Inilah Keempat Alasan Aliansi Desak Disahkannya Larangan Karaoke di Kudus

Audiensi yang dilakukan Fatayat, Anshor, PMII, BEM UMK dan BEM STAIN dengan ketua DPRD Kudus Mas’an terkait ranperda karaoke, Senin (14/6/2015). (MURIANEWS/FAISOL HADI).

KUDUS – Terdapat empat alasan yang membuat aliansi ngotot menolak keberadaan karaoke di Kudus. Setidaknya, keempat alasan tersebut yang ditangkap oleh ketua DPRD Kudus Mas’an dalam audiensi yang diterimanya di ruang kerjanya hari ini, Senin (14/6/2015).

”Saya mengerti, yang terpenting itu kita satu semangat menjaga Kudus yang kondusif dan aman. Jadi, saya mendapatkan kesimpulan dari audiensi kali ini sejumlah empat item pertanyaan yang harus saya jawab,” kata Mas’an, kepada aliansi di DPRD Kudus Senin (15/6/2015).

Alasan pertama aliansi menolak karaoke adalah, keberadaan karaoke yang meresahkan masyarakat. Khususnya kalangan ibu-ibu yang takut suaminya mendatangi lokasi tersebut. Dan dampaknya, hubungan rumah tangga menjadi kacau.

Kedua, karaoke merupakan suatu yang vulgar. Pihaknya sepakat kalau karaoke jorok, karena disertai dengan hal yang negatif. Terlebih hasil survey yang aliansi lakukan menyebutkan masyarakat Kudus menolak karaoke.

Ketiga, meminta kepada kami (dewan) ranperda karaoke disahkan sesegera mungkin. Sebab jika tidak, maka Kudus sebagai kota religius tercoreng dan menjadi kota karaoke. Keempat, pimpinan dewan dianggap sengaja mengulur waktu supaya urusan karaoke molor. Akibatnya karaoke di Kudus tidak jelas dan menjadi brutal.

”Kami mengerti, DPRD memiliki kewajiban melindungi. Namun segera disahkan bukan berarti secepatnya. Namun segalanya ada aturan dan kami ingin cepat dengan administrasi yang tepat pula, sebab kami tidak ingin salah. Dan paripurna diselenggarakan setelah pimpinan dewan menyetujuinya,” jelasnya. 

Untuk itulah, hari ini pimpinan melakukan konsultasi dengan bagian hukum di Provinsi. Hal itu dilakukan guna usai ranperda di Perdakan akan dilaksanakan dengan baik. Sebab dengan ranperda yang sekarang, dipastikan akan kalah dalam gugatan yang bakal dilakukan.

”Dan konsisi tersebut semakin memperparah keadaan, karaoke bakal semakin liar dan tidak terkontrol,” jelasnya. (FAISOL HADI /TITIS W).