Gelar Diskusi Hukum, Pemkab Hadirkan Kepala Kejati Jawa Tengah

Forum Diskusi Daerah bertajuk "Harmonisasi Pemahaman Pertanggungjawaban Anggaran dan Kegiatan Belanja Daerah dalam Perspektif Hukum" digelar di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Selasa (23/6/2015) sore. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

Forum Diskusi Daerah bertajuk “Harmonisasi Pemahaman Pertanggungjawaban Anggaran dan Kegiatan Belanja Daerah dalam Perspektif Hukum” digelar di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Selasa (23/6/2015) sore. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Terseretnya empat pejabat di Kabupaten Rembang dalam kurun waktu enam bulan terakhir memantik pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk menggelar diskusi tentang hukum.
Pada Selasa (23/6/2015) sore, Pemkab menggelar Forum Diskusi Daerah dengan menghadirkan narasumber Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Hartadi. Diskusi bertajuk “Harmonisasi Pemahaman Pertanggungjawaban Anggaran dan Kegiatan Belanja Daerah dalam Perspektif Hukum ini digelar di Lantai IV Kantor Bupati Rembang.

Hadir dalam kegiatan diskusi ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Ketua DPRD Majid Kamil, Sekretaris Daerah (Sekda) Hamzah Fatoni, Kapolres AKBP Winarto, Dandim 0720 Letkol Inf Wawan Indaryanto, serta seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Selain itu hadir pula, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), pengguna serta Kuasa Pengguna Anggaran, para rekanan dan penyedia barang/jasa.

“Forum diskusi yang menghadirkan Kajati Jawa Tengah ini kami harapkan bisa meningkatkan pemahaman tanggung jawab pelaksanaan anggaran, membangun pentingnya pemahaman pertanggungjawaban guna mengurangi pejabat yang melawan hukum dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa berlangsung secara baik,” ujar Abdul Hafidz, Selasa (23/6/2015).

Seperti diketahui, lima pejabat di lingkungan Pemkab Rembang yang kini terseret kasus dugaan korupsi adalah Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Rembang, Abdullah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Raharjo, Kabid Sumber Daya Air DPU, Sinarman dan Kabid Cipta Karya DPU, Mochammad Chaeron. Mereka berempat kini telah mendekam di penjara guna mempertanggungjawabkan aksinya. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)