Teater Jadi Solusi Pendidikan Karakter di Sekolah

Para anggota teater Apotek menggelar pentas di depan para penonton. (MuriaNewsCom/HANA RATRI)

Para anggota teater Apotek menggelar pentas di depan para penonton. (MuriaNewsCom/HANA RATRI)

KUDUS – Muhammad Zaini, guru SMK Duta Karya Kudus menyatakan, penerapan teater dalam lingkungan sekolah merupakan media yang tepat. Terlebih saat ini di wilayah Kabupaten Kudus, ekstrakurikuler teater mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari sekitar 30 kelompok teater, kini berkembang kurang lebih sekitar 48 kelompok.

Kepada MuriaNewsCom, Zaini mengakui, siswa akan lebih santai jika mendidik dengan metode senang. Dengan metode ini, siswa tidak merasakan kebosanan sementara karakter siswa akan terbentuk dengan peran dan dialog.

”Teater di sekolah sebenarnya tidak wajib. Namun, bisa dijadikan sebagai alternatif karena kegiatannya sangat sesuai dengan porsi siswa,” kata Zaini, yang akrab dikenal dengan sebutan Jessy ini.

Seperti di SMK Duta Karya, tempatnya bekerja kini. Selain menjadi guru, ia juga didapuk menjadi pelatih dan pembina teater Apotek. Ide dari pembuatan teater Apotek ini berasal dari akronim Apotik yakni Apresiasi Suastra Kudus.

Namun, dari segi filosofisnya, apotek adalah temapt dimana untuk mereka yang mencari obat untuk mengobati sakitnya. Dengan demikian, teater ini diharapkan menjadi obat bagi siapa saja yang mengikuti atau menonton teater ini.

“Untuk anggotanya sendiri, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Yakni 60 persen dari jumlah pendaftar yang berada di angka 200 orang. Namun, untuk yang benar-benar mau ikut ya sekitar 40 orang,” kata Jessy. (HANA RATRI/SUPRIYADI)