Pedagang Janur Luar Kota Serbu Grobogan

janur grobb

Para pedagang janur menjajahkan dagangannya di Pasar Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski lebaran ketupat masih beberapa hari lagi namun sejumlah pedagang janur mulai menjajakan barang dagangannya di sekitar pasar Induk Purwodadi.Sebagian besar, pedagang janur itu berasal dari luar kota, seperti Pati, Boyolali, Blora, dan Demak. Banyaknya pohon kelapa di Grobogan yang mati akibat hama wangwung menjadikan daerah ini dianggap sebagai pasar potensial oleh pedagang janur.

”Saya sudah bertahun-tahun jualan janur di Purwodadi. Dibandingkan di daerah lain, penjualan janur disini lebih menguntungkan,” ungkap Raharjo, pedagang janur asal Pati.

Pedagang janur dari luar kota itu umumnya sudah punya langganan tetap. Yakni, para pedagang janur lokal musiman yang menjual secara eceran. Oleh sebab itu, begitu datang, janur yang mereka bawa langsung diambil para pelanggan.

Harga yang ditawarkan berkisar Rp 300 ribu per ikat yang berisi 1.000 lembar janur. Sementara harga blarak atau daun kelapa yang sudah agak tua berkisar Rp 150 ribu per ikat. Sedangkan harga longsongan atau daun kelapa yang sudah dianyam berbentuk ketupat ditawarkan Rp 5 ribu per ikat yang berisi 10 longsongan.

”Harga janur, blarak, dan longsongan saat ini boleh dibilang masih cukup murah. Soalnya, lebaran ketupat masih beberapa hari lagi,” imbuh Rumini, pedagang janur lainnya. (DANI AGUS/SUPRIYADI)