Sehat Lho, Donor Darah Tiap Tiga Bulan Sekali

Para pendonor melakukan donor darah dalam rangka Bulan Bakti Partai Politik 2015, di pendapa kabupaten, Kamis (4/6/2015). (MURIANEWS/MERIE)

KUDUS – Mendonorkan darah secara rutin, dipercaya akan melancarkan aliran darah dan membuat sehat bagi pendonornya. Karena itu, disarankan untuk donor secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Ali, warga Kecamatan Bae, terlihat sehat-sehat saja setelah donor darah. Dia mengaku tidak ada dampak yang dirasakan, usai melakukan donor darah. Padahal, ini adalah kali pertama dia mendonorkan darahnya.

”Rasanya biasa-biasa saja. Tadi memang sempat khawatir kenapa-napa. Tapi setelah dijalankan, ternyata biasa saja. Tidak ada lemas ataupun kepala pusing. Berarti saya sehat, kan,” katanya di hadapan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Kudus dr Annathesia, pada acara Bulan Bakti Partai Politik 2015, di pendapa kabupaten, Kamis (4/6/2015).

Anna, panggilan akrab Annathesia, mengatakan bahwa donor darah adalah salah satu kegiatan yang dianjurkan. Karena banyak manfaatnya. ”Selain untuk kesehatan karena darah yang sudah jenuh itu bisa dikeluarkan sehingga menjadi segar, juga karena misi kemanusiaannya yang tinggi. Setetes darah Anda bisa menolong mereka yang sedang membutuhkan,” katanya.

Kesadaran masyarakat dalam berdonor, menurut Anna, sudah bagus. Mereka mengerti benar bagaimana manfaat dari donor. Hanya saja, biasanya kebiasaan donor itu akan berkurang saat menjelang puasa seperti yang akan datang.

”Biasanya kalau bulan puasa, jumlah pendonor akan turun. Dalam sebulan, kami biasanya hanya mendapatkan 800 kantung saja. Untuk itu, kami harus benar-benar bekerja keras sebelum bulan puasa. Yaitu untuk mencari pasokan sebanyak mungkin,” terangnya.

Perusahaan-perusahaan yang ada di Kudus, biasanya menjadi penyumbang terbesar dalam memasok pasokan darah bagi UDD PMI Kudus. Mereka sudah memiliki jadwal bagi kegiatan donor ini. ”Ini juga akan sangat membantu kita untuk mendapatkan pasokan,” jelasnya.

Darah-darah yang dikumpulkan tersebut, kemudian akan diproses terlebih dahulu sebelum digunakan. Ada tes untuk memastikan bahwa darah yang akan didonorkan tersebut, memang layak dipakai. Misalnya saja darah itu bebas dari berbagai penyakit, juga harus dipastikan.

”Dari 15 ribu kantung darah yang berhasil kita kumpulkan setiap tahunnya, hanya ada 1 persen saja yang tidak memenuhi syarat. Dan langsung kita musnahkan setelah itu,” katanya.

Selain itu, upaya yang juga dilakukan menjelang puasa tahun ini, adalah dengan menggelar kegiatan di ajang car free day (CFD), yang akan berlangsung pada Minggu (14/6/2015) di Alun-alun Kudus. Ini bersamaan dengan peringatan Hari Donor Darah Sedunia, yang jatuh pada tanggal tersebut.

”Kami akan mengajak masyarakat yang ada di ajang CFD itu, untuk mendonorkan darahnya. Selain sebagai salah satu bentuk peringatan kita, juga untuk menjaga pasokan selama bulan puasa nanti,” imbuhnya.

Anna berharap masyarakat yang memang peduli, bisa turut menyumbangkan darahnya. Selain sehat, juga bisa beramal kepada sesama. ”Dan saya yakin, masyarakat Kudus akan mendukung kami. Setetes darah Anda benar-benar akan membantu mereka yang membutuhkannya,” katanya. (MERIE)