Jangan Berani Berburu Burung Hantu di Pati, Ada Denda Rp 10 Juta

Bupati Pati Haryanto dalam kunjungannya di Desa Babalan, Kecamatan Gabus yang menjadi pusat penangkaran Tyto Alba. Mulai sekarang, berburu burung hantu di Pati didenda Rp 10 juta. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto dalam kunjungannya di Desa Babalan, Kecamatan Gabus yang menjadi pusat penangkaran Tyto Alba. Mulai sekarang, berburu burung hantu di Pati didenda Rp 10 juta. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengembangan Burung Hantu di Kabupaten Pati melarang setiap orang berburu, membunuh atau memperjualbelikan burung hantu jenis Tyto Alba.Perbup yang mengatur soal burung hantu tersebut memang sudah disahkan bupati pada 24 Desember 2014 lalu. Namun, implementasi dari peraturan tersebut baru dimulai sekarang.
“Sekarang ini, siapa pun yang memburu, membunuh atau memperjualbelikan burung hantu jenis Tyto Alba di Pati akan dikenakan denda administrasi sebesar Rp 10 juta. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penurunan populasi Tyto Alba yang hampir punah di wilayah Pati,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman Dispertannak Pati Nikentri Meiningrum kepada MuriaNewsCom.
Kendati begitu, pihaknya masih memberikan toleransi kepada penjual Tyto Alba khusus digunakan untuk keperluan penangkaran yang nantinya akan dikelola lembaga masyarakat. Selain itu, Tyto Alba boleh diperjualbelikan untuk dirawat dengan tujuan membasmi hama tikus. (LISMANTO/SUPRIYADI)