Perbedaan Jumlah Peserta Seleksi Wawancara Panwascam Dipertanyakan

Panwas Pilkada Rembang 2015 tengah mengoreksi hasil tes tertulis calon anggota Panwascam dengan pengawasan ketat dari tim asisten Bawaslu Jateng. Perbedaan jumlah peserta seleksi akhir wawancara bagi panwascam sempat dipertanyakan masyarakat. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Perbedaan jumlah peserta seleksi akhir wawancara bagi panitia pengawas kecamatan (Panwascam) mengundang pertanyaan dari kalangan masyarakat.

Sebab seusia pengumuman Panwas Pilkada Nomor : 008/Pokja-Panwascam-Rbg/V/2015, jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi tertulis calon panwascam di setiap kecamatan tidak seragam. 

Pamotan menjadi kecamatan yang paling banyak meloloskan calon anggota Panwascam ke seleksi akhir wawancara dengan 10 peserta. Disusul Sedan sebanyak 9 peserta, Kragan 8 peserta, dan Gunem, Sluke, Lasem, dan Bulu dengan masing-masing 7 peserta. Kemudian Rembang, Sarang, Sulang, Sale, Pancur, Sumber, Kaliori, dengan masing-masing enam peserta. Total ada 101 dari 189 peserta tes tertulis yang lolos ke tahap wawancara.

Saat dikonfirmasi, Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengakui mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat tentang perbedaan jumlah peserta yang lolos tes tertulis, antarkecamatan. Menurutnya perbedaan jumlah peserta tes tertulis yang lolos ke tahap wawancara di beberapa kecamatan, terjadi karena nilai yang sama, sementara jumlah pendaftarnya membeludak. 

“Misalnya di Kecamatan A, setelah ranking keempat yang nilainya 81, di bawahnya ada empat orang yang nilainya sama; 80 sehingga keempatnya kita loloskan semua. Apalagi jika di Kecamatan A, pendaftarnya banyak. Tetapi jika selisihnya terlalu jauh, misal ranking keenam nilainya 80, tetapi ranking berikutnya nilainya 78, maka kita pangkas menjadi enam saja sesuai batas minimal peserta untuk masuk seleksi wawancara,” kata Totok Suparyanto. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)