Kudus Lebih Cocok Jadi Kota Transit

Jalur lingkar Klumpit yang hingga saat ini belum juga kunjung selesai dibangun. Padahal, jalur yang ada itu berada di kawasan strategis untuk bisa memecahkan kemacetan di wilayah kota yang sudah padat. (MURIANEWS/MERIE)

KUDUS – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) H Akwan Sukandar mengatakan jika Kabupaten Kudus lebih cocok untuk menjadi kota transit. Bukan kota industri sebagaimana yang didengungkan selama ini.

Dikatakan Akhwan, dari sisi geografis, akan sangat menguntungkan jika Kudus kemudian menjadi kota transit. ”Kudus itu tidak memiliki wilayah yang besar. Sehingga tidak cocok jadi kota industri yang memerlukan lahan atau areal yang luas. Kudus lebih cocok jadi tempat transit,” terangnya.

Akhwan mengatakan, banyak perusahaan-perusahaan besar yang kemudian berdiri di wilayah-wilayah sekitar Kudus. Dan banyak juga masyarakat luar daerah, bahkan luar negeri, yang kemudian bekerja di wilayah-wilayah itu.

”Kalau kemudian Kudus bisa menyediakan apa yang dibutuhkan oleh orang-orang yang bekerja di kota-kota sebelah, maka Kudus akan semakin hidup. Dalam arti kalau kemudian mencari hotel yang bagus itu ya ke Kudus, kemudian mencari kebutuhan sehari-hari yang lengkap juga di Kudus. Termasuk misalnya mencari hibura, ya. Tapi, jangan identikkan hiburan dengan karaoke lho, ya. Masih banyak jenis hiburan yang lain soalnya,” paparnya.

Apalagi kemudian jika jalan trans nasional yang menghubungkan Semarang-Demak-Jepara-Kudus utara-Pati nantinya dibangun, maka potensi Kudus menjadi kota transit akan semakin besar. Sehingga Pemkab Kudus diminta segera merumuskan jenis pengembangan yang tepat untuk mendukung hal itu. ”Dan saya berharap Kudus tetap menjadi kota nomor 2 setelah Semarang dari semua aspek. Sehingga ini menjadi tanggung jawab dan pekerjaan rumah bersama kita, untuk menjadikan Kudus sebagai kota sebagaimana yang diinginkan,” terangnya.

Sedangkan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kudus Revlisianto ”Kelik” Subekti mengatakan, yang dibutuhkan di wilayah Kudus adalah adanya sebuah peraturan daerah mengenai insentif daerah, yang bisa diberikan kepada pengusaha.

”Maksudnya insentif itu adalah bagaimana pengusaha bisa mendapat keringanan saat mengurus perizinan atau hal-hal yang semacam itu. Misalnya saat mengurus perizinan IMB, HO, dan lain sebagainya. Adanya dukungan perda insentif itu, akan bisa membuat investasi di Kudus semakin bertambah besar,” tuturnya. (MERIE)