Jateng. Hingga kini, sudah tiga kali sidang,” ujar Sunarno, Jumat (31/7/2015).
Dia menjelaskan, kasus tersebut bermula dari anggaran ADD tahun 2011 lalu. Kades pada waktu itu, Zaenal dibantu perangkat membuat laporan pertanggungjawaban fiktif untuk kegiatan perbaikan jalan senilai Rp51 juta (triwulan ketiga).

“Kerugian kasus ini sekitar Rp22 juta. Dari jumlah itu, yang sudah dikembalikan Rp15 Juta,” terangnya.

Dia menceritakan, awalnya kasus tersebut dilaporkan warga ke Polres Jepara tahun 2014 lalu, kemudian Polres melakukan penyelidikan lalu dilimpahkan. Proses yang telah berlangsung yakni pengambilan keterangan saksi-saksi berjumlah sembilan orang.

“Atas dugaan itu, tersangka dikenakan pasal 3 UU Tipikor mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo UU 31 tahun 1999 yang dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

TNI, Polri, Hingga Satpol PP Blora Siap Amankan Pilkada

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana. (MuriaNewsCom/Priyo)

Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Jajaran kesatuan baik dari Kodim 0721/Blora, Polres Blora, Yonif 410/Blora, Satpol PP menggelar apel bersama dalam rangka penguatan sinergitas guna kesiapan pengamanan Pilkada Kabupaten Blora. Hal itu dilakukan guna menciptakan suasana kondusif dalam pesta rakyat tersebut.

”Ada 410 anggota baik dari TNI, Polri, dan satpol PP yang ikut apel hari ini. Kami harap, ini menjadi awal yang baik untuk mengamankan Pilkada,” kata Kapolres Blora AKBP Dwi Indra Maulana, Jumat (31/7/2015).

Menurutnya apel bersama yang di gelar di Blok T Blora ini dilakukan untuk menyatukan komitmen bersama untuk mengamankan dan mengawal pilkada pada 9 Desember mendatang. Sehingga masyarakat bisa menyalurkan pilihannya tanpa beban.

”Kami akan terus menjaga dan mengawal Pilkada 9 Desember mendatang. Dan kami akan selalu menjaga netralitas dalam penjagaan pada masa-masa politik seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu Komandan Kodim 0721/blora Letkol Inf Ariful Mutaqin, siap mewujudkan hal tersebut. Termasuk bersinergi membantu polri dalam mengamankan pilkada 9 Desember mendatang.

”Kami akan siap mebantu Polri dalam pengamanan pilkada tahun ini. Sehingga Pilkada tahun ini bisa lancar dan terkendali,” imbuhnya. (PRIYO/SUPRIYADI)

Bupati Pati: Korban Meninggal dalam Keadaan Tugas Negara

kecelakaan (3) (e)

Jenazah Sukoco (50), warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang akan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Jumat (31/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Bupati Pati Haryanto mengatakan, korban kecelakaan yang menimpa rombongan peserta Jambore dari Pati di Tanjakan Karanggeneng, Gunungpati, Semarang, Kamis (30/7/2015) malam, meninggal dunia dalam keadaan tugas. Hal itu disampaikan Haryanto saat takziah di rumah duka keluarga Sukoco, Jumat (31/7/2015).

“Kami turut berduka cita. Kedua korban, Bapak Sukoco dan Ibu Mujaenab meninggal dunia dalam keadaan tugas. Karena itu, kami berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada beliau,” ujarnya di sela-sela upacara pemakaman di rumah duka di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan.

Ia mengatakan, kedua korban mengikuti upacara pelepasan kontingen Jamda XIV di Ruang Pragola Setda Pati, Selasa (28/7/2015) lalu. Karena itu, bupati memberikan penghargaan kepada kedua korban yang meninggal dalam keadaan tugas negara.

Jenazah Sukoco dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, Jumat (31/7/2015) sekitar pukul 10.20 WIB. Pihak keluarga masih tidak percaya dengan peristiwa yang menimpa Sukoco. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Hubungan Eksekutif dan Legislatif di Grobogan Dianggap Akur, Anggota DPRD Magelang Beguru

Kunker yang dilakukan DPRD Magelang ke DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kunker yang dilakukan DPRD Magelang ke DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Magelang pagi tadi berkunjung ke DPRD Grobogan. Kunjungan wakil rakyat yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Yogyo Susaptoyono yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar.

Menurut Yogyo, selain bersilaturahmi, tujuan mereka berkunjung ke Grobogan adalah untuk belajar cara menjalin hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif. Dia menilai, dari informasi yang didapat selama ini, hubungan antara DPRD Grobogan dan pihak eksekutif setempat terjalin dengan baik.

Hal ini berimbas positif dengan mudahnya membahas berbagai permasalahan bersama. Seperti, masalah anggaran, pembuatan perda serta kebijakan lainnya.

”Selama ini, hubungan eksekutif dan legislatif di tempat kami tidak seharmonis di Grobogan. Maka dari itulah kami ingin mendapat kiat-kiat bagaimana caranya agar hubungan eksekutif dan legislatif bisa harmonis seperti disini,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Grobogan HM Misbah yang menerima kedatangan tamu dari Magelang menyatakan, salah satu kiat yang dilakukan untuk menjalain hubungan baik dengan pihak eksekutif adalah komunikasi. Baik dilakukan secara formal maupun non formal.

Disamping itu, hubungan baik itu juga bisa terjalin jika kedua belah pihak sama-sama berkomitmen untuk memajukan daerah. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

MUI Keluarkan Fatwa Haram, Pasien BPJS Kesehatan di RSUD Kartini Jepara Malah Meningkat

Ilustrasi BPJS Kesehatan

Ilustrasi BPJS Kesehatan

JEPARA – Beberapa hari belakangan ini santer diberitakan mengenai fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang disebut haram.

Meski demikian, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara tak ada masalah. Direktur RSUD Kartini Kusnarto menyatakan, tak ada dampak apapun dari fatwa haram MUI tersebut.

”Tidak ada masalah atau dampak dari berita tentang fatwa MUI pusat kaitannya dengan haramnya BPJS Kesehatan,” ujar Kusnarto kepada MuriaNewsCom, Jum’at (31/7/2015).

Menurutnya, sejauh ini justru pasien di RSUD Kartini cenderung meningkat yang dari peserta BPJS. Bahkan, pihaknya mengklaim sekitar 80 persen lebih pasien dari RSUD Kartini merupakan peserta BPJS Kesehatan. Sehingga pihaknya menyimpulkan tak ada masalah dari munculnya fatwa haram MUI.

”Kalau soal fatwa haram karena tidak sesuai dengan syariat Islam, itu kan tidak baru pertama kali ini saja. Seperti halnya dengan bank, kalau mau dibuat BPJS syariah juga bisa tergantung pemangku kebijakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Jepara Mashudi mengatakan, fatwa haram tersebut merupakan hasil kesepakatan ulama ketika di salah satau pondok pesantren di Tegal Jawa Tengah. Sebenarnya, fatwa tersebut sudah muncul sekitar satu bulan yang lalu. Namun, baru beberapa hari ini dipublikasikan baik di media cetak maupun elektronik.

”Sesuai dengan ijma atau kesepakatan ulama yang ada di MUI, ada beberapa hal didalam BPJS Kesehatan yang dianggap tidak sesuai dengan syariah. Salah satunya adanya unsur Dharar atau penipuan karena masyarakat tidak tahu uang yang dibayarkan larinya kemana,” terang Mashudi.

Menurut Mashudi, selain unsur Gharar tersebut juga ada unsur-unsur lain yang tidak sesuai dengan syariah. Mengenai fatwa haram tersebut, kata Mashudi, berlaku bagi semuanya tanpa terkecuali karena program BPJS Kesehatan berlaku di seluruh Indonesia termasuk di Jepara.

Meski demikian, pihaknya mengaku belum melakukan sosialisasi terkait fatwa tersebut di Kabupaten Jepara, dan belum melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pihak BPJS cabang maupun ke Pemkab Jepara.

”Kami menunggu instruksi dari pusat dulu. Kalau memang diinstruksikan untuk sosialisasi, kami akan sosialisasi,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Bendera dari Bandung Berkibar di Trotoar

Pedagang bendera sedang menjajakan dagangannya di kawasan Tugu Johar (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pedagang bendera sedang menjajakan dagangannya di kawasan Tugu Johar (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Menjelang hari kemerdekaan 17 Agustus, pedagang musiman mulai menjajakan bendera merah putih di pinggiran jalan. Meski rata-rata warga sudah punya bendera merah putih, tetapi masih banyak juga yang membeli baru.

Salah satu penjual bendera merah putih adalah Jajang Rohman. Dia datang langsung dari Bandung, Jawa Barat ke Kudus untuk berdagang bendera.Dia menjajakan barang dagangannya di kawasan Tugu Johar, Kudus.

”Berhubung di Jawa Barat sudah banyak yang berjualan pernakpernik agustusan, maka saya datang ke sini. Saya tidak hanya datang sendiri, tapi rombongan yang jumlahnya sekitar 60 orang. Mereka menyebar di beberapa titik strategis di Kudus,” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan momen perayaan hari kemerdekaan, nantinya banyak bendera yang terjual. Karena berjualan bendera merah putih, merupakan musiman.

“Ya mudah- mudahan penjualan ini bisa laku keras seperti tahun kemarin.Sebab, tahun lalu bisa meraup keuntungan bersih Rp 3 juta dalam 2 pekan, mulai awal agustus hingga pertengahan bulan,”katanya.

dirinya juga mengatakan, biasanya, rekan-rekannya berjualan bendera ketika momen HUT Kemerdekaan RI tidak hanya di pulau Jawa saja, bahkan ada yang sampai ke Aceh, Papua, Kalimantan dan Sumatera (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Budiyono Minta Anggota Pramuka Pati Berdoa Bersama

Jenazah Sukoco (50), warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang akan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Jumat (31/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pati M Budiyono yang juga Wakil Bupati Pati meminta kepada seluruh keluarga besar pramuka berdoa bersama untuk korban kecelakaan yang menimpa rombongan kontingen Jambore dari Pati yang terjadi di Tanjakan Karanggeneng Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang, Kamis (30/7/2015) malam.

“Kami berharap seluruh keluarga besar pramuka di Pati berkenan untuk berdoa bersama untuk korban meninggal dunia agar arwah beliau diterima di sisi Allah. Kami juga berharap, satu korban yang masih kritis diberikan kesembuhan,” ujar Budiyono kepada MuriaNewsCom, Jumat (31/7/2015) pagi.

Kendati begitu, ia berharap agar peserta kontingen kwarcab Pati yang mengikuti Jambore Daerah XIV Jawa Tengah tetap fokus untuk berlaga di Jamda yang digelar di Bumi Perkemahan Candra Birawa, Karanggeneng, Semarang.

“Kami berharap, duka bersama ini tidak berlarut yang memengaruhi kualitas pramuka di Pati. Teruskan perjuangan beliau yang meninggal dunia untuk memajukan dunia pramuka di Kabupaten Pati. Mereka sudah banyak berjasa dalam kemajuan dunia kepramukaan di Pati,” imbuhnya.

Karena itu, target Kwarcab Pati untuk masuk lima besar Jamda XIV Jawa Tengah tetap dipertahankan. “Kita doakan agar Allah memberikan kebaikan bagi korban dan keluarganya. Kita harus melanjutkan perjuangan beliau untuk memajukan pramuka di Pati,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Mobil Pengangkut Peserta Jambore dari Pati Terjepit Truk, Dua Orang Meninggal

Jenazah Sukoco (50), warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan yang menjadi korban kecelakaan di Jalan Ungaran-Gunungpati, Semarang akan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat, Jumat (31/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Ketua Kwarcab Pati Budiyono mengatasnamakan keluarga besar pramuka di Kabupaten Pati mengucapkan belasungkawa terhadap korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang menimpa rombongan pramuka Pati di Jalan Raya Ungaran-Gunungpati, Semarang, Kamis (30/7/2015) malam.

“Kami mewakili keluarga besar pramuka Kabupaten Pati mengucapkan belasungkawa. Semoga keluarga diberikan ketabahan lahir dan batin, serta korban diterima di sisi Allah,” ujar Budiyono saat takziah di salah satu korban saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Jumat (31/7/2015) pagi.

Ia mengatakan, kecelakaan yang menyebabkan dua rombongan pramuka meninggal dunia merupakan musibah yang menjadi duka bersama bagi keluarga besar pramuka di Pati. “Musibah ini menjadi duka bersama bagi kami. Beliau sudah berperan penting dalam kemajuan pramuka di Pati,” tuturnya.

Kecelakaan bermula saat rombongan pramuka menggunakan mobil Toyota Avanza bernopol B 1088 EVE tertindih truk bernopol K 1831 AD lantaran tidak kuat naik dalam jalan yang menanjak. Akibat insiden tersebut, penumpang Avanza terjepit dalam mobil yang menyebabkan dua orang tewas.

Kedua korban meninggal dunia tersebut, antara lain Siti Mujaenab (50), warga Gembong dan Sukoco (50) yang merupakan warga Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan. Sementara itu, sopir Avanza Ateng Sukijan (50) warga Desa Panggung Royom, Kecamatan Wedarijaksa selamat, tetapi kondisinya kritis. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Galian C di Tanah Perhutani Dibiarkan, Kades Kaligarang : Ada Apa?

Bekas aktivitas galian C di kawasan Perhutani. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bekas aktivitas galian C di kawasan Perhutani. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Petiggi atau Kades Desa Kaligarang, Kecamatan Keling merasa terheran-heran adanya aktifitas pertambangan galian C yang berada di tanah milik Perhutani, namun dibiarkan saja. Padahal, dengan aktifitas itu, Perhutani jelas dirugikan lantaran banyak pohon yang rusak.

”Saya sangat heran, kenapa dibiarkan begitu saja. Padahal sudah berapa banyak pohon milik Perhutani yang rusak atau bahkan hilang akibat aktifitas itu,” ujar Petinggi Desa Kaligarang Sukono kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini pihaknya telah berupaya menanyakan hal itu kepada pihak perhutani, namun dia hanya janjikan akan menindaklanjuti masalah galian C itu. Tapi nyatanya sampai saat ini aktifitas galian C tersebut masih beroperasi.

”Saya sendiri sudah sempat menanyakan soal itu. Tapi jawabnya hanya nanti diupayakan untuk ditindaklanjuti,” kata Sukono.

Lebih lanjut Sukono mengemukakan, pihaknya lebih terheran-heran lagi lantaran ada salah satu warganya yang mengambil satu pohon milik Perhutani, namun sampai dipenjara hingga empat bulan. Tapi, dengan aktifitas galian C tersebut, sudah banyak pohon yang rusak dan hilang justru beluma ada tindaklanjut yang jelas.

“Warga saya ada yang harus dipidana hingga empat bulan. Tapi, adanya galian C yang merusak itu, sampai saat ini tenang-tenang saja. Sehingga warga sini sangat kesal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, awalnya lokasi aktifitas pertambangan galian C di Desa Kaligarang tersebut hanya berada di tanah milik Perhutani. Namun, lama-lama merambah ke tanah milik warga. Bagi warga yang emosi, lanjut Sukono, tanah miliknya akan langsung dijual.

“Banyak warga yang emosi karena tanah mereka ikut rusak akibat galian C yang menggunakan alat berat itu. Jadi mereka menjual sekalian tanahnya. Padahal tak jarang yang masih menggantungkan hidup mereka dari lahan tersebut untuk bercocok tanam,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati yang membawahi Perhutani Jepara sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi atas keluahan warga dan Petinggi Desa Kaligarang tersebut. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Tarung Derajat Kudus Tatap Kejurda Solo

Tarungderajat.com

Tarungderajat.com

KUDUS – Tim tarung derajat Kudus telah merampungkan latihan panjang dan kini mempersiapkan diri untuk menatap even yang akan mereka hadapi. Pelatih Sugiono mengkonfirmasi hal tersebut kepada MuriaNewsCom.

“Agenda latihan sudah finalisasi, kami akan segera berangkat menuju venue di Solo,” ujar Sugiono.
Kejurda akan berlangsung selama 31 Juli hingga 2 Agustus 2015. Sugiono dan Rustaman mempersiapkan 18 atlet terbaik mereka. “Tujuan kami jelas, untuk mempertahankan gelar juara umum,” jawab Sugiono dengan yakin.

Di Solo, ke-18 atlet tarung derajat itu akan mengikuti pertandingan kategori tarung (putra dan putri) dan seni gerak (putra dan putri).

“Di sana, atlet Pelatda tidak diperkenankan ikut. Jadi nanti nama-nama seperti Meri Anjani dan Puspita tidak akan turun,” jelas Sugiono. (MOHAMMAD IQBAL NA’IMY/SUWOKO)

 

Berikut daftar atlet tarung derajat Kudus yang akang mengikuti Kejurda Solo 2015:
– Kelas 49-75 kilogram
Robby, Fauzan, Sendra, Khasan, Pradana, Jaya, Afri, Rokhim, Fikry
– Kelas 46-68 kilogram
Nita, Nur Lalia, Vinka, Vinda, Niken
– Kelas Seni gerak
:Putra
Rifqi, Yusrul
:Putri
Lia, Fenti, Salma

Duo Jateng Relakan Gelar Juara di Kandang Sendiri

Juara dan runner up Piala Ketua KONI Kudus 2015. (MuriaNewsCom/Mohammad Iqbal Na’imy)

Juara dan runner up Piala Ketua KONI Kudus 2015. (MuriaNewsCom/Mohammad Iqbal Na’imy)

KUDUS – Duo tim Pra-PON Jawa Tengah harus merelakan gelar juara Piala Ketua KONI Kudus 2015 lepas ke tangan lawan. Keduanya bertanding dalam final di even tersebut, di kandangnya sendiri, Lapangan Voli Pantai Ivojo, Kudus Kamis (30/7/2015) malam.

Pada partai puncak kategori putri, penentuan gelar juara harus melalui golden set setelah dua regu yang bertanding masing-masing memenangi 3 set. Di even ini, golden set menggunakan sistem perlehan angka yang sama dengan set normal, yaitu 21 poin.

Pada gim kedua, Ana terlihat seperti menjadi titik lemah bagi pasangannya Wulan sehingga dipaksa menyerah dari duet dari tim Pra-PON Papua, Martha dan Desi, 13-21, 20-19, 10-15. Pasangan campuran dari tim 1 dan 2, Bela-Wulan (Jawa Tengah) pun tak kuasa membendung keperkasaan Martha-Olivia (Papua), 19-21.

Sementara di final putra, kedigdayaan dua pasangan terbaik Jawa Tengah Samboja-Fauzi dan Wawan-Bagus terhenti di tangan para pevoli tim Pra-PON DKI. Samboja-Fauzi kalah dua set langsung dari Defry-Gunawan, 21-18, 21-17. Sedangkan Wawan-Bagus dijungkalkan Redho-Galih, 13-21, 21-16 dan 15-11.

Masing-masing juara 1 mendapatkan trofi Ketua KONI Kudus dan uang pembinaan sebesar Rp 4 juta. Penyerahan trofi diberikan oleh Kabid Pembinaan Voli Indoor PBVSI Jawa Tengah, Suharyanto dan ketua panitia Achsin Ro’is. (MOHAMMAD IQBAL NA’IMY/SUWOKO)

Masan: Soal Wabup, Kami Tunggu Petunjuk Mendagri

spektrummaluku.com

spektrummaluku.com

KUDUS – Ketua DPRD Kudus Masan menyatakan, pihaknya belum berani melangkah terlalu jauh terkait pengisian kekosongan jabatan wabup. Dia beralasan, hingga kini belum adanya penjelasan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kami dan pemkab sudah mengirim surat ke Kemendagri. Kami menanyakan mekanisme pemilihan wabup. Tapi hingga kini belum ada penjelasan,” katanya.

Menurutnya, penjelasan Kemendagri diperlukan karena hingga saat ini belum ada Peraturan Pemerintah (PP) yang diterbitkan, sebagai penjelasan UU Pilkada.

Pihaknya meminta agar semua pihak bersabar. Pihaknya berharap mekanisme pengisan wabup nantinya memiliki pedoman hukum yang jelas. Hal itu untuk menghindari kesalahan mekanisme yang mungkin bisa terjadi. (SUWOKO)

 

Jabatan Wabup Lama Kosong, Tiga Fraksi Surati Pimpinan DPRD Kudus

spektrummaluku.com

spektrummaluku.com

KUDUS – Sebanyak tiga fraksi di DPRD Kudus mendesak pimpinan dewan agar menindaklanjuti kekosongan jabatan wakil bupati yang telah lama kosong. Secara resmi tiga fraksi itu mengirimkan surat desakan kepada pimpinan dewan.

Tiga fraksi yang mengirimkan surat ke pimpinan DPRD Kudus di antaranya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Persatuan Bintang Pembangunan (PBP), dan Fraksi Nasdem.

Superiyanto, Ketua Fraksi Nasdem, menjelaskan, surat yang dikirim berisi desakan tiga fraksi agar pimpinan dewan segera memproses mekanisme pemilihan wakil bupati.

Super mengakui, partainya tidak termasuk partai pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Musthofa dan Abdul Hamid. Namun usulan tersebut sebagai tindak lanjut kuatnya desakan masyarakat di Kudus agar kursi wabup yang telah kosong segera diisi.

“Ini aspirasi masyarakat. Mereka menghendaki agar kekosongan kursi wakil bupati segera diisi,” katanya, Kamis (30/7/2014).

Menurutnya, dalam surat tidak ada nama yang diusulkan untuk menduduki kursi wakil bupati. Dia mengatakan, nama yang diusulkan menjadi kewenangan partai pengusung. (SUWOKO)