Paripurna Rakyat Disahkan, Demonstrans Bubar

Ratusan demonstran menggelar Sidang Paripurna Rakyat di depan Gedung DPRD Kudus, Senin (1/6/2015) siang. Itu dilakukan setelah Ketua DPRD Kudus Mas’an membatalkan sidang paripurna pengesahan ranperda terkait penataan karaoke. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Usai menggelar Paripurna Rakyat di depan kantor DPRD Kudus, Senin (1/6/2015) massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kudus dan beberapa anggota dewan, langsung membubarkan diri. Hal itu lantaran tuntutan pokok mereka sudah terakomodir.

Faktanya, dalam Paripurna Rakyat yang berlangsung singkat dan diikuti oleh anggota dewan lintas partai tersebut, berhasil menyepakati dan menandatangai hasil paripurna rakyat atas semua ranperda. Di antara anggota lintas partai tersebut adalah, Mawahib, Mukhasiron, Khabsin, Nur Hadi dan juga beberapa anggota dewan lainnya.

Meski tidak semuanya datang, namun paripurna rakyat tetap berlangsung. Salah satu ranperda yang disahkan adalah melarang keberadaan karaoke di Kudus. 

Hanya, hal itu kurang sesuai keinginan. Lantaran pimpinan dewan tetap ngotot menolak menjalankan paripurna. ”Kami tidak bisa menjalankan paripurna, dan paripurna ini ditunda sampai nanti dilakukan,” kata  wakil DPRD Kudus Ilwani kepada pendemo.

Mendengar kalimat tersebut, demonstrans tidak puas dan langsung mengata Ilwani dengan kata tidak senonoh. Mereka tetap menuntut dilakukan paripurna, meski politisi asal PKB tetap menolaknya. (FAISOL HADI/SUPRIYADI)