Aliansi Masyarakat Kudus Ancam Demo DPRD dan Rumah Ketua DPRD

Audiensi yang dilakukan Fatayat, Anshor, PMII, BEM UMK dan BEM STAIN dengan ketua DPRD Kudus Mas’an terkait ranperda karaoke, Senin (14/6/2015). (MURIANEWS/FAISOL HADI).

KUDUS – Aliansi masyarakat Kudus, mengancam bakal mendatangi gedung DPRD Kudus untuk melakukan unjuk rasa atau demo. Ancaman bukan hanya di gedung DPRD saja, melainkan massa juga bakal mendemo rumah ketua Dewan tersebut.

”Kami akan datang dengan massa yang sangat banyak untuk meminta dan menuntut karaoke di Kudus dilarang, hal itu akan kami lakukan jika ranperda tidak segera disahkan. Sebab kami sudah inisiatif baik dengan melakukan mediasi dengan pimpinan,” kata Perwakilan Anshor Kudus Suparno saat audiensi dengan ketua Dewan, seperti didapat Murianews.com Senin (15/6/2015).

Senada, juga dikatakan dari Fatayat Kudus Anisa, mereka mengancam bakal mendatangi rumah ketua DPRD dengan massa yang banyak jika karaoke di Kudus tetap diperbolehkan. Sebab dari hasil survey yang dilakukan, mayoritas masyarakat di Kudus menolak karaoke.

”Jangan sampai merusak masa depan Kudus, generasi muda dan anak-anak harus kita lindungi. Sebab sudah banyak yang menjadi korban dengan adanya karaoke di Kudus. Seperti rumah tangga Maryati yang hancur hanya gara-gara PK saja,” ujarnya.

Sementara, Ketua PMII Kudus Malik Khoirul Anam mengatakan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pimpinan yang menunda terlaksana paripurna karaoke. Bagi dia, isu karaoke di Kudus sudah ada sejak lama. Seperti tahun sebelumnya yang juga sudah ada. Hanya dewan dianggap biasa saja dalam menyikapinya.

”Persoalan ini sudah menjdi persoalan yang lama, jangan sampai menjadi kontradiksi. Khususnya anak-anak. Jika Kudus berubah menjadi karaoke, maka sensasi Kudus sebagai kota religius akan hilang. Jadi kami meminta agar Ranperda segera disahkan menjadi Perda,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut, terdapat Fatayat, Anshor, PMII, BEM UMK dan BEM STAIN. Mereka audiensi dengan ketua dewan dengan waktu singkat, antaran pimpinan hendak berkegiatan Paripurna. (FAISOL HADI/TITIS W).