Air Kedung Ombo Dihentikan, Kades Krangganharjo ”Nggembor” Minta Perbaikan Saluran Irigasi

Saluran irigasi di Kecamatan Toroh rusak berat dan butuh perbaikan secepatnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saluran irigasi di Kecamatan Toroh rusak berat dan butuh perbaikan secepatnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Behentinya pasokan air dari Waduk Kedung Ombo (WKO) ke saluran irigasi mulai awal Juli lalu harus dimanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki saluran primer irigasi yang rusak.

Hal itu perlu dilakukan mengingat fungsi saluran primer itu cukup vital sebagai penyuplai pasokan air utama dari WKO menuju areal persawahan. Disamping itu, tujuan dihentikannya pasokan air memang untuk tujuan perbaikan saluran irigasi.

”Saluran primer yang kondisinya kritis ada beberapa titik. Saya harapkan, saluran utama yang rusak ini benar-benar ditangani semuanya sehingga pasokan air musim tanam berikutnya bisa lancar,” ungkap Kepala Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh Jasminto yang diwilayahnya banyak titik saluran irigasi longsor.

Kepala Dinas Pengairan Grobogan Subiyono menyatakan, penutupan WKO atau masa pengeringan itu biasa dilakukan tiap tahun, yakni pada kurun waktu Juli hingga awal September. Selain untuk menghemat debit air, penutupan itu digunakan pihak BBPSDA untuk mengecek dan memperbaiki saluran irigasi primer.

Menurutnya, untuk titik saluran yang longsor atau rusak semuanya sudah didata. Nantinya, saluran yang tingkat kerusakannya paling parah akan mendapat penanganan lebih dahulu. Diharapkan dalam masa pengeringan semua saluran rusak bisa teratasi. (DANI AGUS/SUPRIYADI)