Galian C di Tanah Perhutani Dibiarkan, Kades Kaligarang : Ada Apa?

Bekas aktivitas galian C di kawasan Perhutani. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bekas aktivitas galian C di kawasan Perhutani. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Petiggi atau Kades Desa Kaligarang, Kecamatan Keling merasa terheran-heran adanya aktifitas pertambangan galian C yang berada di tanah milik Perhutani, namun dibiarkan saja. Padahal, dengan aktifitas itu, Perhutani jelas dirugikan lantaran banyak pohon yang rusak.

”Saya sangat heran, kenapa dibiarkan begitu saja. Padahal sudah berapa banyak pohon milik Perhutani yang rusak atau bahkan hilang akibat aktifitas itu,” ujar Petinggi Desa Kaligarang Sukono kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini pihaknya telah berupaya menanyakan hal itu kepada pihak perhutani, namun dia hanya janjikan akan menindaklanjuti masalah galian C itu. Tapi nyatanya sampai saat ini aktifitas galian C tersebut masih beroperasi.

”Saya sendiri sudah sempat menanyakan soal itu. Tapi jawabnya hanya nanti diupayakan untuk ditindaklanjuti,” kata Sukono.

Lebih lanjut Sukono mengemukakan, pihaknya lebih terheran-heran lagi lantaran ada salah satu warganya yang mengambil satu pohon milik Perhutani, namun sampai dipenjara hingga empat bulan. Tapi, dengan aktifitas galian C tersebut, sudah banyak pohon yang rusak dan hilang justru beluma ada tindaklanjut yang jelas.

“Warga saya ada yang harus dipidana hingga empat bulan. Tapi, adanya galian C yang merusak itu, sampai saat ini tenang-tenang saja. Sehingga warga sini sangat kesal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, awalnya lokasi aktifitas pertambangan galian C di Desa Kaligarang tersebut hanya berada di tanah milik Perhutani. Namun, lama-lama merambah ke tanah milik warga. Bagi warga yang emosi, lanjut Sukono, tanah miliknya akan langsung dijual.

“Banyak warga yang emosi karena tanah mereka ikut rusak akibat galian C yang menggunakan alat berat itu. Jadi mereka menjual sekalian tanahnya. Padahal tak jarang yang masih menggantungkan hidup mereka dari lahan tersebut untuk bercocok tanam,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati yang membawahi Perhutani Jepara sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi atas keluahan warga dan Petinggi Desa Kaligarang tersebut. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)