6 Guru Menanggung Konsekuensi Berat atas Keputusan Yayasan

Mudzakir didampingi ketua LBH Ansor saat konferensi pers di presroom wartawan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mudzakir didampingi ketua LBH Ansor saat konferensi pers di presroom wartawan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Ketua LBH Ansor Jepara, Solehan mengakui pihaknya mendapatkan aduan mengenai enam guru yang mengajar di SD dan MI di Yayasan Pendidikan Al-Islam Jepara, dinonaktifkan dari tugas mengajarnya oleh pihak pengurus yayasan. Setelah mempelajari masalahnya, pihaknya menyatakan akan segera mengambil langkah-langkah dengan melakukan komunikasi pada pihak-pihak terkait.

Diakuinya, masalah ini memang memprihatinkan sekali. Terutama bagi nasib para guru yang dinonaktifkan dan hanya dijadikan staf saja itu. Dari sekilas yang sudah dipahami dari persoalan ini, mereka (para guru) memang menanggung konsekuensi berat atas kebijakan yang diambil pihak Yayasan.

Enam guru yang mengadukan nasibnya tersebut, adalah Anik Fauziah, M. Syaifudin, Mudakir, Nuryati (guru di SD Al-Islam), Siti Rahmawati, dan Mustaqim (guru MI Al-Islam). Dengan kebijakan tersebut mereka akan kehilangan tunjangan sertifikasi yang selama ini sudah didapatkannya. Pihaknya berharap masih ada kebijakan yang lebih baik bisa diambil pihak Yayasan AL-Islam dalam hal ini, tanpa mengorbankan kepentingan para guru tersebut.

”Kami akan pelajari dan segera mengambil langkah untuk memberikan pendampingan atas nasib mereka. Jika memang terpaksa harus melakukan langkah hukum ya akan kami lakukan. Namun tentu saja diawal kami berharap masih ada pembicaraan yang bisa dilakukan,” ujar Solekan.

Sementara itu, pihak Yayasan Al-Islam Jepara, sampai berita ini dimuat belum bisa dikonfirmasi. Beberapa pengurus yang sekirannya bisa memberikan konfirmasi belum bisa dihubungi. Yayasan Al-Islam merupakan yayasan pendidikan yang memiliki sekolah SD dan MI di Jepara. (WAHYU KZ/TITIS W)

Foto sama