70 Santri Yanbuul Quran Berdebat dengan Bahasa Arab

Ponpes_W

Beberapa santri saat mengikuti kegiatan debat Bahasa Arab (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Situasi Pondok Pesantren Yanbuul Quran yang belokasi di Kajeksan, Kudus mendadak riuh. Puluhan santri yang ada di pondok tersebut berbicara keras antarsatu santri dengan lainnya. Tak ada yang mau kalah, masing-masing mempertahankan argumennya. Dalam hal ini, tak ada logat bahasa Jawa atau bahasa Indonesia yang terdengar dari ucapan mereka. Puluhan santri ini berdebat dengan bahasa Arab. Ya, inilah kegiatan lomba Debat Bahasa Arab yang diadakan Ponpes Yanbuul Quran.

”Ini adalah kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tahunnya, yakni ketika bulan Ramadan. Kegiatan ini juga dikhususkan untuk santri yang berada di tingkat MA sederajat,” kata Abd. Rofiq, pengurus Ponpes Yanbuul Quran.

Ia katakan, untuk acara yang berlangsung kali ini, diikuti sebanyak 70 santri. Dari jumlah tersebut, katanya dibagi menjadi sepuluh kelompok. Dalam satu kelompoknya diisi tujuh orang.

“Dalam debat ini, tentunya ada aturannya, bukan hanya sekedar berdebat. Masing-masing kelompok nantinya diberikan waktu untuk berbicara untuk menyanggah pernyataan lawan,” katanya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)