Ada Perdanya, Warga Purwodadi Harus Bayar Pungutan Sampah

Petugas sedang mengambil sampah dari rumah warga (MURIANEWS/DANI AGUS)

Petugas sedang mengambil sampah dari rumah warga (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Penanganan sampah untuk warga Kota Purwodadi mulai bulan ini ada perbedaan dibandingkan sebelumnya. Dimana, untuk mendukung kelancaran pengambilan sampah, setiap rumah dibebani iuran atau retribusi sebesar Rp 5 ribu per bulan.Sekretaris Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Ahmad Wahib Suyuti ketika dimintai komentarnya membenarkan jika penanganan sampah itu akan melibatkan partisipasi aktif warga.

Hal itu dilakukan sesuai dengan perda yang mengatur tentang sampah yang baru diterapkan saat ini. Sesuai aturan tersebut, tiap KK akan dikenakan pungutan sampah sebesar Rp 5 ribu per bulan.

Dikatakan, untuk iuran sampah nanti akan melibatkan pihak RT. Nantinya, petugas dari dinas terkait yang akan berkoordinasi dengan RT untuk penarikan iuran warga dan jadwal pengambilan sampah.

Sebelumnya, pungutan sampah hanya dibebankan pada pelanggan PDAM saja saat mereka membayar tagihan air. Namun, ketika pembayaran rekening ini sudah memakai sistem online, maka pungutan sampah ini turun drastis. Soalnya, jumlah pelanggan PDAM yang membayar langsung makin sedikit.

”Masalah ini mulai kita sosialisasikan pada warga khususnya diwilayah perkotaan. Kita harapkan, warga bisa mengerti adanya kebijakan ini,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)