Tak Tahan Didesak, Panitia Pasar Murah Layani Pembelian Gas Melon Bagi Warga yang Tak Miliki Kupon

ilustrasi gas melon

ilustrasi gas melon

KUDUS – Pasar murah yang digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, langsung diserbu warga. Mereka berbondong-bondong datang memborong beras, minyak dan gula. Tahun ini, disediakan gas elpiji 3 kilogram sehingga otomatis menjadi incaran para warga.

Seperti pasar murah di Kecamatan Gebog, tidak hanya bahan pokok yang dikerumuni warga, tapi juga gas elpiji 3 kilogram. Namun, bisa mendapatkan gas menggunaka kupon yang dibagikan pihak kecamatan melalui perangkat desa.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti melalui Kasi Dalam Negeri Sofian Dhuhri mengatakan, pemkab sampai kewalahan menangani gas, karena ada warga yang tidak menggunakan kupon, mendesak untuk dilayani.

”Ya, akhirnya kami berikan tapi dijatah 60 tabung saja, untuk warga yang tidak menggunakan kupon. Ini juga sebagai antisipasi kupon pembagiannya tidak merata dan berupaya tetap melayani warga yang membutuhkan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia menjelaskan gas elpiji 3 kilogram, baru kali pertama diikutkan pasar murah. Masing-masing kecamatan mendapatkan jatah 1 LO atau 560 tabung. Hanya, Kecamatan Gebog mendapatkan 2 LO.

”Kecamatan Bae tidak mau menerima jatah gas elpiji 3 kilogram. Sehingga dilimpahkan ke Kecamatan Gebog yang warganya sangat membutuhkan gas tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan dia, harga gas lebih murah yakni Rp 15 ribu. Satu orang hanya diperbolehkan membeli satu tabung gas. Sofian menambahkan, penjualan gas di pasar murah dilakukan selama tiga hari.”Gasnya dijual bergilir, hari ini Kecamatan Gebog dan Kaliwungu,” terangnya.

Selanjutnya, Kamis (9/7/2015) mendatang giliran Kecamatan Jati dan Undaan. Kemudian, Jum’at (10/7) Kecamatan Jekulo, Dawe dan Mejobo, yang masing-masing 1 LO.

Sofian menerangkan, setidaknya bisa meringankan warga masyarakat yang sangat membutuhkan gas elpiji 3 kilogram.

Sementara itu, untuk jumlah sembako yang didistribusikan dimasing-masing kecamatan antara lain, beras per kecamatan dapat 400 pak, satu pak lima kilogram, gula pasir setiap kecamatan mendapatkan 1.500 kilogram, dan minyak goreng per kecamatan mendapatkan 1.000 liter.

Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen Arif Budiyanto mengatakan, ada subsidi dari dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar senilai Rp 137 juta. Sehingga, harga bahan pokok yang dijual di pasar murah dibawah harga sebenarnya.

”Didukung juga beberapa perusahaan swasta yang bergerak dibidang ritel. Ada juga produk makanan jadi, seperti kue kering yang dijual murah,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)