Razia di Hari Pertama Ramadan, Satpol PP Hanya Bawa Pulang Puluhan Botol Miras

Miras_01

ILUSTRASI MIRAS

KUDUS – Puluhan Botol miras diamankan dari berbagai warung oleh petugas satpol PP. Puluhan yang didapat tersebut, terdiri dari berbagai jenis dan merk.”Ini hasil razia kita di hari pertama bulan Ramadan. Di hari pertama bulan Ramadan ini, ternyata masih ada beberapa pihak yang nekat menjual miras,” kata Kasat Pol PP Kudus Abdul Halil, kepada murianews.com.

Dalam razia pada Kamis (18/5/2015), petugas merazia dua tempat yang diduga menjual miras. Pertama adalah sebuah warung makan dan jamu yang berada di Jalan Lingkar Kencing, milik Eni Sudarwati (35), warga RT 1 / RW 1 Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kudus.

Saat dirazia, warung tersebut buka. Kedatangan petugas membuat sempat membuat pemilik warung terkejut. Kemudian, tempat kedua adalah sebuah toko milik Kasmiah (40), warga Desa Temulus RT 5 / RW 4, Kecamatan Mejobo. Menurut Halil, saat dirazia, toko kelontong itu dalam kondisi tutup. ”Namun, karena sudah ada dugaan kuat, tetap kami razia. Betul saja, di sana kami temukan miras juga,” ujarnya.

Dari kedua tempat tersebut, pihaknya total mendapatkan 42 botol miras. Rinciannya, 30 botol dari tempat pertama, sedang sisanya dari tempat kedua.

”Banyak kita dapatkan putihan. Untuk jenis ini modusnya ditaruh di botol bekas air mineral, dan kemudian diletakkan bersama air mineral. Kalau tak jeli, kita bisa terkecoh,” ucapnya.

Selain di bekas botol mineral, kata dia, modus lainnya adalah mewadahi miras di botol bekas minuman suplemen.Menurut dia, pihaknya akan segera memanggil para penjual untuk dibina.”Nanti akan kita buatkan juga surat perjanjian di atas materai,” ujarnya.

Dia menegaskan, setelah dibina dan menandatangani surat perjanjian, namun masih membandel, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas. ”Kalau dirazia lagi nanti masih kedapatan menjual miras, akan langsung kita tipiring kan,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)