Perda RTRW Kudus ”Hambat” Investasi

Jalur lingkar Klumpit yang hingga saat ini belum juga kunjung selesai dibangun. Padahal, jalur yang ada itu berada di kawasan strategis untuk bisa memecahkan kemacetan di wilayah kota yang sudah padat. (MURIANEWS/MERIE) 

KUDUS – Salah satu ”penghambat” dalam upaya menarik investasi di Kabupaten Kudus, salah satunya adalah aturan yang kemudian belum sinkron dengan situasi dan kondisi terkini.

Salah satunya adalah Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang memang masih membatasi wilayah investasi.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kudus Revlisianto ”Kelik” Subekti mengatakan, memang dalam Perda RTRW yang ada, Kabupaten Kudus belum bisa kemudian diubah menjadi kota industri.

”Dalam aturan itu, disebutkan bahwa Kudus adalah kota industri yang didukung sektor pertanian. Sehingga untuk sebutan sebagai kota industri, kita sama sekali tidak bisa melakukannya. Karena RTRW-nya tidak memungkinkan. Sehingga memang masih sulit untuk menjadi kawasan industri daerah Kudus ini,” terangnya.

Pihaknya bukannya tidak pernah berbicara kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kudus, untuk mengetahui apakah kemudian perda tersebut bisa diubah. ”Namun, harus diketahui bahwa sebuah perda baru bisa diubah setelah lima tahun. Dan Perda RTRW itu baru kemudian bisa direvisi atau diubah pada tahun 2017,” tuturnya.

Di sisi lain, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) H Akhwan Sukandar mengatakan, sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memang sudah memperlihatkan itikad yang baik sebagai kota yang pro investasi.

”Artinya, saat ini sudah ada layanan perizinan yang dipermudah. Sehingga ini juga bentuk bahwa pemkab serius soal investasi. Supaya investor juga banyak yang datang,” katanya.

Namun, Akhwan mengharapkan bahwa antara pemkab dengan pengusaha atau investor, juga bisa saling bersinergi. Dalam artian apa yang kemudian menjadi keinginan pihak swasta, juga bisa diakomodir. 

”Dan apa yang kemudian menjadi keinginan pemkab juga bisa dimengerti oleh pengusaha. Kedua belah pihak saling bersinergi. Sehingga laju investasi di Kudus bisa baik,” imbuhnya. (MERIE)