Museum Patiayam Ramai Dikunjungi Setiap Hari

Para peserta Trail Running juga diberi kesempatan mengunjungi Museum Situs Purbakala Patiayam, yang berada di Desa Terban, Jekulo, Kabupaten Kudus. Siti Asmah juga bersedia memberikan informasi ketika peserta menanyakan tentang benda-benda purbakala di museum tersebut, Minggu (31/5/2015). (MURIANEWS/HANA RATRI)

KUDUS – Kudus dikenal sebagai tempat yang memiliki banyak potensi wisata. Terutama potensi wisata bersejarah. Salah satunya adalah Museum Situs Purbakala Patiayam, yang berada di Desa Terban, Jekulo, Kabupaten Kudus. Siti Asmah, juru pelihara Museum Patiayam, mengatakan museum ini sering ramai dikunjungi oleh masyarakat. Terutama pada hari Minggu.

”Kalau hari biasa ada tugas anak sekolah yang mengambil tema dari museum ini. Selain siswa juga terdapat para wisatawan umum. Rata-rata wisatawan umum datang ke sini didasari dengan adanya situs purbakala yang terletak di dekat jalur Pantura. Sehingga membuat mereka penasaran tentang keberadaan museum ini,” ujar Siti Asmah.

Berdasarkan pantauan Murianews.com pada pagi tadi, museum ini dibuka pukul 09.00 WIB hingga sore hari. Pada hari libur seperti hari ini, berbagai kalangan masyarakat mengisi liburan dengan menambah ilmu pengetahuan khususnya di bidang sejarah. Seperti beberapa anggota komunitas sepeda yang kebetulan mampir ke museum tersebut.

Museum Patiayam ini berbeda dengan museum yang ada di kota-kota besar, dimana setiap masuk ke arena museum dikenakan biaya tiket masuk. Namun, kata Siti Asmah, museum yang berdiri sejak 2005 ini masih dalam tahap perkenalan. Hal itu yang menjadi titik alasan agar masyarakat umum dapat mengenal lebih dekat mengenai museum Patiayam tersebut.

Terkait dengan kegiatan yang diadakan Arga Dahana untuk memperkenalkan Museum Patiayam kepada para peserta Trail Running ini, Siti Asmah sangat menyetujui kegiatan mereka. Menurut dia, Museum Patiayam pantas menjadi magnet wisata bagi para wisatawan.

”Harapan saya pribadi, semoga tahun depan rencana penambahan bangunan untuk museum Patiayam ini dapat terlaksana. Untuk kali ini, memang masih dalam tahap awal,” ujar Siti Asmah. (HANA RATRI/TITIS W)