Puluhan Guru Tuntut Standarisasi Gaji

Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FK – GTT) Kabupaten Jepara melakukan audiensi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Selasa (9/6/2015). (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Puluhan guru swasta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Tidak tetap (FK – GTT) Kabupaten Jepara melakukan audiensi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Selasa (9/6/2015). Mereka menuntut standarisasi gaji GTT, dan mengangkat honorer kategori II (K2) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Salah satu perwakilan guru dari FK GTT Sholikul Hadi berharap, tenaga honorer K2 yang belum lulus tes seleksi untuk mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah khuusnya dalam penerimaan tes CPNS yang akan datang.

“Kami mengajar dan mendidik anak sudah lama, namun belum ada perhatian yang serius dari pemerintah,” kata Sholikul Hadi.

Menurut dia, beberapa hal yang menjadi usulan dari FK GTT yaitu, pertama untuk meningkatkan status honorer kategori II menjadi CPNS dengan mengajukan usulan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Serta memberikan kesejahteraan kepada honorer kategori II yang mempunyai masa kerja dan pengabdian yang sama dengan inpassing.

Kedua, memalui APBD berharap adanya penngkatan kesejehteraan. Serta ketiga, memohon surat rekomendasi dari bupati Jepara untuk disampaikan kepada presiden RI, Kemenpan RB, BKM dan kemendikbud terkait peningkatan status honorer Kategori II menjadi PNS. 

Disampaikan Sholikul, dari total 1740 tenaga honorer KII 664 diantaraya sudah dinyatakan lulus tes CPNS. 53 peserta tidak dapat melengkapi surat SPTJM sehingga masih ada sisa 1023 honorer K2 yang belum mendapatan kepastian dari pemerintah.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jepara Sunarto mengatakan, pihaknya akan turut membantu memperjuangkan nasib para guru honorer K II yang masih terkatung. Ia berharap, pemerintah juga dapat memberikan tambahan kesejahteraan kepada mereka.  (WAHYU KZ/SUPRIYADI)