Inilah Caranya SMP 1 Undaan Menjaga Kebersiahan Siswanya

Guru SMP 1 Undaan meminta siswanya untuk gosok gigi sebelum pulang. Kegiatan tersebut diberikan untuk menjaga kesehatan gigi siswanya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Guru SMP 1 Undaan meminta siswanya untuk gosok gigi sebelum pulang. Kegiatan tersebut diberikan untuk menjaga kesehatan gigi siswanya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Setiap sekolah pasti mempunyai cara tersendiri untuk menjaga kebersihan lingkungan maupun setiap siswanya. Sehingga dengan kebersiahan tersebut siswa dapat menuntut ilmu dengan lancar.

Begitu halnya dengan SMP 1 Undaan, sekolah yang berada di Jalan Kudus-Purwodadi tersebut selalu memberikan contoh bagi siswanya di saat pulang sekolah untuk melakukan gosok gigi. Kepala SMP 1 Undaan Mukhif Noor menuturkan, setidaknya pihak sekolah harus selalu mengingatkan setiap siswanya bila setelah pulang sekolah harus menggosok gigi.

Selain itu, kegiatan praktik menggosok gigi yang dilakukan oleh anak-anak OSIS saat berkegiatan membantu pendaftaran di sekolah tersebut, setidaknya dapat memberikan contoh terhadap calon siswa baru.

“Kegiatan ini kami tunjukan kepada calon siswa baru. Supaya mereka tahu bahwa sekolah ini memang menekankan sebuah kebersihan. Baik itu lingkungan sekolah, baju siswa, maupun yang lainnya,” paparnya.
Dengan begitu, siswa tersebut juga akan selalu memperhatikan kebersihan. Sehingga karakter dalam jiwa juga dapat tertanam. Yaitu mempunyai jiwa bersih serta rapi.

“Meskipun hanya melakukan contoh gosok gigi, akan tetapi itu adalah hal yang paling mendasar dalam menjaga kebersihan. Sebab selama ini kegiatan menggosok gigi sebanyak 3 kali sehari selalu diabaikan siswa,” tuturnya.

Menurutnya, dalam kegiatan ini merupakan tolak ukur untuk membuat siswa lebih menjaga kebersiahan sendiri. Sebab ukurannya, bila menjaga kebersiahan diri saja tidak mampu, apalagi menjaga kebersihan lingkungan.

“Setidaknya saya sudah memberikan contoh yang positif gitu saja. Kalau contoh yang muluk-muluk memang kami tidak bisa. Yang penting dimulai dari sendiri dulu sebelum kita mau menjalankan kegiatan yang bersangkutan dengan orang banyak,” imbuhnya. (EDY SUTRISNO/SUWOKO)