Sanksi Rp 10 Juta Diharapkan Bisa Memberi Efek Jera Kepada Pemburu

Bupati Pati Haryanto dalam kunjungannya di Desa Babalan, Kecamatan Gabus yang menjadi pusat penangkaran Tyto Alba. Mulai sekarang, berburu burung hantu di Pati didenda Rp 10 juta. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto dalam kunjungannya di Desa Babalan, Kecamatan Gabus yang menjadi pusat penangkaran Tyto Alba. Mulai sekarang, berburu burung hantu di Pati didenda Rp 10 juta. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Sanksi berupa denda Rp 10 juta atas pelanggaran Perbup Nomor 56 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengembangan Burung Hantu diharapkan bisa memberikan efek jera. Pasalnya, satwa tersebut saat ini terancam punah karena kelakuan orang tak bertanggung jawab.Hanya, karena perbup yang dikeluarkan masih baru, masyarakat akan mendapat sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga mereka tak salah tangkap dan berdalih tidak tahu aturan ketika tertangkap tangan tengah berburu burung hantu.
‚ÄĚKami akan melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi satwa Tyto Alba di Pati yang keberadaannya hampir punah, sekaligus bermanfaat bagi dunia pertanian,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman Dispertannak Pati Nikentri Meiningrum kepada MuriaNewsCom. (LISMANTO/SUPRIYADI)