Upaya Perdamaian Menemui Jalan Buntu

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Upaya perdamaian yang dilakukan di Mapolres Grobogan akhirnya menemui jalan buntu. Pihak Desa Termas yang warganya ditengarai sebagai pelaku pengeroyokan, tidak bisa memberikan kepastian atas tuntutan yang disampaikan korban.Sebab, keputusan itu perlu dibicarakan dulu dengan Kepala Desa Termas Niti yang dalam kesempatan itu tidak bisa hadir lantaran tengah menderita stroke.

”Saya datang kesini mewakili Kades yang tidak bisa hadir karena stroke. Sepulang dari sini saya akan laporkan hasil pertemuan dan secepatnya kita berikan jawaban,” ungkap Kepala Dusun Mrayun, Desa Termas Siswoyo.

Dia menyatakan, meski kejadian itu terjadi di wilayahnya namun pelaku pengeroyokan belum tentu dilakukan warga Desa Termas. Sebab, dari informasi yang diterima, saat itu banyak juga warga dari desa tetangga datang ke tempat terjadinya peristiwa pengeroyokan.

Karena tidak ada titik temu, Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo kemudian menutup acara pertemuan tersebut. Selanjutnya, dia meminta agar dijadwalkan pertemuan lagi secepatnya dengan difasilitasi muspika Kecamatan Kebonagung dan Karangrayung. (DANI AGUS/TITIS W)