KPU Berulah, Partisipasi Pemilih di Pilkada 2015 Terancam Menurun

Dua orang warga di Desa Soditan Kecamatan Lasem saat menyalurkan hak pilihnya di bilik suara saat Pileg 2014 lalu. Tingkat Partisipasi pemilih di Pilkada 2015 terancam menurun seiring berkurangnya jumlah TPS menjadi 1.100 unit. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Dua orang warga di Desa Soditan Kecamatan Lasem saat menyalurkan hak pilihnya di bilik suara saat Pileg 2014 lalu. Tingkat Partisipasi pemilih di Pilkada 2015 terancam menurun seiring berkurangnya jumlah TPS menjadi 1.100 unit. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Tingkat partisipasi pemilih di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 di Kabupaten Rembang terancam menurun seiring dipangkasnya jumlah tempat pemungutan suara (TPS) oleh KPU.
Sesuai hasil pemetaan, jumlah TPS di pemilihan bupati dan wakil bupati tahun ini berjumlah 1.100 unit atau berkurang 500 unit dari jumlah TPS di Pilpres 2014 yang mencapai 1.600 unit. Sesuai pengalaman Pilkada di dua periode sebelumnya, berkurangnya jumlah TPS berdampak pada menurunnya tingkat partisipasi pemilih. Berdasarkan data KPU setempat, pada Pilkada 2005 tingkat partisipasi mampu mencapai 82,45 persen dengan jumlah TPS 1.610 unit. Namun pada Pilkada 2010 dengan jumlah TPS hanya 1.100 unit, jumlah warga yang menyalurkan hak pilihnya berkurang menjadi 75,3 persen atau turun 7,15 persen. Saat Pilkada digelar 26 April 2010, warga yang tidak ikut memilih mencapai 113.193 pemilih atau 24,67 persen. Padahal jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 458.795 orang.

”KPU sudah melakukan persiapan agar tingkat partisipasi tetap tinggi. Saat verifikasi faktual calon perseorangan, PPS juga sudah kami minta menyisipkan pesan sosialisasi agar pemilih menggunakan hak suaranya di Pilkada 9 Desember 2015. Nanti saat pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitian (Coklit) juga akan ada sosialisasi serupa,” ujar Nurul Muasiroh, Komisioner KPU Kabupaten Rembang, Selasa (30/6/2015).

Seperti dieketahui, KPU setempat berencana memangkas jumlah TPS di Pilkada 2015 menjadi 1.100 unit atau berkurang 500 unit dari Pilpres 2014 yang mencapai 1.600 unit. Meski jumlah TPS berkurang, KPU berencana menambah jumlah petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) menjadi 1.500 orang. Setiap TPS yang jumlah pemilihnya lebih dari 500 warga bakal dialokasi dua PPDP. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)