Mas’an Tunda Paripurna Perda Karaoke Karena Tak Ingin Ada Korban

Ketua DPRD Kudus Mas’an

KUDUS – Ketua DPRD Kudus Mas’an menyatakan penundaan sidang paripurna membahas ranperda terkait penataan karaoke, karena tak ingin ada jatuh korban. Sebab, menurutnya terkait isu ini ada dua kelompok yang berseberangan.

”Kami tidak menginginkan ada bentrokan, apalagi sampai menimbulkan korban. Makanya kami tunda paripurnanya agar Kudus tetap kondusif,” kata Mas’an kepada Murianews.com, Senin (1/6/2015).

Menurutnya, kegiatan paripurna memang dibatalkan. Dia ingin putusan yang bakal diambil dalam paripurna nanti tidak menyalahi aturan atau perundang–undangan yang ada.

”Kami bisa mengajak masyarakat untuk bertemu dengan Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Pariwisata untuk mengetahui undang-undang yang ada itu seperti apa. Sebab kita tidak bisa pokoke dalam menjalankan ini,” imbuhnya. 

Sidang Paripurna membahas Ranperda Kabupaten Kudus tentang Pelarangan Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub dan Penataan Hiburan Karaoke yang dijadwalkan hari ini (1/6/2015), tidak jadi dilaksanakan atau ditunda oleh Ketua DPRD Kudus Mas’an. Sidang ditunda dalam waktu yang belum ditentukan.

Dalam surat yang dilayangkan kepada anggota dewan, tertanggal 29 Mei 2015 berbunyi penundaan paripurna yang membahas 12 Ranperda. Surat tersebut sampai pada anggota dewan Minggu (31/5/215).

Dengan demikan, ke-12 ranperda yang seharusnya dibahas mulai pukul 09.00 WIB, terpaksa diundur dengann waktu yang tidak jelas. Para anggota dewan hanya diminta menunggu pelaksanan pembahasan ranperda tersebut. Surat tersebut ditanda tangani oleh Ketua DPRD Kudus Mas’an. (FAISOL HADI/SUWOKO)