Tujuh Pegawai Tetap Non-PNS RSUD Rembang Pilih Mundur Sebelum Terima SK

Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Sekda Rembang Hamzah Fatoni bersama jajaran pejabat RSUD dr R Sutrasno foto bersama para pegawai yang telah menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Tetap non PNS RSUD dr Sutrasno dilantai IV Kantor Bupati Rembang, Sabtu (30/5/2015). (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Sebanyak 7 pegawai tetap non-PNS RSUD dr R Sutrasno Rembang memilih mengundurkan diri sebelum menerima SK. Mereka mundur dengan berbagai alasan, dan terpaksa digantikan oleh pegawai cadangan yang dinyatakan lolos seleksi wawancara. Namun dari ketujuh pegawai tersebut, seorang asisten apoteker yang mundur tidak bisa digantikan, karena tidak ada cadangan pegawai yang lolos seleksi.

Kepala RSUD dr Sutrasno dr Agus HP didampingi Kasubag TU Yulianto Eko mengatakan, ketujuh orang tersebut mundur dengan berbagai alasan seperti sudah diterima di tempat kerja lain. Eko merinci ketujuh orang tersebut berasal dari formasi Psikolog satu orang, Perawat dua orang, Bidan satu orang, Rekam medis satu orang, Apoteker satu orang dan asisten apoteke satu orang.

”Enam dari tujuh formasi tersebut yang mengundurkan diri kita ganti dengan cadangan, sedangkan untuk asisten apoteker tidak bisa kita ganti karena tidak ada cadangan. Jadi total pegawai yang menerima SK sebanyak 149 orang,” ujar Yulianto Eko saat acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Tetap non-PNS RSUD dr Sutrasno dilantai IV Kantor Bupati Rembang, Sabtu (30/5/2015).

Seperti diketahui, masih ada sebanyak 10 kursi lowongan karyawan non-PNS di lingkungan kerja RSUD dr R Sutrasno Rembang dipastikan belum terisi. Pasalnya berdasarkan hasil akhir seleksi penerimaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut, hanya 150 peserta yang dinyatakan lolos dari 160 lowongan yang dibutuhkan. 10 kursi itu tersebar di lima formasi calon pegawai dan terungkap dari hasil seleksi akhir yang diumumkan pada Jumat (27/2/2015) lalu.

Berdasarkan hasil pengumuman tersebut, lima formasi tersebut adalah perawat bersertifikat anastesi dan perawat bersertifikat ICU yang hanya terisi masing-masing satu dari tiga yang dibutuhkan. Lalu fisioterapis dan elektromedis hanya terisi masing-masing satu dari dua kursi yang dibutuhkan. Serta ditambah dengan empat lowongan asisten apoteker dengan pendidikan SMF atau SMK Farmasi tidak terisi. (AHMAD FERI/TITIS W)