UDD PMI Kudus Targetkan 20 Ribu Kantong Darah di 2015

Para pendonor melakukan donor darah dalam rangka Bulan Bakti Partai Politik 2015, di pendapa kabupaten, Kamis (4/6/2015). (MURIANEWS/MERIE)

KUDUS – Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Kudus menargetkan untuk bisa mendapatkan 20 ribu kantung darah pada tahun 2015 ini. Naik dua ribu dibandingkan tahun 2014 yang jumlahnya mencapai 18 ribu kantung.

Kepala UDD PMI Cabang Kudus dr Annathesia mengatakan, target 20 ribu kantung darah itu, ditarget selama setahun ini. ”Sedangkan untuk pasokan setiap bulannya, kami menargetkan 1.500 kantung darah. Itu untuk mencukupi kebutuhan darah di wilayah ini,” jelasnya, di sela-sela kegiatan donor darah yang diadakan dalam rangka Bulan Bakti Partai Politik 2015, di pendapa kabupaten, Kamis (4/6/2015).

Menurut perempuan yang akrab disapa Anna itu, kebutuhan darah untuk rumah sakit-rumah sakit di Kudus memang bervariasi. Yang terbanyak adalah kebutuhan darah yang dipasok ke Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu sebanyak 700 kantung.

”Kemudian untuk RSUD dr Loekmonohadi Kudus sebanyak 200 kantung, kemudian RS Islam sebanyak 200 kantung. Belum lagi untuk rumah sakit yang lainnya. Sehingga terkadang memang lebih dari 1.500 kantung kebutuhannya,” tuturnya.

Bahkan, menurut Anna, UDD PMI Cabang Kudus sering mendapatkan permintaan dari kabupaten lainnya, terkait dengan pasokan darah. Misalnya saja permintaan dari Kabupaten Pati, Jepara, dan Rembang.

”Rumah sakit di sana memang sering kekurangan darah. Memang sana masyarakatnya lebih banyak dari kita. Tapi, jumlah pasokan darah itu lebih banyak kita. Karena setiap bulannya kita selalu bisa menyediakan target kantung darah. Sedangkan daerah lain belum bisa memenuhi kebutuhan untuk daerahnya sendiri. Sehingga mengambil dari kita,” terangnya.

Anna mengatakan, daya tahan sebuah darah yang sudah siap digunakan, adalah 35 hari. Setelah itu, biasanya sudah kedaluwarsa. Hanya saja, untuk darah di Kudus, tidak akan mencapai usia 35 hari tersebut.

”Lah, sebelum 35 hari sudah digunakan, sudah diminta untuk memasok ke rumah sakit. Jadi, tidak sempat disimpan malah. Sudah terpakai seluruhnya. Ini juga berkat kesadaran atau partisipasi masyarakat yang memang tinggi dalam mendonorkan darahnya,” katanya.

Saat ini, pasokan darah di Kabupaten Kudus mencapai angka 361 kantung. Terdiri dari darah golongan A 105 kantung, B (95), AB (59), dan O (102). Pasokan ini dinilai masih aman, untuk memenuhi kebutuhan darah dalam seharinya. (MERIE)