Jalan Nasional Baru Bakal Lewati Kudus Utara

Jalur lingkar Klumpit yang hingga saat ini belum juga kunjung selesai dibangun. Padahal, jalur yang ada itu berada di kawasan strategis untuk bisa memecahkan kemacetan di wilayah kota yang sudah padat. (MURIANEWS/MERIE)

KUDUS – Pengembangan investasi di Kabupaten Kudus, harusnya menyasar ke daerah-daerah yang kemudian potensial. Salah satunya adalah kawasan utara, yang selama ini belum tersentuh.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) H Akhwan Sukandar mengatakan, pengembangan kawasan utara itu, dikarenakan rencana pembukaan jalan transnasional baru yang akan melewati jalur tersebut.

”Tidak sampai tahun 2018 mendatang, akan ada jalan nasional baru yang dibangun. Yakni dari Semarang hingga ke Pati sana. Di mana salah satu jalurnya adalah di kawasan utara Kudus,” terangnya, Minggu (30/5/2015).

Jalur nasional baru itu, menurut Akhwan, akan melewati jalur Semarang-Demak-Jepara-Kudus utara-Pati-dan seterusnya. Karena itu, maka kawasan utara Kudus akan memiliki potensi tersendiri untuk dikembangkan.

”Hanya saja, memang kawasan utara Kudus ini belum bisa dibuat untuk kawasan industri. Kalau kemudian hal itu terjadi, maka yang bisa dilakukan adalah memindahkan kawasan industri ke kawasan timur,” jelasnya.

Jalur nasional baru itu, dikatakan Akhwan, akan membuat seluruh potensi yang ada di masing-masing daerah yang dilewati, akan semakin terbuka untuk dikembangkan. ”Jangan sampai hal ini disia-siakan. Begitu jalur terbuka, maka semuanya juga akan terbuka. Potensinya juga akan terangkat. Ini yang harus segera dipikirkan bagaimana cara mengangkat potensi daerah yang dilewati itu,” paparnya.

Memang diakui Akhwan, bahwa tidak mudah untuk melakukan investasi di Kabupaten Kudus. Dia mencontohkan harga tanah yang memang sudah terbilang sangat tinggi di wilayah ini. Sehingga membuat pengusaha banyak yang kemudian memilih untuk menunda investasi. 

”Di samping luasan tanah untuk investasi yang tidak bisa dipenuhi. Pengusaha biasanya minta lebih dari dua ribu hektare. Padahal, kawasan industri di Kudus yang disediakan kurang dari seribu lima ratus hektare. Jadi belum nyambung,” terangnya. (MERIE)