Butuh Bimbingan yang Intens untuk Muallaf

puluhan muallaf di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo Jepara mengikuti peresmian majelis taklim bina muallaf yang digelar Kemenag Jepara dan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara. (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

puluhan muallaf di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo Jepara mengikuti peresmian majelis taklim bina muallaf yang digelar Kemenag Jepara dan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara. (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Keimanan seorang muallaf atau orang yang baru memeluk agama Islam dinilai masih lemah. Sehingga diperlukan bimbingan dan pembinaan yang lebih intens terhadap mereka.Hal ini dikatakan salah satu pembimbing corner public speaking Fakultas Dakwah Unisnu Jepara, Murniati. Menurutnya, dari Kementerian Agama (Kemenag) Jepara bersama fakultas dakwah telah membincangkan mengenai kondisi muallaf di Kabupaten Jepara. Salah satu permasalahannya adalah terkait dengan minimnya pengetahuan tentang agama dan masalah perekonomian.
”Masalah itu yang menjadi perhatian dari Kemenag bersama kami. Kemudian, kami diskusikan dan memutuskan untuk membuat majelis taklim bina muallaf di desa yang terdapat banyak muallaf. Kebetulan, ada di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo,” ujar Murniati,Sabtu (27/6/2015).
Lebih lanjut Murniati mengemukakan, selama ini memang belum ada lembaga atau organisasi apapun terutama organisasi Islam di Jepara yang secara serius memberikan bimbingan dan pembinaan kepada muallaf. Hal itu tentu sangat disayangkan. Sehingga dengan adanya majelis taklim tersebut dapat memberikan banyak hal tentang Islam bagi orang-orang yang baru memeluk Islam.
”Setidaknya, kita beri perhatian bagi mereka. Apa yang mereka butuhkan terkait dalam hal agama akan kita berikan. Sedangkan terkait ekonomi akan kami upayakan,” terangnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)