Pusat Konsultasi Bisnis UMKM Bakal Genjot Potensi 500 Usaha Kecil

Seorang penjual lontong tuyuhan di sentra wisata kuliner Lontong Tuyuhan di Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur. Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang berencana menggenjot potensi 500 usaha kecil melalui pusat konsultasi bisnis (PKB) UMKM. (MURIANEWS / AHMAD FERI)

REMBANG – Status Pusat Konsultasi Bisnis (PKB) UMKM sebagai lembaga baru ternyata tidak berdampak terhadap kepercayaan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang. 

 

Bahkan instansi pemerintah ini telah mempercayakan sebanyak 500 usaha kecil di wilayah setempat untuk digenjot potensinya melalui PKB UMKM. Lembaga non-struktural Pemkab tersebut dinilai mampu memperkuat potensi 500 usaha kecil binaan Dinperindagkop tersebut.

”500 usaha kecil binaan itu merupakan pelaku kerajinan batik, industri perikanan, tempe-tahu, dan lontong tuyuhan. Kami berharap, lewat konsultasi di PKB UMKM, para pelaku usaha kecil akan semakin berkemban baik secara kualitas maupun kuantitas,” ujar Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Selasa (2/6/2015).

Muntoha mengakui, PKB UMKM bukan lembaga struktural. Pusat konsultasi bisnis ini semacam training centre UMKM yang dimiliki oleh Pemprov Jateng. Dia menyebutkan pula, bahwa pusat konsultasi bisnis itu dikelola oleh seorang kepala seksi di bidang perdagangan. Dia juga berencana menyukseskan berbagai progam di instansinya melalui kerja sama dengan PKB UMKM.

”Ke depan, berbagai kegiatan yang bersifat pendidikan dan latihan atau diklat, akan kita disambungkan dengan PKB UMKM. Harapannya, program di setiap bidang (di Dinperindagkop) akan bisa lebih menyatu. PIPP (Pusat Informasi Pasar dan Perdagangan) juga sangat kita harapkan semakin terberdayakan,” kata Muntoha. (AHMAD FERI / SUPRIYADI)