Musim Kemarau, Waspadai Musibah Kebakaran

Sejumlah petugas saat memadamkan api pada salah satu rumah milik warga beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/PRIYO)

Sejumlah petugas saat memadamkan api pada salah satu rumah milik warga beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Kasus kebakaran di Kabupaten Blora, tergolong cukup tinggi. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini, tercatat telah terjadi bencana kebakaran sebanyak 11 kali.Untuk mengantisipasi dan meminimalisir bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora kerap melakukan pelatihan penanganan insiden kebakaran dan memasang peringatan bencana di sejumlah titik rawan bencana.”Di banding yang lain, bencana kebakaran menjadi peringkat tertinggi di Kabupaten Blora. Apalagi, saat ini telah memasuki musim kemarau,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Sri Rahayu, Sabtu (20/6/2015).

Menurutnya, kebakaran yang terjadi kebanyakan disebabkan oleh korsleting listrik. Namun di daerah pedesaan tidak menutup kemungkinan kebakaran disebabkan oleh kompor, obat nyamuk, dan perapian untuk hewan. Sebab, sedikit percik api di musim kemarau bisa memicu kebakaran besar.

”Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada. Sering cek instalasi listrik dan jangan mengabaikan percik api dari rokok maupun obat nyamuk,” imbuhnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)