Lahan Darat Sempit, Panjat Pinang di Laut

Puluhan pemuda dari remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan melakukan panjat pinang sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib tiba. Kegiatan dilakukan di laut karena wilayah darat mereka sempit. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan pemuda dari remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan melakukan panjat pinang sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib tiba. Kegiatan dilakukan di laut karena wilayah darat mereka sempit. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menurut Khundir salah satu pembina kelompok remaja musala Al-Barokah RT 03 RW 05 Kelurahan Demaan, Jepara, pemuda yang mengikuti panjat pinang tersebut mayoritas merupakan anak dari para nelayan.
Kegiatan itu digelar untuk kebersamaan dan kerukunan antar warga sekitar. Mengenai alasan digelarnya panjat pinang di laut, kata Khundir, hal itu dilakukan selain karena mayoritas peserta adalah anak nelayan, juga karena lahan di darat sudah sempit sehingga tidak cukup untuk melakukan kegiatan yang dapat dilihat oleh banyak orang.

”Ini yang ikut didominasi remaja usia 15 tahunan, ditambah beberapa orang dewasa saja. Peserta keseluruhan ada 30 orang,” imbuhnya.

Para peserta tak hanya cukup membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai di puncak. Sejak pukul 16.00 WIB, peserta baru mampu menaklukkan bambu yang diberi pelicin itu sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah berhasil mencapai puncak, semua hadiah yang ada diujung bambu diturunkan dan adzan maghrib pun berkumandang. (WAHYU KZ/TITIS W)