Waspada! TB Kebal yang Lebih Berbahaya

Ilustrasi

Ilustrasi

KUDUS – Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup serta faktor pendukung lain, membuat penyakit makin berevolusi. Evolusi penyakit tersebut membuat masyarakat harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh. Aplagi pada penyakit yang mematikan.Ā Di antara penyakit tersebut adalah Tuberkulosis (Tbc) dan Tubercle Bacillus (TB) yang merupakan penyakit menular dan banyak ditemui diberbagai tempat, karena menyebar melalui udara dan bersifat mematikan. Sebab, penyakit yang umumnya disebabkan oleh Mikrobakteria Mycobacterium Tuberculosis ini menyerang paru-paru manusia serta menghambat kinerja organ lain.

Namun saat ini, penyebaran penyakit Tuberkulosis (Tbc) atau TB sangat menghawatirkan. Sebab para penderita Tbc yang tidak tuntas menjalani pengobatan mengakibatkanTb menjadi resisten atau kebal terhadap obat. Jika resisten, hal itu dinilai lebih berbahaya.

“Pada penderita Tbc yang sudah dikategorikan kebal terhadap obat anti TB utama atau Multi Drug Resistant (MDR) harus diwaspadai,ā€ ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Maryata, melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr Hikari Widodo.

Dirinya menambahkan, perkembangan penderita yang tergolong MDR cukup tinggi. Justru hal tersebut sangat berbahaya, karena penularannya kepada orang lain sudah bukan tipe Tbc biasa melainkan langsung resisten.

ā€Jika pengobatan terputus, pasien terlebih dahulu diperiksa menggunakan alat genexpert untuk mengetahui tingkat resistensi. Kalau dinyatakan resistensi, maka penderita harus dirujuk ke Kariyadi, karena kami belum memiliki obatnya,ā€ paparnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)