Arena Aeromodelling di Waduk Gunungrowo Diklaim Spektakuler

Suasana arena aeromodelling yang akan digunakan untuk kejuaraan nasional pada 1-2 Agustus 2015 di Waduk Gunungrowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana arena aeromodelling yang akan digunakan untuk kejuaraan nasional pada 1-2 Agustus 2015 di Waduk Gunungrowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Arena aeromodelling yang digunakan untuk kejuaraan nasional aeromodelling bertajuk “Liga Free Flight I dan Liga Pylon Racing I” di Waduk Gunungrowo pada 1-2 Agustus mendatang, diklaim spektakuler. Lanjutkan membaca

Kontingen Jamda Grobogan Diberangkatkan

Kontingen jamda Grobogan yang berangkat berkekuatan 40 Pramuka Penggalang terbaik bersiap berangkat ke Bumi Perkemahan Candra Birawa Karanggeneng, Gunungpati, Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kontingen jamda Grobogan yang berangkat berkekuatan 40 Pramuka Penggalang terbaik bersiap berangkat ke Bumi Perkemahan Candra Birawa Karanggeneng, Gunungpati, Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Rombongan pramuka Kwarcab 11.15 Grobogan yang akan mengikuti kegiatan jambore daerah (Jamda) di Semarang, siang tadi dilepas keberangkatannya oleh Waka Kwarcab Bidang Bina Muda Karsono. Kontingen jamda Grobogan yang berangkat berkekuatan 40 Pramuka Penggalang terbaik. Lanjutkan membaca

Tim BKSDA Akhirnya Turun ke Lokasi Munculnya Harimau

Tim BKSDA turun ke lokasi munculnya harimau hingga Sabtu besok (1/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim BKSDA turun ke lokasi munculnya harimau hingga Sabtu besok (1/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Setelah dinantikan cukup lama, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah akhirnya datang ke Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan siang tadi. Ada tujuh personel yang ditugaskan BKSDA untuk memastikan kabar munculnya harimau di dekat perkampungan penduduk beberapa hari lalu. Lanjutkan membaca

Sekolah Lima Hari Itu Bagus, Asal…

Muhammad Kanzunuddin, dosen PGSD UMK. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Muhammad Kanzunuddin, dosen PGSD UMK. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Beberapa waktu terakhir ini, wacana sekolah lima hari menjadi tren topik di bidang pendidikan. Terutama di Jawa Tengah, yang beberapa daerah sudah menerapkan sekolah lima hari yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Namun, adanya agenda sekolah lima hari ini terdapat pro dan kontra. Terutama dari kalangan pendidikan. Seperti Muhammad Kanzanuddin, praktisi pendidikan dari PGSD UMK.

“Sekolah lima hari itu boleh, tetapi harus dikaji lagi. Sekolah lima hari itu tidak apa-apa, tetapi waktu untuk berkreativitas membentuk pribadi siswa jangan sampai dihilangkan. Agar selain mendapatkan ilmu pengetahuan, siswa juga diajak untuk berkreasi mandiri,” ungkapnya, saat ditemui MuriaNewsCom.

Menurut Kanzanuddin, sekolah lima hari belum dapat diterapkan di Kudus. Pasalnya, sekolah lima hari dinilai tidak cocok diterapkan di desa-desa yang sudah menggunakan kebiasaan bersekolah selama enam hari dalam sepekan.

Namun, Kanzanuddin juga setuju dengan tujuan dari sekolah lima hari ini. Yakni agar waktu antara siswa dengan keluarga juga efektif dibandingkan di sekolah. Akan tetapi, hal tersebut harus dipertimbangkan lagi. Alasannya, tidak semua orang tua siswa pada hari Sabtu libur bekerja.

“Kalau sekolah lima hari diterapkan. Pada hari Sabtu anak-anak libur, tetapi pada hari itu juga orang tua siswa ada yang masih bekerja, terus nanti si anak yang mengontrol siapa? Malah jadi tidak efektif. Apalagi untuk orang tua siswa SMP dan SMA. Padahal, kalau di hari Sabtu mereka sekolah, masih ada yang mengontrol,” pungkasnya. (HANA RATRI/SUWOKO)

Purna Tugas, Baliho Bergambar Hafidz Belum Ditertibkan

Baliho sosialiasi milik Pemkab Rembang berlatar gambar Abdul Hafidz masih terpasang di kawasan Jalan Diponegoro Rembang. Satpol PP berjanji segera menertibkannya setelah berkoordinasi dengan DPPKAD dan KPPT. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Baliho sosialiasi milik Pemkab Rembang berlatar gambar Abdul Hafidz masih terpasang di kawasan Jalan Diponegoro Rembang. Satpol PP berjanji segera menertibkannya setelah berkoordinasi dengan DPPKAD dan KPPT. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Habisnya masa jabatan kepala daerah daerah periode 2010-2015, ternyata belum disertai dengan penertiban sejumlah baliho sosialisasi milik pemkab Rembang. Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) menyatakan, belum berani bersikap meskipun masih cukup banyak baliho sosialisasi yang memajang gambar Abdul Hafidz. Padahal masa bhakti mantan Bupati itu telah berakhir pada 20 Juli 2015 lalu. Lanjutkan membaca

Gudang Kayu Terbakar, Pengusaha Rugi Rp 1 Miliar

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Melihat kejadian kebakaran yang meludeskan gudang kayu di Desa Jipangrejo, Kecamatan Blora, milik Rusno (50), warga sekitar berupaya untuk memadamkan dengan alat seadanya. Namun, tak berhasil memadamkan si jago merah itu.

30 menit kemudian, dua mobil pemadam kebakaran menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Dibantu dengan dua truk tangki air.

”Mendengar informasi ada kebakaran, kami petugas langsung sigap untuk datang ke lokasi memadamkan api dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dan dua truk tangki air,” jelas Sri Rahayu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Jumat (31/7/2015).

Namun begitu besarnya si jago merah, membuat BPBD harus kerja ekstra untuk memadamkan api. Sehingga selang dua jam kemudian kebakaran bisa dikendalikan, namun api masih menyala kecil. Kobaran api dan asap hitam kejadian itu, menarik perhatian warga dan tak sedikit yang mengabadikan kebakaran tersebut.

”Untuk kerugiannya sekitar Rp 1 Miliar. Sebab, banyak perlengkapan di gudang kayu yang ikut terbakar. Yakni, berisi kayu sejumlah 8 kibik dan peralatan pertukangan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, pemilik gudang kayu belum bisa dikonfirmasi dan dimintai keterangan. Karena masih syok melihat kebakaran yang menimpa usaha miliknya. (PRIYO/TITIS W)

 

 

Wiko Fizz dan Lenny Mulai Dilirik Konsumen Kudus

Beberapa seri Wiko di Kudus. Type Lenny dan Fizz yang paling banyak dicari. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Beberapa seri Wiko di Kudus. Type Lenny dan Fizz yang paling banyak dicari. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Sebagai vendor baru yang masuk Indonesia beberapa waktu lalu, Wiko bisa ikut bersaing dengan smartphone dari berbagai vendor besar. Perusahaan asal Prancis tersebut sebelumnya telah mengalahkan vendor terkenal lain di antaranya Lenovo dan Samsung di negara asalnya.

Kini di Kudus, penjualan Wiko mengalami kenaikan. Chanif, customer service di Sentra Ponsel di Kudus Extension Mall mengatakan ada dua seri smartphone Wiko yang mulai digandrungi konsumen. ”Saat ini seri Wiko yang paling banyak dicari adalah Fizz dan Lenny,” ujarnya.

Keduanya merupakan smartphone kelas entry yang dibanderol dengan harga kisaran Rp 800 untuk Fizz dan Rp 1 juta untuk Lenny. Menurut Chanif untuk masyarakat Kudus tergolong berpenghasilan menengah. Sehingga untuk kebutuhan sarana komunikasi, harga Rp 1  jutaan yang paling diminati.

Pada bulan ini,  penjualan Wiko sudah ada sekitar 10 unit. ”Beberapa juga ada yang membeli seri Gateway milik Wiko yang dibanderol dengan harga Rp 2,2 juta karena meski belum terlalu dikenal, akan tetapi benar-benar produk yang bagus,” jelasnya.

Selain itu, fitur yang diusung juga sangat menarik dengan tampilan menu mirip vendor Advan, dan Andromax. Secara konten, smartphone ini memang hampir sama dengan merek lain. Namun dalam segi kualitas tetap bersaing.

Sementara ini, jaminan pemeliharaan atau reparasi dapat dibawa ke Nokiacare. ”Karena masih produk baru, jadi untuk garansi dapat dibawa ke Nokiacare Semarang,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

6 Guru Menanggung Konsekuensi Berat atas Keputusan Yayasan

Mudzakir didampingi ketua LBH Ansor saat konferensi pers di presroom wartawan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mudzakir didampingi ketua LBH Ansor saat konferensi pers di presroom wartawan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Ketua LBH Ansor Jepara, Solehan mengakui pihaknya mendapatkan aduan mengenai enam guru yang mengajar di SD dan MI di Yayasan Pendidikan Al-Islam Jepara, dinonaktifkan dari tugas mengajarnya oleh pihak pengurus yayasan. Setelah mempelajari masalahnya, pihaknya menyatakan akan segera mengambil langkah-langkah dengan melakukan komunikasi pada pihak-pihak terkait.

Diakuinya, masalah ini memang memprihatinkan sekali. Terutama bagi nasib para guru yang dinonaktifkan dan hanya dijadikan staf saja itu. Dari sekilas yang sudah dipahami dari persoalan ini, mereka (para guru) memang menanggung konsekuensi berat atas kebijakan yang diambil pihak Yayasan.

Enam guru yang mengadukan nasibnya tersebut, adalah Anik Fauziah, M. Syaifudin, Mudakir, Nuryati (guru di SD Al-Islam), Siti Rahmawati, dan Mustaqim (guru MI Al-Islam). Dengan kebijakan tersebut mereka akan kehilangan tunjangan sertifikasi yang selama ini sudah didapatkannya. Pihaknya berharap masih ada kebijakan yang lebih baik bisa diambil pihak Yayasan AL-Islam dalam hal ini, tanpa mengorbankan kepentingan para guru tersebut.

”Kami akan pelajari dan segera mengambil langkah untuk memberikan pendampingan atas nasib mereka. Jika memang terpaksa harus melakukan langkah hukum ya akan kami lakukan. Namun tentu saja diawal kami berharap masih ada pembicaraan yang bisa dilakukan,” ujar Solekan.

Sementara itu, pihak Yayasan Al-Islam Jepara, sampai berita ini dimuat belum bisa dikonfirmasi. Beberapa pengurus yang sekirannya bisa memberikan konfirmasi belum bisa dihubungi. Yayasan Al-Islam merupakan yayasan pendidikan yang memiliki sekolah SD dan MI di Jepara. (WAHYU KZ/TITIS W)

Foto sama

Mesin Konslet, Gudang Kayu Terbakar

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas BPBD saat memadamkan api yang masih menyala. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Kebakaran kembali terjadi di Blora (31/7/2015). Kali ini si jago merah meludeskan gudang kayu di Desa Jipangrejo, Kecamatan Blora, milik Rusno (50), warga Dukuh Kadengan RT 4 RW 7 Desa Kamolan, Kecamatan Blora.

Data yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu ada salah satu karyawan yang sedang mengopen kayu.

”Api tiba-tiba membesar dan saya berteriak. Semua karyawan berlarian dan menyelamatkan diri,” jelas salah satu karyawan Nur Kolifathullah, Jumat (31/7/2015).

Menurutnya, kebakaran diduga dari mesin open kayu milik Rusno mengalami konsleting. Percikannya membuat api semakin membesar di lokasi mesin open. Lalu, api menyambar kayu-kayu yang tidak jauh dari mesin open.

”Banyaknya barang-barang yang mudah terbakar membuat api semakin cepat membesar dan melalap isi gudang kayu tersebut,” ungkapnya. (PRIYO/TITIS W)

Dinonaktifkan, 6 Guru Swasta Ngadu ke LBH Ansor Jepara

Mudzakir didampingi ketua LBH Ansor saat konferensi pers di presroom wartawan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mudzakir didampingi ketua LBH Ansor saat konferensi pers di presroom wartawan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Sebanyak enam guru yang mengajar di SD dan MI di Yayasan Pendidikan Al-Islam Jepara dinonaktifkan dari tugas mengajarnya oleh pihak pengurus yayasan. Lantaran keberatan dengan keputusan yang dianggap sepihak itu, mereka mengadukan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jepara, Jumat (31/7/2015).

Dari enam orang guru yang diketahui telah memiliki sertifikasi tersebut, satu orang dipindah dari SD ke MI yang bernaung di Yayasan yang sama, dan lainnya dijadikan staff, mulai tahun ajaran baru 2015-2016 ini.

Salah seorang guru yang dinonaktifkan, Mudzakir mengatakan, kebijakan Yayasan tersebut, secara tidak langsung merupakan ’pemecatan’ bagi dirinya dan lima lainnya. Sebab dengan tidak mengajar, maka sertifikasi yang didapatkan setelah 24 tahun dia mengabdi menjadi guru dipastikan hilang.

”Karena sertifikasi hanya berlaku jika seorang guru bisa memenuhi 24 jam mengajar dalam setiap bulannya. Tanpa sertifikasi, maka penghasilan yang didapatkan hilang,” ujar Mudzakir kepada MuriaNewsCom, Jumat (31/7/2015).

Kebijakan tersebut menurut Mudzakir, dilakukan secara sepihak. Alasan-alasannya juga dinilai tidak adil. Kebijakan itu konon didasarkan pada uji kompetensi yang dilakukan dengan melibatkan salah satu perguruan tinggi di Kudus, yang dinilai tidak sesuai. Kemudian juga didasarkan pada evaluasi tahunan, yang dilakukan oleh yayasan. Padahal selama ini evaluasi yang dimaksud bentuknya tidak diketahui secara jelas. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pilkada, Plt Bupati Pilih Tak Terbitkan Surat Edaran

Suko Mardiono, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Suko Mardiono, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Suko Mardiono, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang menyatakan tak akan menerbitkan surat edaran tentang menjaga netralitas bagi kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Pria yang juga masih menjabat sebagai Kepala Bakorwil I Jawa Tengah itu merasa tidak perlu melayangkan surat edaran. Karena netralitas merupakan sebuah kewajiban abdi negara. Lanjutkan membaca

Korban Pengeroyokan Sumringah, Motor dan Batu Akiknya Ditemukan

Tiga sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian pengeroyokan diamankan petugas dan para korban senang barang berharganya masih utuh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tiga sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian pengeroyokan diamankan petugas dan para korban senang barang berharganya masih utuh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski tuntutan yang diajukan belum terpenuhi semua, namun para korban pengeroyokan sudah sedikit lega. Pasalnya, tiga sepeda motor yang sempat tertinggal di lokasi kejadian saat mereka diamankan petugas berhasil ditemukan. Sesudah pertemuan, tiga orang korban yang hadir diminta melihat sepeda motor miliknya di halaman ruang Reskrim Polres Grobogan. Lanjutkan membaca

Sunarto-Kuntum Bakal Didukung Partai Hanura

Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, Sunarto-Kuntum Khairu Basa saat mendaftarkan diri ke Kantor KPU kabupaten Rembang. Pasangan ini bakal memperoleh dukungan baru dari Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, Sunarto-Kuntum Khairu Basa saat mendaftarkan diri ke Kantor KPU kabupaten Rembang. Pasangan ini bakal memperoleh dukungan baru dari Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Sunarto-Kuntum Khairu Basa, bakal calon pasangan bupati dan wakil bupati bakal mendapatkan dukungan baru dari Partai Hanura. Lanjutkan membaca

Upaya Perdamaian Menemui Jalan Buntu

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pihak yang terlibat kasus pengeroyokan dipertemukan di Mapolres Grobogan untuk menyelesaikan persoalam secara kekeluargaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Upaya perdamaian yang dilakukan di Mapolres Grobogan akhirnya menemui jalan buntu. Pihak Desa Termas yang warganya ditengarai sebagai pelaku pengeroyokan, tidak bisa memberikan kepastian atas tuntutan yang disampaikan korban. Lanjutkan membaca

Pekan Depan, Jabatan Ketua MUI Kudus akan Diproses

www.hidayatullah.com

www.hidayatullah.com

KUDUS – Meninggalnya KH Syafiq Nashan beberapa waktu lalu, membuat jabatan ketua MUI Kudus hingga saat ini masih kosong. Hingga kini Belum ada sosok yang mencuat sebagai pengganti almarhum.

“Kita belum tahu siapa yang meneruskan, sebab beliau (KH Syafiq Nashan) meninggal belum lama,” kata Kepala Kemenag Kudus Hambali, kepada MuriaNewsCom, Jumat (31/7/2015).

Menurutnya, mekanisme pergantian sudah diatur, yakni penunjukan tim khusus. Dan tim tersebut merupakan gabungan dari Kemenag Kudus dan dibantu dari provinsi.

Namun, kata Hambali, hingga kini pembentukan tim juga belum ada. Dan upaya tersebut baru akan dilakukan ketika sudah beberapa hari pemakaman. Sehingga dimungkinkan baru akan dilakukan pekan depan.

“Kami tetap mengupayakan secepatnya. Namun juga harus sesuai mekanisme yang ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada dan dapat menjalankan tugas dnegan baik sepeti almarhum,” ujarnya.

KH Syafiq, meninggal beberapa bulan lalu, di usia 56 tahun, di rumah kediamannya. “Beliau merupakan sosok yang baik. Penyayang dan mengayomi banyak kalangan. Terlebih beliau juga giat kampanye halal. Sehingga jasanya sangat besar,” ungkapnya. (FAISOL HADI/SUWOKO)

Korban Minta Biaya Pengobatan dan Pengembalian Barang Berharga

Kades Babat Kebonagung Supardi saat meminta biaya pengobatan senilai Rp 50 juta atas kesepakatan keluarga korban kepada para pengeroyok. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Babat Kebonagung Supardi saat meminta biaya pengobatan senilai Rp 50 juta atas kesepakatan keluarga korban kepada para pengeroyok. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Pihak korban pengeroyokan, khususnya Bustori dan Sunardi, dua warga Desa Babat, Kebonagung, Demak, meminta agar pelaku pengeroyokan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Lanjutkan membaca

Gunakan Make Up Sesuai Kondisi Kulit

www.muslimahcorner.com

www.muslimahcorner.com

KUDUS – Untuk tampil cantik, kulit wajah memang harus senantiasa dilindungi kesehatan dan kebersihannya. Namun bagi wanita, tidak lengkap rasanya jika tidak menggunakan make up dalam keseharian. Baik saat keluar maupun di dalam rumah. Karena make up merupakan kebutuhan.

Ada baiknya mengenal kondisi kulit terutama bagian wajah dengan baik. Dari jenis kulit, bentuk, kebiasaan serta hal lain. Hal tersebut berguna untuk mempermudah perawatan kulit agar sesuai dengan yang dibutuhkan.

Istifaizah, bagian konsultan dan promosi wardah Kudus mengatakan mengetahui karakter wajah harus dilakukan oleh setiap orang, untuk mengetahui jenis perawatan seperti apa yang cocok untuk dilakukan. ”Misalnya saat pemilihan make up. Karena ada banyak sekali pilihan maka harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing kulit,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, kesalahan pemilihan make up justru membuat wajah menjadi bermasalah. Misalkan pada jenis kulit kering, penggunaan make up yang benar adalah mengandung minyak di dalamnya.”Sebab make up tersebut selain memiliki fungsi tertentu, misalnya penghilang jerawat dan kusam juga sekaligus membantu melembabkan kulit kering,” jelasnya.

Dengan fungsi yang sama, jenis kulit berminyak menggunakan jenis make up yang bersifat kering karena dapat menyerap minyak. Sementara kulit normal juga harus menggunakan khusus untuk kulit normal. ”Maka mengetahui jenis kulit sangat penting untuk menentukan tipe perawatan, bahkan perawatan paling sederhana sekalipun,” paparnya. (AYU KHAZMI/TITIS W).

Paguyuban Pedagang Wergu Wetan Antusias Lakukan Kebersihan

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

KUDUS – Salah satu anggota paguyuban PKL Kelurahan Wergu Wetan Suwarno mengakui, saat ini anggotanya telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mensukseskan pembangunan desa Wergu Wetan. Khususnya di bidang kegiatan Agustusan.

”Kami senang, sebab paguyuban kami digandeng oleh pemerintah terkait. Dengan begitu, kami merasa dihargai dan dipercaya untuk diikutsertakan dalam persiapan kegiatan hari kemerdekaan RI mendatang,” kata Suwarno.

Selain itu, lanjut Suwarno, pihaknya ikut merasa memiliki wilayah Wergu Wetan. Meskipun berdomisili di Mlati Norowito, namun ia bekerja sebagai pedagang di kawasan GOR tersebut.

Hal senada juga diiyakan oleh ketua paguyuban ruko (rumah toko) Wergu Wetan Suroso yang juga sebagaiu lurah. Dia berkata, yang penting semua elemen harus bisa dirangkul. Supaya mereka bisa ikut berkontribusi.

”Meskipun hanya mempersiapkan fasilitas maupun kebersihan menjelang Agustusan, secara tidak langsung mereka bisa seguyup dengan warga setempat. Sehingga kerukunan antar warga dan para pedagang  berjalan harmonis,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).

GOR Wergu Wetan Jadi Prioritas Kebersihan

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

KUDUS – Lurah Wergu Wetan Suroso mengatakan, dengan kerja sama yang dilakukan pemerintah desa dengan beberapa paguyuban secara gotong royong, mampu menciptakan lingkungan kelurahan yang berpenduduk 5200 jiwa, 23 RT dan 5 RW tersebut lebih tertata dan bersih.

”Adapun yang menjadi prioritas kebersihan yaitu di lingkungan GOR, Jalan poros utama menuju GOR, dan sekitarnya,” katanya.

Selain menjalankan kegiatan bersih lingkungan, mereka juga merapikan standnya masing-masing. Sehingga disaat pelaksanaan kegiatan Agustusan semua PKL di lingkungan GOR nampak rapi. Baik stand yang ada di belakang Taman Krida, maupun yang ada di GOR.

”Kami himbau, kepada seluruh warga dan pelaku usaha di Wergu Wetan juga harus ikut menjaga keindahan, ketertiban, dan kemanan selama keramaian berlangsung,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya berserta jajaran Kelurahan Wergu Wetan mengkondisikan hal itu sedini mungkin. Supaya mereka bisa saling berkontribusi. ”Bila paguyuban dan masyarakat kompak, maka pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat mudah dijalankan. Sebab pembangunan yang paling mendasar, ialah di bidang pemberdayaan masyarakat. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).

 

Sambut Agustusan, Gandeng Paguyuban Ciptakan Kebersihan

Suroso Lurah Wergu Wetan sedang bertugas di kantornya dan tengah mempersiapkan kegiatan Agustusan di wilayahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suroso Lurah Wergu Wetan sedang bertugas di kantornya dan tengah mempersiapkan kegiatan Agustusan di wilayahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Menjelang hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia mendatang, saat ini Pemerintah Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, gencar menggandeng beberapa paguyuban untuk melakukan kegiatan.

Hal itu dilakukan lantaran ingin menciptakan wilayah yang indah dan bersih. Karena wilayah tersebut selalu menjadi pusat perhatian saat pelaksanaan kegiatan Agustusan.

Lurah Wergu Wetan Suroso menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan paguyuban di wilayah tersebut. Di antaranya paguyuban ruko (rumah toko) Suka Maju, dan paguyuban PKL GOR. Kerja sama tersebut untuk mengkoordinasi tiap anggotanya melakukan kebersihan lingkungan, penerapan bendera dan umbul-umbul dalam memeriahkan pesta kemerdekaan di wilayah Weryu Wetan.

”Kami akui, untuk mengatur wilayah di perkotaan harus dengan pendekatan persusif. Yaitu melibatkan organisasi, atau paguyuban yang ada. Sebab jika menggantungkan lingkungan RT maupun RW, maka akan kewalahan. Sebab masyarakat yang bertempat tinggal maupun yang memiliki usaha di wilayah Wergu Wetan, berasal dari berbagai desa di Kudus,” paparnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).

Orang Asing Mudah Dicurigai di Desa Ini, Karena Sering Terjadi Pencurian

Ilustrasi

Ilustrasi

GROBOGAN – Terkait pengeroyokan yang dilakukan warga Desa Termas, terhadap lima orang pemburu batu akik, Camat Karangrayung Hardimin menyatakan, emosi warga setempat terjadi karena di wilayah itu sering terjadi aksi pencurian dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya warga mudah menaruh curiga dengan orang asing yang memasuki wilayah tersebut.

”Warga sudah terlanjur gemas dan curiga dengan kedatangan orang asing karena disana marak aksi pencurian. Akibatnya terjadi peristiwa ini karena mungkin ada salah paham,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agung Ariyanto membenarkan adanya pengeroyokan yang melibatkan warga Desa Termas, Kecamatan Karangrayung tersebut. Pihaknya, juga sudah melakukan identifikasi dan mencari bukti-bukti mengenai penyebab terjadinya peristiwa itu.

“Kasus ini masih kita lakukan penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan dari korban dan beberapa saksi terkait kejadian tersebut,” jelasnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)