Akhwan Siap Jadi Wakil Bupati Kudus

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Kosongnya jabatan wakil bupati Kudus yang terjadi sekarang ini, dinilai perlu untuk segera diisi, setelah ditinggalkan Wabup H Abdul Hamid yang meninggal dunia setengah tahun lalu itu. Sejumlah nama sebenarnya sudah diwacanakan untuk bisa mengisi kekosongan tersebut. Hanya saja, Bupati Kudus H Musthofa masih memilih untuk membiarkan jabatan itu kosong hingga sekarang.

Salah satu nama yang belakangan sering disebut pantas mengisi kekosongan jabatan itu adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H Akhwan Sukandar. Beberapa partai juga belakangan menyebut namanya, sebagai salah satu orang yang pantas mengisi kekosongan jabatan wabup itu.

Ditemui saat menggelar halal bihalal di kediamannya, Minggu (26/7/2015), Akhwan mengatakan bahwa dirinya memang sudah mendapat perintah partai, untuk maju mengisi posisi wakil bupati Kudus yang kosong.

”Ini adalah perintah partai. Mau tidak mau, saya memang harus menjalankannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/7/2015).

Menurut Akhwan, dirinya masih merasa nyaman dengan jabatannya sebagai anggota dewan provinsi. Dia tercatat sebagai anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus. Namun, jika nantinya memang ditunjuk sebagai wakil bupati, Akhwan mengaku siap untuk mundur dari jabatannya tersebut.

”Itu adalah konsekuensi. Kalau memang nanti akhirnya ditunjuk jadi wakil bupati, saya siap mundur,” tegasnya.

Namun, Akhwan juga menegaskan keputusan agar posisi wakil bupati diisi atau tidak, sepenuhnya ada di tangan Bupati Kudus H Musthofa. Semuanya tergantung apakah bupati ingin jabatan itu diisi atau tidak.

”Kalau bupati mau membuka jalan agar jabatan itu diisi, saya siap kalau ditunjuk. Tapi kalau tidak, ya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semua tergantung bupati,” terangnya. (MERIE)