Bupati Rembang Sewot Warganya Suka Nonton Televisi

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memberikan ceramah usai menjadi imam salat tarawih di Masjid Jami' al-Ma'ruf Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke belum lama ini. Dia mengaku prihatin warga lebih gemar nonton televisi saat menyambut ramadan. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memberikan ceramah usai menjadi imam salat tarawih di Masjid Jami’ al-Ma’ruf Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke belum lama ini. Dia mengaku prihatin warga lebih gemar nonton televisi saat menyambut ramadan. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku prihatin terhadap kebiasan sebagian warga di kabupaten setempat dalam menyambut ramadan. Tak tanggung-tanggung, keprihatinan orang nomor satu di Kota Garam ini bukan tanpa alasan atau bukti di lapangan. Sebab sekretaris DPC PPP itu melakukan survei ke sejumlah desa untuk mengetahui secara langsung aktivitas masyarakat usai berbuka puasa.“Berdasarkan hasil survei di desa-desa, dari 10 rumah yang disurvei delapan di antaranya justru menonton tayangan televisi setelah waktu sholat Magrib. Satu rumah lagi orang-orangnya ada yang melakukan bermacam kegiatan, seperti masak dan ada yang belajar. Bahkan satu rumah terakhir terjadi rebutan remot TV antara orang tua dengan anaknya,” ujar Abdul Hafidz, Selasa (30/6/2015).

Abdul Hafidz prihatin dengan banyaknya masyarakat yang lebih gemar nonton TV daripada membaca al-Qur’an saat puasa seperti sekarang. Untuk itu dia meminta kepada seluruh masyarakat, agar menyempatkan waktu untuk membaca al-Qur’an, meskipun hanya satu surat atau dua surat. Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW selalu tadarusan seusai sholat tarawih di bulan puasa bersama dengan Malaikat Jibril.

“Selain itu kami juga menghimbau kepada Kepala Desa, Perangkat dan warga agar menjaga anak-anak dari pengaruh negatif kemajuan teknologi, termasuk pengawasan penggunaan handphone. Jika sudah jam 9 malam kok belum ada pulang rumah, ya dihubungi kok belum pulang kenapa. Karena kenakalan remaja saat ini sudah kelewat batas,” kata Abdul Hafidz. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)